100 Kampung Pintar di Babel Akan Bantu Atasi Penyalahgunaan Narkoba


100 Kampung Pintar di Babel Akan Bantu Atasi Penyalahgunaan Narkoba

PANGKALPINANG - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel) sangat mendukung atas terbentuknya 100 kampung pintar, 1.000 relawan, dan 10.000 keluarga pintar di Babel yang dibentuk oleh Forum Komunikasi Lembaga kesejahteraan Sosial Narkoba, Psikotropika, dan Zat Adiktif (FK LKS NAPZA).

Hal itu ditegaskan oleh Plt. Dinsos Babel Yanuar mewakili Gubernur Erzaldi dalam acara Pencanangan 100 Kampung Pintar dan Pengukuhan Pengurus Daerah FK LKS NAPZA Prov. Babel periode 2020–2023 di Gedung Mahligai Rumah Dinas Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Senin (21/12/20).

“Kita pemerintah provinsi tentunya sangat mendukung khususnya dinas sosial. Kami sebenarnya akan memberikan bantuan yang banyak untuk mendukung kegiatan ini, tapi saat ini anggaran kita sangat terbatas, anggaran kita dipotong hampir 50 persen untuk penanganan covid,“ ujarnya.

Saat ini dengan meningkatnya jumlah lembaga rehabilitasi sosial sebagai Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) dapat meningkatkan jumlah lapor korban penyalagunaan NAPZA untuk direhabilitasi dan untuk menunjang IPWL ini diperlukan dukungan operasional.

Ketua FK LKS NAPZA Pusat Junaidi mengatakan, program LKS NAPZA didukung dalam rangka mendukung program pemerintah  gerakan nasional rehabilitasi 100.000 pecandu narkoba.

“Program ini dicanangkan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo tahun 2016 karena, pencandu narkoba meningkat pesat sehingga ditetapkan oleh presiden bahwa Indonesia darurat narkoba. LKS NAPZA hadir untuk menanggulangi pecandu narkoba,” ujarnya.

Oleh sebab itu LKS NAPZA bermitra dengan instansi terkait, baik instansi pemerintah, swasta, dan BUMN untuk menolong masyarakat dari bahaya narkotika.

“Melalui 100 kampung, 1.000 relawan, dan 10.000 keluarga pintar di Babel dengan harapan pecandu tersebut bisa sadar, pulih, dan takut dengan narkoba,“ ungkapnya.

Dian Otorini Ketua IPWL sekaligus Ketua LKS NAPZA Babel mengungkapkan, tujuan kegiatan ini untuk membangun sinergi kepada pemerintah dan masyarakat untuk membangun kepedulian terhadap pengaruh penyalagunaan narkoba baik tingkat nasional maupun di Babel karena, seiring perjalannan waktu, penyalahgunaan narkoba terus meningkat.

“Penyalagunaan narkoba saat ini terjadi dimulai dari anak–anak. Mereka sudah mengenal zat adiktif, minuman keras, merokok, minuman oplosan,” ujarnya.(kominfobabel/rb)





Berikan Komentar

Pangkalpinang Lainnya
787 Orang di Babel Masih Jalani Isolasi
787 Orang di Babel Masih Jalani Isolasi
Rabu, 24 Februari 2021 20:07 WIB
PANGKALPINANG – Sebanyak 787 pasien positif virus corona (Covid-19) tengah menjalani isolasi dan karantina pada Selasa (23/2/2021). Dengan demikian, orang
Tingkat Kepatuhan 3M Warga Babel Sangat Rendah
Tingkat Kepatuhan 3M Warga Babel Sangat Rendah
Senin, 22 Februari 2021 22:08 WIB
PANGKALPINANG - Tingkat kepatuhan masyarakat dalam menjaga jarak dan menghindari kerumunan di tempat kerumunan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel)
"Kami Dijamin Pak Gubernur"
"Kami Dijamin Pak Gubernur"
Kamis, 18 Februari 2021 09:09 WIB
SIMPANG KATIS - Puluhan sapi berjejer rapi. Perawakan padat berisi. Semua tampak sehat dan segar. Sulit untuk tidak berdecak kagum
Wisma Ranggam dan Pesanggrahan Menumbing jadi target Cagar Budaya Nasional
Wisma Ranggam dan Pesanggrahan Menumbing jadi target Cagar Budaya Nasional
Kamis, 18 Februari 2021 09:07 WIB
AIR ITAM - Wisma Ranggam dan Pesanggrahan Menumbing, merupakan bangunan bersejarah kebanggaan masyarakat Bangka Belitung yang berada di Muntok, Kabupaten