Cinta Segi Tiga Berujung Petaka, Andre Tewas Bersimbah Darah


Cinta Segi Tiga Berujung Petaka, Andre Tewas Bersimbah Darah

SUNGAILIAT -  Cinta segitiga berujung petaka, terbakar api cemburu, Anto Iwan (35) warga Air Dayung Kecamatan Merawang, Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), tega menghabisi nyawa Andre (41) warga Pemali Kecamatan Pemali, Bangka, Sabtu (11/5/2019), sekitar pukul 20.00 WIB. 

Korban ditemukan tewas tergeletak di Jalan Raya Desa Sempan Kecamatan Pemali dalam kondisi bersimbah darah. Dari tubuh korban polisi menemukan sebanyak enam luka tusukan akibat benda tajam. Diantaranya luka tusuk bagian leher, dada sebelah kanan, punggung, dan kaki.

Guna mengungkap motip tewasnya korban, Polisi membentuk tim gabungan terdiri dari Polsek Pemali, Opnal Polres Bangka dan Tim Opnal Krimus Polda Babel. Tim bertugas memburu pelaku pasca peritiwa berdarah tersebut.

Selang enam jam pasca kejadian,  pelaku akhirnya berhasil di bekuk tim gabungan Opnal Polres Bangka dan Opnal Polda Babel, Minggu (12/5/2019) sekitar pukul 04.00 WIB di Desa Mayang Kecamatan Kecamatan Simpang Teritip, Kabupaten Bangka Barat (Babar).

Meski telah dikepung, pelaku Andre yang saat itu sedang dalam posisi duduk di depan toko kelontongan mengetahui kedatangan polisi dan mencoba melarikan diri. Polisi yang tidak ingin buruannya kabur langsung memberikan tembakan peringatan, namun sayangnya tak dihiraukan oleh pelaku. Tak pelak satu bitir timah panas bersarang pada bagian betis kanan pelaku.

Saat itu juga pelaku roboh sambari merintih kesakitan. Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengalamnkan sejumlah Barang Bukti (BB) berupa  1 bilah pisau yang masih ada bercak darah, 1 unit motor Honda Revo warna hitam tanpa dilengkapi nomor polisi, 1 unit HP Xiomi warna Gold, 1 helai baju kaos panjang warna putih, dengan merek CK yang masih terdapat bercak darah. Dan 1 helai celana panjang warna coklat merk Rockins yang juga masih terdapat bercak darah korban.

Pelaku langsung digiring ke Mapolsek Pemali guna mempertangungjawabkan perbuatannya. Dihadapan polisi,  terungkap jika perbuatan pelaku menghabisi nyawa korban lantaran terbakar api cemburu karena dekat dengan wanita berisial ZR.  "Kami sempat duel dengantangan kosong, setelah itu saya mengeluarkan pisau,"ujar tersangka.

Kapolres Bangka AKBP AKBP Budi Aryanto melalui Kabag Ops  S.Sohpian didampingi Kapolsek Pemali Ipda Meidy Aryanto tersangka dikenakan pasal 340, KUHP 338, 351 ayat (3) terkait  pembunuhan atau penganiayaan yang menyebabkan hilangnya nyawa orang lain,"tegas Kabag Ops, seraya menambahkan jika pelaku adalah mantan pacar saksi ZR, dan korban berstatus pasca ZR.

Dari keterangan pelaku dihadapan polisi dan awak media yang saat itu berada di Mapolsek Pemali, pelaku mengatakan sebelum pristiwa berdarah terjadi, antara korban dan pelaku sempat bertemu dikediaman ZR wanita yang menjadi rebutan keduannya. Disini mulai terjadi cekcok mulut antara korban dan pelaku dihadapan ZR dan orang tuanya.

Dikatakan pelaku, korban memintanya untuk pulang, sambari mengancam jika tidak pulang akan dihabisi," Pulanglah kalau tidak saya bunug kamu,"ujar pelaku menirukan suara korban.

Sementara pelaku sendiri mendengar ancaman korban bukannya malah meninggalkan kediaman ZR, malah sebaliknya menyambut tantangan korban,"Aku rela kalau dibunuh tetapi yang jelas."ucap pelaku yang disaksikan oleh ZR dan orang tuanya.
Seketika itu juga, pelaku langsung berbaring dan mempersilakan korban untuk melaksanakan ancamannya tadi," Silakan bunuh saya,"ucap pelaku dihadapan polisi, Minggu (11/5/2019).

Setelah itu, pelaku langsung pulang dari rumah ZR. Pelaku ternyata menunggu korban di simpang sebelum Masjid Albina Desa Sempan, Pemali. Korban yang saat itu mengetahui jika dirinya dihadang pelaku, tampa menghiraukan bermaksud pulang ke Desa Pemali.

"Disimpang sebelum masjid Albina Sempan itu saya  hendak bericara sama sikorban untuk menjelaskan tentang Zahara, tetapi korban tidak menanggapi dan tidak respon juga. Kemudian ditempat itulah saya berkelahi dengan sikorban. Sekitar lima menit saya berkelahi dengan tangan kosong kemudian saya tikam mengunakan pisau,"katanya.

Pasca perkelahihan itu, pelaku langsung kabur, sebelum kabur pelaku sempat mengambil baju di rumah makan Selera Kampung Simpang Dusun Sunghin. Setelah itu korban bermaksud menjual sepeda motor yang dikendarainya.

"Rencananya mau jual motor dulu, kalau sudah laku motornya mau potong karet didekat ia bekerja dulu yakni didesa Sempan,"ujarnya.

Korban sendiri mengaku tidak mengetahui jika korban tewas pasca perkelahian tersebut. Hal ini dikatakan pelaku dihadapan polisi. "Supaya saya mengetahui keadaan Zahara bersama korban. Andai mereka menikah. Saya tidak menyangka saat perkelahihan itu korban bisa meninggal dunia," terangnya.(cr15)





Berikan Komentar

Sungailiat Lainnya
Melati Erzaldi : Kartini Milenial Harus Miliki 6 Hal
Melati Erzaldi : Kartini Milenial Harus Miliki 6 Hal
Senin, 22 April 2019 15:03 WIB
SUNGAILIAT - Ketua TP PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Melati Erzaldi, memberikan materi mengenai Esensi Kartini dihadapan Puluhan Mahasiswa/Mahasiswi
Gubernur Erzaldi Ingin Babel Ukir Sejarah untuk Islam
Gubernur Erzaldi Ingin Babel Ukir Sejarah untuk Islam
Selasa, 09 April 2019 02:16 WIB
SUNGAILIAT - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman, Senin (8/4/2019) malam, membuka Silaturahmi Nasional Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI)
Tabrak Pagar, Pengendara Mio Tewas
Tabrak Pagar, Pengendara Mio Tewas
Selasa, 23 Juli 2019 14:00 WIB
SUNGAILIAT - Hardin (28) warga Buton ditemukan tewas didalam selokan yang tak jauh dari Jalan Pelabuhan, Kecamatan Sungailiat, Selasa pagi
Bupati Mulkan Buka Grand Final Pemilihan Bujang Miak Bangka 2019
Bupati Mulkan Buka Grand Final Pemilihan Bujang Miak Bangka 2019
Minggu, 21 Juli 2019 18:36 WIB
SUNGAILIAT - Bupati Bangka Mulkan SH,MH, membuka secara resmi  malam grand final pemilihan Bujang Miak Bangka 2019, berlangsung diruang Ballroom