Bangka Ternyata Swasembada Beras


Bangka Ternyata Swasembada Beras

SUNGAILIAT - Sektor pertanian dan perkebunan di Kabupaten Bangka di masa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Bangka Tarmizi Saat dan Wakil Bupati Rustamsyah terus mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Salah satu contohnya cetak sawah yang ada di Kabupaten Bangka.

    Bahkan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bangka, Kemas Arfani Rahman mengungkapkan bahwa Bangka ternyata sudah swasembada pangan. Hal ini dapat kita lihat dari hasil beras yang dihasilkan dari pertanian masyarakat Bangka berupa padi sawah dan ladang. "Kita swasembada beras, namun data yang kita punyai tidak masuk di Badan Pusat Statistik (BPS), seperti data luas lahan, dan sebagainya, sehingga tidak bisa diklaim," ungkap Kemas, pekan kemarin.

    Lebih lanjut Kemas mengatakan, indikator swasembada beras ini bisa dikatakan, karena untuk di Kabupaten Bangka saja, sudah luas cetak sawahnya, realisasi tanam cukup besar, dan hasilnya panennya cukup menjanjikan. "Kita sudah realisasi tanam padi 5632 hektar, dan hal tersebut, kita nomor dua se-provinsi Bangka Belitung, dan sempat nomor satu menyalip Kabupaten Bangka Selatan. Data terakhir, kita selisih 200 hektar," ungkap Kemas

    Untuk itu, terang Kemas, pengolahan data pertanian khusus beras ini harus benar dan valid. Dengan swasembada beras Bangka, diharapkan Kemas diimbangi juga dengan pengolahan data yang benar dan diakui.  "Kita tidak mau ada kejadian seperti kemarin, harus ada data masuk ke BPS, sehingga bisa diakui secara resmi dan diakui, sementara data kita tidak masuk kemarin itu, padahal nyatanya kita sudah cetak sawah besar, realisasi tanamnya juga besar. Kita swasembada beras, dan itu harus kita pertahankan dan tingkatkan lebih intens lagi," tukas Kemas.

     Sementara menurut Bupati Bangka Tarmizi Saat, dalam tujuh bulan terakhir ini, Kabupaten Bangka telah mencetak areal persawahan sekitar 2200 hektare. Dikatakan bupati, persawahan yang ada di Bangka termasuk yang terbesar di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). "Diharapkan dengan kerjasama ini, produktivitas hasil pertanian termasuk padi ini dapat meningkat dan memberikan kontribusi yang baik juga untuk masyarakat," jelas bupati.

    Selain itu juga, bupati mengharapkan desa-desa yang lain juga terus meningkatkan areal persawahan dan perladangan seperti di desa Pangkal Niur, Tanah Bawah, Kemuja dan lainnya. "Kita ingin pertanian yang tangguh dapat terus diwujudkan dan menjadi indikator untuk Babel," jelasnya di sela-sela panen padi ladang dan penandatanganan MoU antara Badan Pengembangan Penelitian Kementerian Pertanian dan Pemerintah Kabupaten Bangka.(rb)





Berikan Komentar

Sungailiat Lainnya
171 Mahasiswa IAIN SAS Babel ikuti Pembekalan KKN
171 Mahasiswa IAIN SAS Babel ikuti Pembekalan KKN
Jum'at, 21 Februari 2020 10:15 WIB
SUGAILIAT - Sebanyak 171 mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) SAS Babel, mengikuti pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Aula
Pro Kontra KIP Matras, DPRD Bangka Resah, Bupati Dilema
Pro Kontra KIP Matras, DPRD Bangka Resah, Bupati Dilema
Minggu, 29 Desember 2019 01:11 WIB
SUNGAILIAT - Pro kontra Kapal Isap Produksi (KIP) di perairan Matras, Sungailiat, sejak beberapa pekan terakhir membuat ketua DPRD Bangka,
Dukung DOB Bangka Utara, Rudianto Tjen Siap Lobi Pemerintah Pusat
Dukung DOB Bangka Utara, Rudianto Tjen Siap Lobi Pemerintah Pusat
Minggu, 22 Desember 2019 19:05 WIB
SUNGAILIAT - Pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan yang juga anggota DPR RI, dapil Bangka Belitung, Ir Rudianto Tjen
Kajari dan APDESI Bangka Kumpul Makan Durian
Kajari dan APDESI Bangka Kumpul Makan Durian
Selasa, 17 Desember 2019 19:25 WIB
SUNGAILIAT - Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Bangka, Rielke Jefri Huwae mengelar sirahturahmi bersama Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi)