Pariwisata Pulau Kelapan Sulit Berkembang


Pariwisata Pulau Kelapan Sulit Berkembang

    LEPARPONGOK - Pariwisata Pulau Kelapan, Kecamatan Lepar Pongok, Kabupaten Bangka Selatan (Basel) diprediksi sulit berkembang menjadi destinasi wisata. Hal ini lantaran akibat minimnya sarana dan prasarana di objek wisata di daerah itu. Objek–objek wisata di Lepar Pongok sebenarnya memiliki daya tarik bagi wisatawan mancanegara tidak bisa sepenuhnya dikembangkan menjadi destinasi atau tujuan wisata andalan menarik wisatawan. Hal tersebut disampaikan Kades Tanjung Sangkar, Iswandi.

    “Destinasi Pulau Kelapan fasilitasnya kurang mendukung, seperti penyeberangan. Padahal pulau ini (Kelapan) terkenal dengan terumbu karangnya. Sudah banyak wisata yang kesitu termasuk pada Event Toboali City on Fire tahun 2016 lalu, namun sampai saat ini belum ada dampaknya untuk desa. Kalau mau mempromosikan wisata harusnya fasilitasnya dulu mendukung,” ujar Iswandi kepada Radar Bangka, Rabu (7/6).

    Menurutnya, meskipun Pulau Kelapan masuk Desa Kumbung, wisatawan lokal saja masih banyak yang enggan berkunjung ke objek-objek wisata. Karena akses jalan menuju daerah wisata di Basel masih banyak kendala. Kemudian sarana dan prasarana wisata di daerah-daerah tujuan wisata di daerah itu juga kurang mendukung. Baik sarana transportasi, akomodasi maupun sarana pendukung lainnya. 

    “Pemdes dan warganya siap mendukung ketika ada wisatawan ke daerah kami tapi kami banyak kendala di lapangan, contoh saja homestay dan fasilitas lainnya yang belum ada. Memang kami gunakan kapal nelayan saat ada wisatawan namun harusnya tidak gempor –gempor dulu tapi ada tindakan Pemda ke Pemdes dulu karna belum ada pembenahan, padahal hal ini sudah pernah kami sampaikan ke pihak terkait,” keluhnya.

    Sebenarnya, lanjut Iswandi, pariwisata diwilayahya memiliki banyak keunggulan. Baik wisata alam, sejarah dan lingkungan. Di Kecamatan Lepar Pongok memiliki 8 pulau – pulau kecil dan juga memiliki sejarah kapal tenggelam milik Portugis, Pantai Batu Senior yang terkenal dengan bebatuan merah dan wisata mangrof. Namun objek-objek wisata tersebut belum semuanya bisa dimanfaatkan untuk menarik wisatawan  ke Kabupaten Basel. Masalahnya sarana dan prasarana wisata ke objek–objek wisata tersebut masih sangat minim. 

    “Sarana dan prasarana wisata ditempat kami tidak bisa dibangun selama ini secara baik akibat terbentur dana. Sejauh ini Pemkab belum ada sama sekali memberikan bantuan, kami memang ada dana desa tapi bagaimana mungkin cukup dana desa sedangkan dana desa itu masih banyak yang diperlukan seperti membangun jalan – jalan yang berlobang dan lainnya. Kalau ada tamu (wisatawan), ya kami apa adanya. Dan memang belum ada dampaknya (wisatawan) yang datang ke pulau kami,”tutur Iswandi. 

    Dia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Basel harusnya dapat bekerja sama dengan Pemdes di daerah itu untuk meningkatkan pembangunan sarana dan prasarana wisata, agar seluruh destinasi wisata di daerah itu benar-benar bisa menarik wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Sarana jalan dan angkutan menuju objek-objek wisata di daerah itu juga yang utama terus dibenahi agar mudah dijangkau wisatawan. 

    “Kami dari pemdes hanya sebatas memdampingi karena memang belum memadai fasilitasnya. Warga kami bergotong – royong dan ini tantangan bagi kami karna beban dianggaran kami. Ok, yang pertama sukses (Event Toboali City on Fire),  tapi apa imbasnya buat desa kami. Setidaknya Pemkab ada pembenahan, ini sudah akan yang event kedua kalinya, apa dampaknya buat pulau kami? apa kami mau dibebankan lagi sedangkan dana desa saja belum keluar dan sejak Januari sampai Juni ini kami belum menerima gaji,” pungkas Irwandi.(bim)





Berikan Komentar

Toboali Lainnya
Hasil Rapid Test, 1 OTG di Basel Dinyatakan Positif Corona
Hasil Rapid Test, 1 OTG di Basel Dinyatakan Positif Corona
Kamis, 09 April 2020 13:35 WIB
TOBOALI - Berdasarkan hasil tes cepat (rapid test) ke 2 yang dilakukan oleh Tim Sampling Rapid Test dari Labkesda Dinas
Kasus Positif Covid-19 di Basel Bertambah 1
Kasus Positif Covid-19 di Basel Bertambah 1
Rabu, 08 April 2020 15:25 WIB
TOBOALI - Hasil uji laboratorium terhadap simple Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Kabupaten Bangka Selatan (Basel), terdapat 1 warga Toboali dinyatakan
ODP Covid-19 di Basel Meningkat Akibat Banyak Warga Mudik
ODP Covid-19 di Basel Meningkat Akibat Banyak Warga Mudik
Selasa, 07 April 2020 20:16 WIB
TOBOALI - Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Kabupaten Basel, Supriyadi menyatakan, jumlah ODP (orang dalam pemantauan-red)
Cegah Covid-19, Pelabuhan "Tikus" di Basel Diperketat
Cegah Covid-19, Pelabuhan "Tikus" di Basel Diperketat
Selasa, 07 April 2020 19:43 WIB
TOBOALI - Jajaran Polres Bangka Selatan (Basel) hingga saat ini intens melaksanakan upaya Pencegahan Peyebaran Virus Corona (Covid-19) di wilayah