Inovasi Pemkab Bangka Masuk Top 35


Inovasi Pemkab Bangka Masuk Top 35

SUNGAILIAT- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka melalui inovasi pelayanan publik (Sinovik) Dinas Kesehatan yakni “Nyaman Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) di Balik Kocokan Arisan Ibu” diundang Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) untuk berkompetisi di Tingkat Internasional di ajang United Nations Public Service Awards (UNPSA) The Hague Netherlands Belanda pada 22-23 Juni 2017.

    "Kita diundang untuk berkompetisi di tingkat internasional, khususnya sinoviks yang berhasil masuk Top 35," jelas Kepala Dinkes Bangka, dr. Then. Namun sebelum mengikuti kompetisi Internasional tersebut, Then menjelaskan, inovasi seluruh Indonesia yang masuk dalam Top 35 melakukan submit online UNPSA 2017 dalam Bahasa Inggris dari 21-28 Februari 2017 tentang proposal Sinovik lengkap dengan latar belakang, dampak positif, kendala, peluang replikasi dan data-data pendukung lainnya.

    Sinoviks ini terpilih karena tata cara penulisan proposal yang sangat baik, bahkan mendapat predikat Proposal dengan Penulisan Terbaik dan dampak dari kegiatan ini dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yaitu berupa kenyamanan buang air besar di jamban, penurunan angka kejadian diare serta menurunnya kejadian malaria, bahkan kita mencapai Eliminasi Malaria yang sudah dicanangkan pada tahun 2014.

Sinoviks yang lebih dikenal dengan sinoviks arisan jamban ini menceritakan tentang upaya-upaya maksimal Dinas Kesehatan beserta Tim Pokja AMPL Kabupaten Bangka dalam rangka perubahan perilaku tidak sehat masyarakat ke perilaku yang ber-PHBS. Jamban yang dibangun baik oleh Pemerintah maupun Swadaya Masyarakat tanpa adanya proses perubahan perilaku tidak akan berhasil, jamban cenderung tidak “dipakai” oleh masyarakat.

    Selain itu, sinoviks ini menceritakan terkait kesetaraan gender di Kabupaten Bangka, yakni arisan jamban yang dimotori oleh ibu-ibu, dikerjakan baik dari proses perencaanaan hingga kegiatan pembangunan jamban sederhana digerakkan dan dilaksanakan oleh mayoritas kaum perempuan. "Mengapa perempuan, karena kaum yang paling dirugikan dengan perilaku Buang air besar sembarangan adalah kaum perempuan, anak-anak dan kaum lanjut usia. Mereka dirugikan karena harus membuka aurat di tempat umum saat melakukan BABS, risiko digigit binatang berbisa, risiko dilecehkan dari segi seksual bahkan hingga risiko pemerkosaan," jelas Then lagi.

    Point lain keberhasilan sinoviks ini adalah terkait replikasi dan upaya keberlanjutannya. Arisan jamban yang diawali di desa Kapuk pada awal tahun 2011 telah direplikasi/dilaksanakan juga di desa-desa lainnya di Kabupaten Bangka dan juga di desa-desa di luar Kabupaten Bangka. Kabupaten di luar Bangka Belitung yang pernah berkunjung ke Kabupaten Bangka untuk mempelajari “Strategi Pelaksanaannya” adalah Kabupaten Muaraenim, Kabupaten Lahat Provinsi Sumatera Selatan serta Tim dari Jawa Tengah. Karena keberhasilan program ini tidak sesederhana sebuah “ARISAN JAMBAN” tapi ada strategi pendekatan yang Matang.(rel/rb)




Banner

Berikan Komentar

Sungailiat Lainnya
Miliki Riwayat Gangguan Paru, Warga Desa Jurung Positif Corona
Miliki Riwayat Gangguan Paru, Warga Desa Jurung Positif Corona
Jum'at, 18 September 2020 21:24 WIB
SUNGAILIAT - Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) pada hari ini Jumat (18/9/2020), bertambah lagi pasien terkonfirmasi positif Covid-19
 TNI AL-Polri Gandeng Laskar Pesisir Bangka Tanam Mangrove di Pantai Airkantung
TNI AL-Polri Gandeng Laskar Pesisir Bangka Tanam Mangrove di Pantai Airkantung
Kamis, 17 September 2020 19:45 WIB
SUNGAILIAT – TNI AL bersama Polri menggandengan Pemkab dan Ormas Laskar Pesisir Kabupaten Bangka menanam bibit magrove di pesisir pantai
Nelayan Minta Pemerintah Ambil Alih Pengerukan di Muara Air Kantung
Nelayan Minta Pemerintah Ambil Alih Pengerukan di Muara Air Kantung
Kamis, 17 September 2020 12:43 WIB
SUNGAILIAT – Nelayan pesisir meminta pemerintah untuk segera mengambil alih proses kegiatan normalisasi dan pengerukan limbah pasir di pesisir Air
Polres Bangka Ungkap Cinta Segitiga Berujung Maut
Polres Bangka Ungkap Cinta Segitiga Berujung Maut
Selasa, 15 September 2020 20:14 WIB
SUNGAILIAT - Kasus terbunuhnya inisial EK (30), warga Kelurahan Surya Timur, Kabupaten Bangka terungkap. Motifnya cinta segitiga.Polres Bangka, Selasa (15/09/2020)