Tolak KIP Warga Jaga Perairan Rambat


Tolak KIP  Warga Jaga  Perairan Rambat

SIMPANG TERITIP- Ratusan perwakilan warga dari beberapa desa di Kecamatan Simpang Teritip yakni desa Rambat,  Air Nyatoh,  dusun Tungau, Peradong, Pelangas berkumpul di tepi pantai perairan laut Rambat, pada Jumat (29/9) siang kemarin.
    Kedatangan dari beberapa warga tersebut, menolak selaligus mengawasi kabar dan rencana masuknya empat Kapal Isap Produksi (KIP) yang akan beroperasi di perairan Rambat Kecamatan Simpang Teritip kabupaten Bangka Barat. 

    Kapolres Bangka Barat AKBP hendro Kusmayadi S.IK beserta personilnya turun memantau situasi dititik kumpul masyarakat di pantai Rambat, selain itu tampak perwakilan Pemkab Babar diwakili Asisten M Soleh.

    Camat Simpang Teritip Sumardi, mengatakan adanya titik kumpul sejumlah perwakilan warga di perairan Rambat ini sebagai bentuk penolakan warga dan nelayan menyusul kabar masuk dan beroperasinya KIP di perairan tes trsebut. 

    Sebab diakui Sumardi, sampai saat ini wacana masuknya empat KIP di perairan Rambat Belum disosialisakan dengan masyarakat. 

    " Bukan aksi cuma mereka berjaga jaga mana tau KIP tetap memaksa masuk maka masyarakat  mengunakan cara mereka sendiri. Karena dari dulu sudah saya sampaikan kalau masyarakat saya (Teritip-red)  menolak adanya KIP, ujar Sumardi saat di konfirmasi harian ini pada Jumat (29/9) sore. 

    Menurut Sumardi,  rekomendasi dan izin KIP yang rencananya beroperasi di perairan Rambat, Kecamatan Simpang Teritip di teken oleh Plt Gubernur Babel Yuswandi beberapa waktu lalu.

    Salah satu point perizinan yang dikeluakan dinas ESDM tersebut kata Sumardi izin ujicoba, sembari disosialisasikan kepada masyarakat.  Khususnya dipesisir pantai. 

    Menurut Sumardi Rekomendasi dan perizinan tersebut dikeluarkan Dinas ESDM Provinsi Bangka Belitung sebelum Erzaldi Rosman Dilantik sebagai Gubernur Babel.      
    Namun sampai saat ini belum ada sosialsiasi kepada masyarakat terkait wacana beroperasi Sejumlah KIP tersebut. 

    " Dia (KIP,red) uji coba baru, tetapi apabila ada sosialisasi kepada masyarakat setempat. Termasuk masyarakat pesisir pantai rambat,  tungau, air nyatoh, peradong tapi sosisalisasi itu tidak ada sama sekali,  tau tau sudah mau beroperasi, " kata Sumardi.
    Menurut Sumardi adanya penolakan masyarakat terkait rencana beroeparsi KIP tersebut telah disampaikan ke Gubernur Babel Erzaldi Rosman dan Bupati Bangka Barat H Parhan Ali. 

    Pasalya menurut Sumardi sampai saat ini sebagian besar warga pesisir di Kecamatan Simpang Teritip masih menggantungkan hidup dari hasil laut. 

    " Penolakan ini sudah disampaikan  warga ke gubernur dan bupati. Karena sampai saat ini mereka masih menggantungkan hidup dari hasil laut, " pungkas Sumardi saat di konfirmasi harian ini, Jumat (29/9) sore kemarin.(ray)





Berikan Komentar

Sungailiat Lainnya
Ela Mohon Keringanan Hukuman
Ela Mohon Keringanan Hukuman
Senin, 14 Oktober 2019 20:40 WIB
SUNGAILIAT - Sidang perkara dugaan memberikan keterangan palsu sebagaimana Pasal 242 KUHP, dengan terdakwa Susilawati alias Ela, kembali digelar
Terdakwa Ela Dituntut Tiga Bulan Penjara
Terdakwa Ela Dituntut Tiga Bulan Penjara
Senin, 07 Oktober 2019 16:09 WIB
SUNGAILIAT - Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Bangka, Mila Karmila, menuntut terdakwa Susilawati alias Ela dengan hukuman tiga bulan
Merasa Bersalah, Ela Ngaku Beri Keterangan Palsu
Merasa Bersalah, Ela Ngaku Beri Keterangan Palsu
Selasa, 01 Oktober 2019 22:30 WIB
SUNGAILIAT - Susilawati alias Ela (42), kini diduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Sungailiat sebagai terdakwa. Warga Sungailiat itu didakwa
Gubernur Pimpin Penanaman Bibit Mangrove  & Pelepasan Kepiting Bakau
Gubernur Pimpin Penanaman Bibit Mangrove & Pelepasan Kepiting Bakau
Jum'at, 27 September 2019 11:28 WIB
SUNGAILIAT - Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), H Erzaldi Rosman menghadiri penanaman bibit mangrove dan pelepasan ratusan bibit kepiting