Pelaku Pariwisata Prediksi Terjadi Tsunami Kecil


Pelaku Pariwisata Prediksi Terjadi Tsunami Kecil

    SUNGAILIAT - Pelaku pariwisata Bangka Belitung (Babel) Sian Soegito memprediksi akan terjadi tsunami kecil di Pulau Bangka jika angin barat sudah tiba. Prediksi ini dikatakan dirinya, saat menjawab pertanyaan wartawan terkait masih banyaknya kapal isap yang beroperasi di Pulau Bangka. Menurut Sian, saat ini PT Pulomas sedang membuka jalur untuk pantai ke Nelayan 2. Jika itu benar-benar terjadi, maka dipastikan tsunami kecil terjadi.

    "Ada warga yang tanahnya sudah hilang. Tinggal suratnya saja. 200 meter lebih terkuras," kata Sian, di Parai Beach Resort & Spa, Sungailiat, kemarin (12/10). Menurut dia, sebagai pelaku pariwisata, apa yang dilakukan pihaknya untuk mempromosikan Babel ke luar daerah seakan percuma dan terganggu lantaran sampai saat ini, kapal isap di laut Bangka masih beroperasi. "Tentu sangat ganggu. Percuma," jelasnya. 

    Ia mencontohkan, penangkaran penyu yang dilakukan dirinya di Pantai Tongachi menjadi sia-sia. Selalu saja ada penyu yang mati lantaran air laut yang mulai tercemar. Padahal kata dia, dalam sebulan dirinya harus mengeluarkan kocek mencapai Rp 25 juta. "Ini nyesek," tegasnya. "Masalah KIP perih rasanya, capek! Saya tidak tahu harus bagaimana lagi," sambung Sian.

    Sian mengisahkan bagaimana ia mendapatkan telur penyu. Dimana ia bersama pegawainya berjuang hingga ke Pulau Torti dengan kapal hanya demi mendapatkan telur penyu untuk ditetaskan di penangkaran miliknya. "Tapi hanya 15 persen penyu yang hidup," jelasnya. Untuk itu, ia berharap, ada solusi terkait hal tersebut. Ia menyadari penambangan sudah ada sejak zaman Belanda. "Saya kira perlu duduk bersama untuk hal ini," ucapnya. 

    Senada, General Manager Parai Beach Resort & Spa Anton Katim menyatakan pihaknya tetap tidak setuju terhadap kapal isap di sektor pariwisata. Namun Anton menolak berkomentar lebih jauh terkait hal tersebut lantaran bukan kewenangannya. "KIP saya tidak bisa mencampuri. Kami hanya ingin meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Parai bisa datang dari sisi darat, laut dan lain untuk meningkatkan kunjungan pariwisata daerah," kata Anto.

    Sementara, Sekda Bangka Fery Insani menegaskan hingga saat ini Pemkab Bangka belum mengeluarkan izin pengerusukan Nelayan 2. "Belum ada surat terkait hal itu. Saya sempat ditanya warga di warung kopi. Tapi saya tegaskan belum ada izinnya," tegas Fery.        

    Terkait kapal isap, pihaknya mengajak sekda provinsi untuk duduk bersama. "Saya tidak bermaksud melemparkan persoalan KIP. Tidak ada kegiatan yang tidak menimbulkan dampak. Cuma dampak itu apakah bisa dimilimalisir. Orang Bangka cukup bijak tidak frontal. Secara sadar kita perlu berangsur meninggalkan pertambangan tetapi harus disiapkan secara pelan-pelan. Kita harus punya konsep untuk itu," kata Fery.

    Sekda Babel, Yan Megawandi mengajak semua pihak untuk duduk bersama. Menurut Yan, diperlukan  kesepakatan bersama untuk dapat menentukan zonasi mana yang bisa ditambang atau tidak. "Zonasinya harus jelas," ucapnya. Ia mengakui, pantai di lintas timur Pulau Bangka memang eksotis namun didaerah tersebutlah mineral timah sangat melimpah. "Oleh karena itu diperlukan duduk bersama untuk mencari solusi," tutupnya.

