Usut Proyek Pengadaan Buku Basel


Usut Proyek Pengadaan Buku Basel

    TOBOALI - Anggota DPRD Babel Dapil Basel, Marsidi Satar mempertanyakan pengadaan buku referensi perpustakaan yang dikelola Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Basel tahun 2016 yang pagu dananya mencapai Rp  Rp 340,85 juta. Soalnya, buku yang tender pengadaannya dimenangkan CV Mandiri Bersaudara itu diketahui ada buku terbitan dibawah tahun 2010.

    “Saya sangat menyayangkan pengadaan buku itu, padahal tidak perlu dilakukan pengadaan buku. Cukup mengacukan permohonan ke kementrian untuk meminta bantuan buku dan pasti dibantu buku – buku apa saja yang diperlukan itu,” kata Marsidi dalam jumpa pers kepada wartawan, Senin (22/5).

    Anggota Komisi III DPRD Babel yang membidangi pendidikan ini, dengan tegas meminta penegak hukum mengusut proyek yang berasal dari APBD TA 2016. Apabila benar sesuai pemberitaan di media bahwasanya pengadaan buku itu tidak sesuai standar, aparat penegak hukum yakni Polres Basel harus melakukan penyelidikan.

    “Kalau ada temuan harus ditindaklanjuti, kalau tidak ada ya harus dievaluasi. Buku boleh lama, namun persoalan terbitannya kalau tahun 2001, 2005 dan tahun lainnyakan tidak update. Apakah ada unsur kesengajaan disitu,diluar keuntungan dan ketentuan yang ada. Kalau mereka sebutkan buku pengadaan berdasakan (permintaan) masyarakat, saya tanya masyarakat yang mana? Buku itu jendela dunia dan informasi ada disitu semua,” tegasnya.

    Disamping itu, kata pria yang pernah menjadi guru selama 17 tahun ini, pengadaan buku harus update. “Aneh, beli buku. Bagaimana kualitas kertasnya, bagaimana kualitas cetakanya karena buku belasan tahun. Bukan masalah harga tapi apa outputnya dan gunanya. Buku itu harus update, terbitan harus baru dan harus kekinian, nah kalau isi sejarah ngak masalah, tapi edisi cetakan yang harus update. Saya kwatirnya kalau cetakan (pengadaan buku) tidak laku lagi lalu dikeluarkan sekarang. Untung boleh tapi harus sesuai dengan aturan dan speak,” jelasnya.

    Lebih lanjut dikatakanya, aparat hukum penting mengusut kasus ini, karena penanganan kasus dugaan korupsi bukan dilihat penangganan besar kecilnya nilai kerugian, tetapi bagaimana kasus itu dapat tuntas hingga ke pengadilan dan memberikan rasa keadilan.

    “Harusnya bupati, wakil bupati dan staf – stafnya paham apa yang diinginkan Bangka Selatan yang  misinya adalah Good Local Governance. Dengan anggaran yang minim harusnya berusaha untuk mencapai tujuan dengan cara yang benar dan tujuan dapat tercapai. Harapannya dengan kejadian ini harus dijadikan pelajaran efek jera, kalau salah tidak terulang kembali dimasa yang akan datang. Kita harus memberikan sesuatu apalagi buku itu ilmu bersifat kekinian (update), bukan isinya. Isi bisa saja cerita lama tapi harus update,” tukas Marsidi.

    Sementara, Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Basel sudah melakukan cek fisik proyek pengadaan buku tahun 2016 ini. Pengecekan ini merupakan bagian dari penyelidikan pengadaan buku di Kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Basel, Senin (22/5). Kanit Tipikor Aibda M Arifin mengatakan kedatanganya untuk mempercepat proses penyidikan, Penyidik Polres Basel turun mengecek secara langsung buku pengadaan tahun 2016 senilai Rp 340,85 juta yang dimenangkan oleh CV Mandiri Bersaudara. 

    “Kita baru cek fisik saja, lalu minta berkas - berkas hard dokumen. Berdasarkan keterangan tadi buku tersebut berjumlah 1.574 judul dan 9.444 eksemplar dan memang kita ada temukan buku tahun 2001,” kata Arifin didampingi Bripka Leo Renzo kepada Radar Bangka.

