Warga Payak Ubi Sukadamai Datangi DPRD. Desak Segera Tertibkan TI Apung. Wabup : Hari Ini Ditertibkan


Warga Payak Ubi Sukadamai Datangi DPRD. Desak Segera Tertibkan TI Apung. Wabup : Hari Ini Ditertibkan

TOBOALI (radarbangka.co.id) - Perjuangan nelayan Payak Ubi Sukadamai Toboali agar TI (Tambang Inkovensional) Apung yang beroperasi di kawasan tangkap ikan mereka segera dihentikan tanpa mengenal lelah. Senin kemarin (30/5) mereka kembali mendatangi DPRD Bangka Selatan (Basel) untuk meminta sikap tegas kalangan legislatif agar TI Apung yang meresahkan mereka selama ini berhenti beroperasi. 

Perwakilan nelayan yang berjumlah 15 orang tersebut  datang sekitar pukul 10.30 WIB, dan dipimpin langsung oleh Ketua RT Payak Ubi, Abdul Raya. Saat sampai mereka langsung masuk ruang komisi B yang saat itu langsung disambut ketua komisi MUhammad Amin beserta anggota yakni Samsir dan Asnan Alwi. 

Di hadapan Komisi B, juru bicara perwakilan nelayan tersebut, Abdul Raya mengatakan, para nelayan sudah tidak tahan lagi atas maraknya TI Apung yang merambah kawasan tangkap mereka, sehingga hasil tangkapan berkurang drastis. Selain itu, kata dia, jalur keluar masuknya perahu yang sering digunakan para nelayan sudah tidak bisa lagi dilintasi akibat menjamurnya ponton-ponton TI.

"Kawasan bibir pantai pun sudah menjadi kerukan aktivitas TI sehingga sangat mengganggu kami (para nelayan-red) melintasi jalur perahu dan kapal. Aktivitas TI tersebut sudah meresahkan para nelayan dimana aktivitas tersebut dilakukan 24 jam, artinya di malam hari juga aktivitas TI tetap berlangsung," ungkap Abdul kepada anggota komisi B yang juga dihadiri oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kristiatlizar serta jajaran Polres Basel. 

Oleh sebab itu, kata Abdul, mereka meminta agar DPRD beserta Pemkab Basel bertindak cepat untuk mencari jalan keluar masalah tersebut agar tidak berlarut. Karenamenurut dia, aktivitas TI Apung tersebut tidak bisa didiamkan secara terus-menerus. 

"Masalah ini akan berdampak lebih besar lagi apabila dari sekarang jika tidak kita selesaikan. Kami sebagai nelayan hanya ingin ketegasan dari para petinggi serta pejabat Pemkab Basel untuk mengambil langkah dan upaya terkait keluhan nelayan ini," ujar dia seraya menambahkan, hidup mereka sebagai nelayan selama ini hanya bergantung dari hasil tangkap ikan serta udang. 

Sementara, nelayan lainnya meminta, agar dalam dua hari kedepan seluruh kegiatan pertambangan di perairan laut Sukadamai Paya Ubi segera dihentikan dan dibubarkan. 

"Kami minta tolong dua hari kedepan meminta untuk ditindak cepat dikarenakan aktivitas tersebut sudah sangat meresahkan kami," seru dia. 

Menanggapi keluhan nelayan tersebut, Ketua Komisi B, M.Amin mengatakan, untuk mengatasi permasalahan tersebut dalam waktu dekat ini dia berjanji akan segera melakukan rapat koordinasi dengan instansi terkait.

Terkait, permintaan nelayan yang mendeadline agar TI-TI itu segera dibongkar dalam dua hari, dirinya belum bisa mengabulkan hal tersebut dengan alasan harus berkoordinasi terlebih dahulu.

Sedangkan, anggota DPRD lainnya, Samsir mengatakan, laut Payak Ubi bukan lah daerah pertambangan karena merupakan daerah tangkapan nelayan. Selain itu, penetapan wilayah tambang itu juga karena saat ini belum selesainya RTRW.

Kadin DKP, Kristiatlizar mengatakan, saat ini pihaknya belum mengabulkan permintaan nelayan untuk segera membongkar ponton TI Apung tersebut.

"Kalau dalam waktu dekat ini kemungkinan kita belum bisa lakukan. Tidak bisa kita lakukan karena kita harus koordinasi terlebih dulu kepada dinas yang lain, apabila sudah koordinasi kami juga meminta dari pihak nelayan untuk turun bersama-sama dengan kami dalam memberantas serta membongkar peralatan TI Apung dan kami juga meminta kepada pihak nelayan untuk memfasilitasi kapal atau perahu juga," jawab dia. 

Tidak lama setelah melakukan pertemuan tersebut, nelayan bersama anggota Komisi B menuju kantor bupati untuk menyampaikan keluhan mereka itu.

Kedatangan mereka bersama anggota dewan tersebut diterima Wakil Bupati Nursyamsu H.Alias. Namun dalam pertemuan tersebut 4 wartawan dilarang masuk ke dalam ruangan wakil bupati. 

Usai pertemuan tersebut, Nursyamsu saat ditemui RB mengatakan, dalam waktu dekat dirinya segera memerintahkan intansi terkai untuk segera melakukan penertiban.

"Besok pagi (hari ini-red) saya perintahkan Kasat Satpol PP beserta anggotannya, DKP, Distamben dan Kepala Kelurahan Kota serta Kepala Camat untuk melakukan rapat koordinasi dan selanjutnya apabila sudah selesai rapat segera langsung turun ke lapangan untuk menertibkan seluruh aktifitas TI Apung yang juga masih membandel. Kita juga kan kerja sama dengan pihak kepolisian," tegas dia. (cr30)


Banner

Berikan Komentar

Toboali Lainnya
Areal Tambang Meluas, Nelayan Tanjung Ketapang Resah
Areal Tambang Meluas, Nelayan Tanjung Ketapang Resah
Jum'at, 25 September 2020 17:00 WIB
TOBOALI - Puluhan nelayan Tanjung Ketapang, Toboali, Kabupaten Bangka Bangka Selatan merasa terganggu dengan adanya aktivitas tambang pasir timah laut
PESERTA PEMILIHAN BUPATI DAN WAKIL BUPATI BANGKA SELATAN TAHUN 2020
PESERTA PEMILIHAN BUPATI DAN WAKIL BUPATI BANGKA SELATAN TAHUN 2020
Kamis, 24 September 2020 21:10 WIB
Berdasarkan Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bangka Selatan Nomor: 78/PL.02.3-Kpt/1903/KPU-Kab/IX/2020 Tentang Penetapan Nomor Urut bagi Pasangan Calon Peserta Pemilihan Bupatidan
Ini Nomor Urut 4 Paslon Pilkada Basel
Ini Nomor Urut 4 Paslon Pilkada Basel
Kamis, 24 September 2020 14:49 WIB
TOBOALI - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bangka Selatan (Basel) menggelar tahapan pengundian nomor pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil
PENGUMUMAN PENETAPAN PASANGAN CALON PESERTA PEMILIHAN BUPATI DAN WAKIL BUPATI BANGKA SELATAN TAHUN 2020
PENGUMUMAN PENETAPAN PASANGAN CALON PESERTA PEMILIHAN BUPATI DAN WAKIL BUPATI BANGKA SELATAN TAHUN 2020
Kamis, 24 September 2020 00:12 WIB
Berdasarkan Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bangka Selatan Nomor: 75/PL.02.3-Kpt/1903/KPU-Kab/IX/2020 Tentang Penetapan Pasangan Calon Peserta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati