Proyek Rusunawa Sungailiat Dinilai Janggal ?


Proyek Rusunawa Sungailiat Dinilai Janggal ?

- LSM Ragukan Proyek Selesai Tepat Waktu
- Pekerjaan Proyek Disinyalir Tak Sesuai Spek


SUNGAILIAT - LSM KCBI Bangka Belitung menyangsikan jika pekerjaan rusunawa Sungailiat yang berdiri di lahan berstatus lahan Pemda Bangka beralamat di Kampung Nelayan II bisa selesai tepat waktu.

Ketua LSM KCBI, Edi Muslim, mengatakan, banyak sekali kejanggalan dalam pengerjaan proyek rusunawa yang nilainya fantastis Rp12.750.000.000,-. Sementara proses pengerjaan di lapangan, pengawasan pekerjaan dinilai sangat kurang. Mulai dari hebel (batako khusus) yang kurang layak, jarak kolom, semen perekat, ukuran riil besi yang dipakai, bahkan sebelumnya pegawai bekerja tanpa menggunakan peralatan septic. 

"Sementara dari papan proyek saja, sudah terlihat janggal. Misalkan pengerjaan 210 hari dimulai dari kapan sampai kapan, itu tidak jelas, belum lagi masalah IMB dan pendampingan TP4D. Melihat kondisi ini, patut dipertanyakan kualitas dan hasil pekerjaan proyek Rusunawa tiga lantai yang katanya dikhususkan untuk nelayan ini. Sangatlah wajar, jika saya pesimis kalau pekerjaan rusunawa ini tepat waktu, pekerjaan ini juga patut diselidiki dan bilamana nanti dari audit BPK terbukti tak sesuai spek, wajib proses hukum terkait kerugian negara ini," kata Edi kepada harian ini. 

Sementara, Abral, pihak kontraktor mengatakan, jika pengerjaan ini sejak Juli 2018 lalu, diyakini selesai sesuai target pada akhir tahun, hanya saja ia mengakui pihaknya sempat terkendala dengan susahnya akses jalan untuk membawa material ke lokasi.

"Dalam pekan ini, tenaga finishing datang lagi untuk memasang instalasi dan lainnya," ujar Abral kepada Radar Bangka di lokasi proyek Rusunawa Sungailiat, Senin (15/10) siang. 

Terkait tudingan pihak KCBI, Abral mengatakan, untuk penyambung hebel menggunakan bahan kimia khusus di sela-sela nat, kemudian plesternya pakai bahan khusus juga bukan semen biasa dipakai. 

"Kalau hebel yang kualitasnya kurang kering, ini akan kita kembalikan ke suplier. Faktor utama disini adalah akses jalan yang kurang memadai, waktu masukkan tiang pancang berapa Bubungan rumah warga yang rusak," katanya. 

Sementara Pengawas PT Daya Cipta Kencana, Ferdi juga membenarkan jika pemasangan hebel pakai perekat khusus, pihaknya bekerja sesuai dengan standarnya. 

Sedangkan saat diklarifikasi terkait masa pengerjaan bangun yang tak jelas kapan mulai awal dan akhirnya, kemudian pendampingan TP4D, termasuk IMB. Maka konsultan pengawas pun sempat bingung, termasuk pemasangan spek teknis yang tidak terpasang di lokasi proyek. Belum lagi masalah ukuran riil daripada besi bangunan, jarak sengkang bahkan ada yang mencapai 30 cm jaraknya. 

Untuk diketahui, proyek pembangunan rumah susun sewa (rusunawa) dari Kementerian PUPR unit pelayanan pengadaan wilayah Kepulauan Bangka Belitung Pokja ULP SNVT, dengan nomor kontrak: HK 0203-RSKK-SNVTPP-BB 01. Dengan waktu pelaksanaan 210 hari kalender, masa pemeliharaan 180 hari dengan kontraktor pelaksana PT Laris Trio Bersaudara dan konsultannya PT Daya Cipta Dianrancana dengan nilai proyek Rp12.750.000.000,- bersumber dari APBN 2018. (rb) 





Berikan Komentar

Sungailiat Lainnya
Sosialisasi di Utara Bangka, Pelajar Belinyu : Kuliah Sambil Kerja, STISIPOL P12 Aja
Sosialisasi di Utara Bangka, Pelajar Belinyu : Kuliah Sambil Kerja, STISIPOL P12 Aja
Jum'at, 09 November 2018 15:41 WIB
BELINYU -Tim Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) STISIPOL Pahlawan 12 Sungailiat mendatangi beberapa sekolah yang ada di Belinyu, Jumat pagi
Mulkan Minta Pengelola Keuangan Daerah Harus Jelas
Mulkan Minta Pengelola Keuangan Daerah Harus Jelas
Rabu, 07 November 2018 19:53 WIB
SUNGAILIAT- Bupati Bangka Mulkan menegaskan para kepala Organisasi Peragkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Bangka, agar dapat mengelola keuangan dengan
Pesan Terakhir Pak HK Junaidi, Buk Mimi : Kami Terima Dengan Ikhlas
Pesan Terakhir Pak HK Junaidi, Buk Mimi : Kami Terima Dengan Ikhlas
Selasa, 30 Oktober 2018 12:38 WIB
SUNGAILIAT - Suasana duka menyelimuti kediaman anggota DPRD Babel HK Junaidi di Jalan Depati Bahrin, Kecamatan Sugailiat, Bangka, Selasa
Syahbudin Tinjau Pabrik Tapioka Terbesar di Indonesia
Syahbudin Tinjau Pabrik Tapioka Terbesar di Indonesia
Jum'at, 26 Oktober 2018 12:51 WIB
PUDINGBESAR - Wakil Bupati (Wabup) Bangka, Syahbudin, S.I.P., meninjau Pabrik Tapioka PT. Sinar Baturusa Prima (SBP) di Desa Puding Besar,