Pembentukan Bangka Utara, Masyarakat Belinyu Harus Mendukung


Pembentukan Bangka Utara, Masyarakat Belinyu Harus Mendukung

BELINYU - Rencana pembentukan kabupaten baru yakni Bangka Utara sudah terdaftra di Kemendagri RI. Sehingga untuk percepatan proses pembentukan ini, Bupati Bangka Ir. H. Tarmizi H. Saat meminta dukungan kepada seluruh lapisan masyarakat Belinyu untuk turut andil dan berperan serta dalam pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Bangka Utara.

Untuk itu Bupati Bangka Ir H Tarmizi H Saat pada Senin (5/2) pagi, mengadakan diskusi di Warung Makan Mink Cafe, Belinyu. Diskusi ini dihadiri oleh seluruh ASN pemerintah Kabupaten Bangka yang asli kelahiran Belinyu, serta anggota DPRD Bangka dapil Belinyu dan Riau Silip.

Turut juga hadir wakil Bupati Bangka Drs Rustamsyah yang merupakan putra asli Belinyu, Ruri Jumar Saef yang merupakan staf khusus Tim Nawacita dan lembaga kajian kebijakan strategi Presiden RI.

Pada kesempatan ini Bupati H Tarmizi mengatakan, untuk mewujudkan cita-cita masyarakat Belinyu dalam pembentukan Bangka Utara ini, maka seluruh masyarakat Belinyu dan Riau Silip harus berpartisipasi dan mengambil andil. Hal ini dikarenakan dalam pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) harus memenuhi ketentuan dan persyaratan sesuai Undang-Undang Dasar 1945.

"Dalam pembentukan Bangka Utara ini harus memenuhi persyaratan-persyaratan, baik persyaratan administratif, persyaratan teknis, dan fisik ke wilayahan. Dan untuk mewujudkan pembentukan Bangka Utara ini semua perlu dukungan seluruh masyarakat Belinyu dan Riau Silip untuk memenuhi persyaratan-persyaratan itu," jelas Bupati Bangka.

Bupati juga menegaskan, bahwa pertemuan yang dilakukan ini tidak ada unsur politik. Sehingga dirinya berharap kepada seluruh lapisan masyrakat Belinyu dan Riau Silip untuk bergerak bersama demi tercapainya pembentukan DOB Bangka Utara.

"Demi Allah ini tidak ada sangkut pautnya dengan Pilkada, karena saya hadir disini karena perintah langsung dari Bapak Gubernur dan diminta untuk memfasilitasi rencana pembentukan Bangka Utara. Dan secara birokrasi sudah tugas saya untuk melakukan itu dalam memenuhi persyaratan administrasi," tegas Bupati Bangka.

Bupati juga berharap kepada seluruh lapisan masyrakat Belinyu dan Riau Silip untuk berpikir positif serta tidak menyangkut pautkanya dengan unsur-unsur politik, sehingga rencana pembentukan Daerah Otonomi baru Bangka Utara dapat terwujud. Sementara Gubernur Bangka Belitung H Erzaldi Rosman mengatakan memang sudah ada lampu hijau untuk membentuk daerah otonomi baru, tapi sekarang ini masih ada moratorium.

“Ada beberapa desakan dari daerah dan mungkin akan dipenuhi pemerintah pusat, seperti Papua, Sulawesi dan Kalimantan. Namun ini semua tidak terlepas dari keaktifan tim perjuangan pemekaran itu sendiri,” kata Erzaldi saat audiensi dengan Tim Forum Masyarakat Bangka Utara (FMBU), belum lama ini.

Erzaldi meminta Tim FMBU harus terus bersemangat dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat ini, jangan sampai nanti lep nyer lep nyer (timbul tenggelam, red), sehingga pemerintah pusat tidak melihat adanya aspirasi ini. “Ikak ne (Bangka Utara, red) lah layak jadi kabupaten, infrastruktur sudah mendukung untuk menjadi kabupaten. Saya sangat mendukung sepenuhnya,” teriak Erzaldi dengan penuh semangat mengebu-gebu.

Menurutnya, melihat perkembangan di pusat sebenarnya Kabupaten Bangka Utara bisa cenderung diterima pemerintah pusat, karena cuma ada satu usulannya dari Provinsi Bangka Belitung.

“Siapa yang tidak mendukung perjuangan ini nanti rakyat yang akan menghukumnya. Kalau ada pihak-pihak yang meragukan dan melecehkan perjuangan pembentukan Kabupaten Bangka Utara jangan diretak (jangan dipedulikan, red). Sudah nya kalau jadi Bangka Utara, nya lah yang duluan ingin jadi bupatinya,” imbuh Erzaldi.

Dikatakannya sekarang ini masalahnya kekurangan jumlah kecamatan, nanti akan dikoordinasikan dengan bagian pemerintahan di Kabupaten Bangka, mana kecamatan-kecamatan yang bisa dimekarkan dalam rangka membentuk Kabupaten Bangka Utara ini.

“Ku sampai saat ini belum tau bagaimana konsepnya, misalnya Sungailiat jadi kotamadya, lalu ibukota Kabupaten Bangka dipindahkan ke Belinyu, maka selesai lah masalahnya. Nanti akan didiskusikan secara teknis oleh bagian pemerintahan, konsep mana yang lebih besar peluangnya, nanti urusan politisnya akan saya bicarakan dengan pak Bupati Bangka,” janji Erzaldi.(rel)





Berikan Komentar

Sungailiat Lainnya
Pro Kontra KIP Matras, DPRD Bangka Resah, Bupati Dilema
Pro Kontra KIP Matras, DPRD Bangka Resah, Bupati Dilema
Minggu, 29 Desember 2019 01:11 WIB
SUNGAILIAT - Pro kontra Kapal Isap Produksi (KIP) di perairan Matras, Sungailiat, sejak beberapa pekan terakhir membuat ketua DPRD Bangka,
Dukung DOB Bangka Utara, Rudianto Tjen Siap Lobi Pemerintah Pusat
Dukung DOB Bangka Utara, Rudianto Tjen Siap Lobi Pemerintah Pusat
Minggu, 22 Desember 2019 19:05 WIB
SUNGAILIAT - Pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan yang juga anggota DPR RI, dapil Bangka Belitung, Ir Rudianto Tjen
Kajari dan APDESI Bangka Kumpul Makan Durian
Kajari dan APDESI Bangka Kumpul Makan Durian
Selasa, 17 Desember 2019 19:25 WIB
SUNGAILIAT - Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Bangka, Rielke Jefri Huwae mengelar sirahturahmi bersama Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi)
BUPATI BANGKA RAIH 3 PENGHARGAAN INDONESIAN ROAD SAFETY AWARD 2019 DARI KEPALA BAPPENAS
BUPATI BANGKA RAIH 3 PENGHARGAAN INDONESIAN ROAD SAFETY AWARD 2019 DARI KEPALA BAPPENAS
Selasa, 17 Desember 2019 19:16 WIB
JAKARTA - Setelah memalui proses seleksi, kompetisi dan penjurian yang sangat ketat, akhirnya Pemkab Bangka ditetapkan sebagai pemenang