    Menurutnya setelah melakukan cek fisik pengadaan buku, pihaknya akan kembali memanggil sejumlah saksi lain yang ada kaitannya dengan pengadaan buku tersebut. Dengan demikian, akan lebih mudah diketahui ada atau tidak adanya dugaan penyimpangan anggaran. “Awalnya ada pemberitaan di media, lalu Kejari (Basel) juga mau masuk (penyelidikan kasus). Lalu kita berkoordinasi dengan pihak kejaksaan, masuklah dari Polres Basel dan hari ini cek fisik ini. Ya untuk pertama ini kita lakukan pengecekan fisik, kita minta hard fotocopy dokumen – dokumen seperti lelang kontrak, SPK, hasil pemeriksaan barang dan pencairanya,” imbuh Ariffin.

    Terpisah, Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Basel, Eddy Supriyadi mengatakan secara prosedur pengadaan buku tahun 2016 tersebut sudah dalam prosedur dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dimana dalam lelang tersebut, dilakukan lelang terbuka dengan rincian buku berbeda - beda dan harga bervariatif dan jenisnya pengadaan buku perpustakaan umum pengetahuan sampai tingkat pelajar.

    “Silahkan proses, mereka (Tipikor Polres Basel) ingin cek fisik terkait pemberitaan di media. Kami berikan fasilitas kepada Tipikor secara terbuka untuk cek dan selesai proses lebih lanjut. Dan kami akan kumpulkan dokumen – dokumen ke pihak Tipikor,” ujar Eddy.

    Menurut Eddy, dasar pengadaan buku tersebut dari masukan, kunjungan dan saran kotak masuk. Artinya pengadaan buku berdasarkan kebutuhan perpustakaan daerah terhadap permintaan peminat pembaca buku diperpustakaan. Terkait buku masih ada didalam dus dan di meja. “Buku itu belum disusun karEna proses belum selesai, kalau langsung di display atau langsung (dibagi) ke desa – desa agak sulit. Memang tahun itu ada buku bantuan juga dari perpustakaan nasional, nah kita antisipasi pemeriksaan karena belum selesai,” jelasnya.

    Eddy menambahkan pengadaan buku tersebut diakuinya pernah dalam pemeriksaan BPK terhadap temuan kekurangan volume atas pekerjaan pengadaan buku perpustakaan pada kantor perpustakaan dan arsip daerah senilai Rp 6.976 juta. “Dan itu sudah selesai dan dikembalikan oleh pejabat penerima hasil pekerjaan kegiatan pengadaan buku perpustakaan,” pungkas Eddy.(bim)




Banner

Berikan Komentar

Toboali Lainnya
Hadapi New Normal, Kapolres Basel Minta Masyarakat Miliki Kesadaran Tinggi
Hadapi New Normal, Kapolres Basel Minta Masyarakat Miliki Kesadaran Tinggi
Jum'at, 29 Mei 2020 21:45 WIB
TOBOALI – Adanya wacana Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo untuk menerapkan sistem new normal, demi menggerakkan kembali seluruh sektor
Alhamdullilah, Hasil Swab 4 Orang di Basel Negatif
Alhamdullilah, Hasil Swab 4 Orang di Basel Negatif
Kamis, 28 Mei 2020 14:49 WIB
TOBOALI – Juru bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Virus Corona atau Covid-19 Kabupaten Bangka Selatan (Basel), Supriyadi menyatakan
Pemkab Basel Bahas Aset Kendaraan & Tanah
Pemkab Basel Bahas Aset Kendaraan & Tanah
Kamis, 28 Mei 2020 14:44 WIB
TOBOALI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Selatan (Basel) dihari pertama masuk Idul Fitri, Selasa (26/05/2020) telah menggelar rapat membahas persoalan
Di Toboali, Masih Banyak Pembeli & Pedagang Tidak Makai Masker
Di Toboali, Masih Banyak Pembeli & Pedagang Tidak Makai Masker
Sabtu, 23 Mei 2020 17:03 WIB
TOBOALI - . Polres Bangka Selatan (Basel) melaksanakan patroli penggunaan masker kepada pembeli dan pedagang di pasar tradisional (terminal-red) Toboali,