Sekretaris Diknas Bangka Dituding Monopoli Paket Pengadaan


Sekretaris Diknas Bangka Dituding Monopoli Paket Pengadaan

SEKRETARIS Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka, berinisial SJ dikabarkan sempat menjadi topik perbincangan di Internal Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka.

Pasalnya, SJ selaku sekretaris dinilai oleh rekan sejawatnya adalah sosok yang serakah. Hal ini pernah diungkapkan oleh salah satu staf Diknas Kabupaten Bangka di hadapan peserta rapat internal di lingkup Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka.

Serakah yang dimaksud staf Diknas tersebut yakni, antara lain dalam hal penggunaan kendaraan dinas. SJ selain telah mendapat mobil dinas, dia juga membawa pulang motor dinas ke rumahnya.

"Padahal motor dinas untuk peruntukan esolon IV dan masih banyak staf di Diknas yang memerlukan motor dinas itu untuk operasional. Tapi karena memanfaatkan jabatannya SJ ini justru membawa pulang motor dinas ke rumahnya," ungkap salah satu sumber di internal Diknas Kabupaten Bangka.

Tidak hanya motor dinas, kata sumber, soal tenaga honorer, SJ dengan jabatannya sebagai Sekretaris Diknas dan memanfaatkan kedekatannya dengan Bupati Bangka SJ sukses mengangkat menantunya berinisial Sf lulusan Akbid sebagai tenaga honorer di bagian GTK Diknas Kabupaten Bangka pada tahun 2016.

"Lalu kemudian di tahun 2017 SJ kembali sukses mengangkat keponakan dari suaminya  berinisial St sebagai tenaga honorer diperbantukan di bagian bendahara. Padahal kepala BKD Kabupaten Bangka, Surtan M Amin telah menyatakan sejak tahun 2015 tidak ada lagi pengangkatan tenaga honorer di lingkungan Pemda," beber sumber.

Juga tak kalah hebatnya, sebagai sekretaris Diknas Kabupaten Bangka, ketika SJ ditunjuk selaku Pejabat Pembuat Komitmen untuk beberapa proyek pengadaan di Diknas tahun 2016, hampir keseluruhan proyek pengadaan termasuk pengadaan genset, pengadaan komputer kantor, AC dan Percetakan Dokumen yang nilainya ratusan juta dimonopoli oleh perusahaan anak kandungnya berinisial G.

"Padahal dalam Perka LKPP para pihak yang mempunyai hubungan darah dilarang keras dalam proses pengadaan. Tapi SJ dengan anak kandungnya berinisial G selaku direktur perusahaan menguasai hampir keseluruhan pengadaan di Diknas yang nilainya ratusan juta rupiah. Ini adalah bentuk keserakahan dan sudah masuk kategori tindak pidana korupsi yang harus diusut tuntas," pungkasnya.

Sementara itu, sekretaris Dinas Pendidikan (Diknas) Kabupaten Bangka, SJ ketika dikonfirmasi di kantornya tak menampik terkait kabar tersebut. Namun dia berdalih apa yang dilakukan itu ada alasan tersendiri. 

"Memang benar kabar itu. Sebelumnya memang ada seorang staf membeberkan di hadapan peserta rapat waktu itu soal kabar tersebut. Saya tau orangnya," akunya kepada wartawan, Kamis (8/2/2018). Namun tudingan tersebut menurut dia punya alasan tersendiri.

"Memang benar saya mendapat mobil dinas untuk dibawa pulang. Tapi karena sopir saya rumahnya jauh maka kalau sore hari ada kegiatan tentunya saya tidak menggunakan mobil sebab rumah sopir kan jauh kasian dia maka saya pakailah motor dinas dan motor itu saya bawa pulang ke rumah. Itu kan motor dinas juga nganggur kok di kantor dak ada yang makai," dalihnya.

Soal pengangkatan menantunya dan keponakan suaminya sebagai tenaga honorer di Diknas. SJ berdalih kalau pengangkatan tersebut sebagai rasa kepeduliannya.

"Sebenarnya bukan pengangkatan. Kebetulan saja saat itu ada tenaga honor yang berhenti dan saat itu juga ada salah satu keluarga saya belum bekerja. Ya rasa prihatin, lalu saya pun menghadap pak Kadis sehingga Stefani itu di terima. Demikian juga Sinta, saya menghadap Pak Kadis karena ada yang keluar akhirnya Sinta juga diterima sebagai honor. Jadi bukan karena kedekatan saya dengan Pak Bupati," katanya.

Disinggung soal paket pengadaan yang banyak dimonopoli oleh perusahaan yang dimiliki oleh anaknya sementara dirinya selaku PPK. SJ kembali berdalih kalau hal itu diperbolehkan.

"Lah, saya jadi PPK kan ditunjuk oleh bagian pengadaan dan mereka bilang itu tidak ada masalah kok. Yang penting kan sesuai speknya," tukasnya. (don)





Berikan Komentar

Sungailiat Lainnya
Mulkan  : Pilih Sesuai Dengan Hati Nurani
Mulkan : Pilih Sesuai Dengan Hati Nurani
Rabu, 17 April 2019 10:32 WIB
SUNGAILIAT Bupati Bangka Mulkan bersama istri , Yusmiarti Mulkan mengunakan hak suaranya pada Pemilu serentak 2019, di TPS 11
Bupati & Forkopimda Bangka Tinjau Persiapan TPS
Bupati & Forkopimda Bangka Tinjau Persiapan TPS
Selasa, 16 April 2019 16:46 WIB
SUNGAILIAT - Jelang Pemilu Serentak 17 april 2019, Bupati Bangka, Mulkan bersama Wakil Bupati Syahbudinmeninjau langsung persiapan sejumlah
KPU Bangka Musnahkan 20.288 Lembar Surat Suara
KPU Bangka Musnahkan 20.288 Lembar Surat Suara
Selasa, 16 April 2019 15:59 WIB
SUNGAILIAT - Sebanyak 20.288 surat suara Pemilu 2019 , dimusnahkan oleh KPU Bangka, Selasa (16/4), bertempat di Gedung Diklat Pemkab
Aktivitas Tambang Bukit Kelayang Masih Membandel
Aktivitas Tambang Bukit Kelayang Masih Membandel
Senin, 15 April 2019 18:08 WIB
BAKAM - Aktivitas tambang Inkonvensional pasir timah dengan sistem rajuk di seputaran Daerah Aliran Sungai (DAS) Desa Bukit Layang, Kecamatan