    Disisi lain, Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pujiastuti ikut menolak keras kehadiran Kapal Isap Produksi (KIP) Kamila di peraian laut Pering, Kecamatan Kelapa Kampit, Kabupaten Belitung Timur (Beltim). Bahkan, Menteri Susi dalam pembicaraannya tak sabar ingin melihat langsung keberadaan KIP di wilayah IUP PT Kampit Tin Utama tersebut.

    Penolakan keras Menteri Susi itu disampaikan Anggota Komisi I DPRD Belitung Timur (Beltim), Koko Haryanto. Dari informasi yang didapat Koko, Menteri Susi langsung mengadakan rapat dengan jajarannya bersama Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) di Kementerian Kelautan Perikanan, Jakarta. 

    Ketua fraksi PBB DPRD Beltim yang selama ini menolak hadirnya kapal isap, langsung merespon tanggapan positif Menteri Kelautan dan Perikanan tersebut. Ia pun yakin Menteri Susi yang selama ini terkenal dengan ketegasannya itu. "Minimal dihancurkannya kapal-kapal yang berulah tidak sewenang wenang, dan tidak aneh jika kapal asing pun ikut di bom oleh Menteri Susi," kata Koko. Menurut Koko, kali ini bukan tidak mungkin Menteri Susi juga akan membuat gempar laut Babel, khususnya Perairan Beltim. Pastinya Menteri Susi akan gerah jika laut dirusak. Oleh karenanya, KIP tidak boleh jalan dan harus dihentikan. 

    “Menteri Susi menegaskan jika sampai ini jalan (KIP), maka ia mengambil langkah lebih tegas lagi,” terang Koko. Kata Koko, KIP itu diketahui sudah lama menduduki perairan laut Pering Beltim. Segala bentuk pengusiran dan penolakan pun sudah sering disampaikan, bahkan oleh dua Bupati di Pulau Belitung. Bupati Kabupaten Belitung Sahani Saleh dan Bupati Beltim Yuslih Ihza sudah pernah membuat perjanjian untuk menolak segala bentuk di laut Pulau Belitung. Selain itu, Bupati Beltim sudah berkirim surat kepada Gubernur Babel untuk mencabut IUP PT Kampit Tin Utama dan menolak KIP di wilayah perairan Beltim. 

    Koko menambahkan, pada Jumat mendatang akan dilaksanakan aksi damai di pantai Senggaran Kelapa Kampit yang bersebelahan dengan Pantai Pering, tempat kapal yang bernamakan KM.Kamilah itu melegokan jangkarnya.  "Aksi damai ini guna mengusir kapal Isap yang masih berada di perairan pering. Bukan hanya mengusir saja, namun akan menolak selama lamanya keberadaan tambang laut di laut Belitong," tutup Koko.(rul)





Berikan Komentar

Sungailiat Lainnya
Tiga Pejabat Disporpora Bangka  Diperiksa Jaksa Penyidik
Tiga Pejabat Disporpora Bangka Diperiksa Jaksa Penyidik
Rabu, 23 Oktober 2019 09:13 WIB
SUNGAILIAT - Jaksa penyidik Kejari Bangka melakukan pemeriksaan terhadap tiga pejabat Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Dinporpora) setempat, dalam
Ela Divonis 3 Bulan Penjara
Ela Divonis 3 Bulan Penjara
Selasa, 22 Oktober 2019 16:13 WIB
SUNGAILIAT - Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bangka, menjatuhkan vonis 3 bulan kurungan terhadap terdakwa Mila Karmila alias
Ela Mohon Keringanan Hukuman
Ela Mohon Keringanan Hukuman
Senin, 14 Oktober 2019 20:40 WIB
SUNGAILIAT - Sidang perkara dugaan memberikan keterangan palsu sebagaimana Pasal 242 KUHP, dengan terdakwa Susilawati alias Ela, kembali digelar
Terdakwa Ela Dituntut Tiga Bulan Penjara
Terdakwa Ela Dituntut Tiga Bulan Penjara
Senin, 07 Oktober 2019 16:09 WIB
SUNGAILIAT - Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Bangka, Mila Karmila, menuntut terdakwa Susilawati alias Ela dengan hukuman tiga bulan