Tambang Tidak Lagi Menjadi Primadona di Babel


Tambang Tidak Lagi Menjadi Primadona di Babel

PANGKALPINANG – Seperti diketahui, timah sudah menjadi leading sektor di Babel lebih dari 300 tahun lalu. Namun, Gubernur Erzaldi Rosman dalam talkshow bersama Berita Satu yang bertajuk “60 minutes with Erzaldi Rosman” mengatakan bahwa Babel  tidak bisa sepenuhnya bergantung kepada pertambangan, mengingat tambang merupakan sumber daya yang bisa habis dan tidak bisa diperbaharui.

Dalam penjelasannya, apabila tambang sudah habis, maka penggantinya tidak ada. Selain itu, pemerintah pun akan mengalami tantangan yang besar dan sulit dalam mengelola kawasan yang rusak sebagai akibat dari penambangan. Gubernur Erzaldi berusaha mencari solusi dari pertambangan yang bisa memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.

“Bagaimana kita bisa mengoptimalkan dari sisa-sisa tambang ini? Betul-betul dapat memberikan solusi bagi kesejahteraan masyarakat Bangka Belitung ke depannya. Makanya, di pertengahan jalan ini, tambang sudah tidak menjadi primadona,” ujarnya.

Sebagai pengganti dari pertambangan, maka Pemprov. Kepulauan Bangka Belitung sudah mentransformasikan dari tambang menuju ke pariwisata. Pariwisata merupakan sektor menjanjikan yang dapat menghasilkan efek berganda (multiplier effect). 

Beberapa hal yang bisa menjadi multiplier effect dari pariwisata apabila dapat dikelola dengan sangat baik di antaranya adalah pertanian, perikanan, Usaha Mikro Kecil Dan Menengah (UMKM). 

“Multiplier effect bisa menjadi suatu kekuatan besar kalau kita pandai memanagenya, yang akan memberikan dampak dua hingga tiga kali lipat dari sektor pertambangan,”jelasnya.

Saat ini, Bangka Belitung sudah diputuskan oleh pemerintah pusat menjadi salah satu tujuan pariwisata prioritas Indonesia. Berdasarkan rilis Kementerian Pariwisata RI. Sepuluh tempat yang masuk menjadi tujuan pariwisata, diharapkan mampu mendatangkan wisatawan mancanegara ke Indonesia.

Sejak tahun 2017, pemprov sudah memfokuskan ke arah pariwisata dan mulai mengintegrasikan dengan sektor-sektor lainnya. Ditambah konektivitas antara Bangka dan Belitung pun lebih diperkuat agar para wisatawan dapat melakukan eksplorasi keindahan Bangka Belitung sehingga memperpanjang masa tinggalnya.

“Karena Babel ini memiliki 950 pulau. Di antara dua pulau utama Bangka dan Belitung masih banyak yang bisa dieksplor. Saat ini baru 50 pulau yang ditempati dan yang belum ditempati itu masih banyak tempat-tempat yang indah,” ujar Gubernur Erzaldi.
 
Disampaikan Gubernur Erzaldi, di masa pandemi ini Babel termasuk di antara lima provinsi yang difokuskan oleh pemerintah untuk membuka pariwisatanya lebih awal. “Karena di Babel ini sangat terkenal sekali pariwisata yang sifatnya outdoor, sehingga lebih mudah memanage pariwisata outdoor,” pungkasnya.(kominfobabel/rb)




Banner

Berikan Komentar

Pangkalpinang Lainnya
UBB Gelar Kuliah Umum Online Bahas Tentang Pendidikan Pasca Pandemi
UBB Gelar Kuliah Umum Online Bahas Tentang Pendidikan Pasca Pandemi
Selasa, 15 September 2020 21:21 WIB
PANGKALPINANG - Dalam rangka menyambut mahasiswa baru tahun akademik 2020/2021, Universitas Bangka Belitung menyelenggarakan kuliah umum online yang mengangkat tema
Pejabat di Lingkup Pemprov Babel Lakukan Pemeriksaan Kesehatan
Pejabat di Lingkup Pemprov Babel Lakukan Pemeriksaan Kesehatan
Senin, 14 September 2020 12:44 WIB
AIR ANYIR - Dalam rangka memastikan kondisi kesehatan pimpinan yang ada di Lingkungan Pemprov Kepulauan Bangka Belitung (Babel), dilakukan pemeriksaan
Permudah Wajib Pajak, Pemprov Babel Lakukan Beragam Inovasi
Permudah Wajib Pajak, Pemprov Babel Lakukan Beragam Inovasi
Senin, 14 September 2020 12:42 WIB
PANGKALPINANG - