IPM Basel Alami Peningkatan


IPM Basel Alami Peningkatan

    TOBOALI - Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bangka Selatan (Basel) pada tahun 2015 mengalami peningkatan. Pasalnya, dalam lima tahun terakhir yaitu dari tahun 2010-2015, IPM Basel mengalami peningkatan terlihat dari besaran IPM tahun 2010 sebesar 60,53 persen kemudian terus meningkat tahun 2015 besaran IPM menjadi 63,89 persen.

    Menurut Kepala BPS Basel Taufik mengatakan meskipun angkanya bergerak perlahan, kondisi ini menjadi indikasi adanya peningkatan kualitas pembangunan Basel yang ditunjang oleh pembangunan tiga sektor utama yang membentuk IPM, yaitu bidang pendidikan, bidang kesehatan dan ekonomi.

    "IPM merupakan ukuran yang dapat menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan dan sebagaianya. Dalam perkembangan metode perhitungan IPM mengalami perbaikan, mulai tahun 2014 lalu metode perhitungan IPM mengalami pembaharuan seperti metode agregasi, data tdasar dan indikator pendidikan,” ujarnya kepada Radar Bangka, Rabu (12/10).

    Taufik menjelaskan, komponen IPM Basel kualitas kesehatan masyarakat mengalami perbaikan dengan indikator Angka Harapan Hidup (AHH) yang mengalami peningkatan setiap tahunnya. Dilihat dari komponennya, AHH pada 2015 sebesar 66,86 persen, angka harapan sekolah sebesar 5,88 persen dan pengeluaran perkapita disesuaikan sebesar 10.824 ribu per orang per tahun.

    Lebih lanjut, Taufik menuturkan, di bidang kesehatan jmlah tenaga medis Basel hingga 2015 relatif meningkat. Dimana pada 2015 jumlah dokter yang ada sebanyak 43 orang dan sarjana kesehatan sebanyak 44 orang. Angka harapan hidup merupakan perkiraan banyak tahun yang dapat ditempuh oleh seseorang melahirkan. Angka harapan hidup mencerminkan derajat kesehatan manusia. AHH Basel selama tiga tahun terakhir telah terjadi peningkatan yaitu dari 66,51 persen tahun 2013 menjadi 66,86 persen tahun 2015.

    "Sementara untuk penyakit, dari sembilan penyakit terbanyak yang menjadi gangguan kesehatan penduduk di Basel hampir seluruhnya mengalami penurunan juga dibanding tahun 2014. Penyakit infeksi akut lain SPBA adalah penyakit yang paling banyak diderita masyarakat tahun 2015 yang jumlah penderitanya mencapai 2.648 orang," imbuh Taufik. (bim)
 





Berikan Komentar

Toboali Lainnya
Kunjungi Dewan Pers,Wartawan Basel Diskusikan Kebebasan Pers
Kunjungi Dewan Pers,Wartawan Basel Diskusikan Kebebasan Pers
Sabtu, 12 Oktober 2019 21:24 WIB
JAKARTA – Jurnalis Kabupaten Bangka Selatan (Basel) dari media Babel Pos, Radar Bangka dan Berita Bangka melakukan kunjungan ke Dewan
65 Peserta Ikuti Jambore Selam Babel di Desa Tanjung Labu
65 Peserta Ikuti Jambore Selam Babel di Desa Tanjung Labu
Kamis, 10 Oktober 2019 19:12 WIB
TOBOALI – Jambore Selam Babel dalam rangka memperinganti Hari Sumpah Pemuda ke 91 merupakan kegiatan yang untuk pertama kalinya akan
SNC Babel Bersama Anak Yatim, SNC Babel Nobar Film Hayya
SNC Babel Bersama Anak Yatim, SNC Babel Nobar Film Hayya
Selasa, 08 Oktober 2019 18:23 WIB
TOBOALI - Spirit Nabawiyah Community (SNC) cabang Bangka Belitung (Babel) bersama anak yatim dari berbagai panti asuhan, nonton bareng (Nobar)
PEKA Basel Siap Danai Program Wirausaha Mahasiswa
PEKA Basel Siap Danai Program Wirausaha Mahasiswa
Senin, 07 Oktober 2019 15:31 WIB
TOBOALI - Kelompok masyarakat perantau Bangka Selatan (Basel) di Jakarta yang tergabung dalam Peka (Peduli Kampung) Basel siap mendanai program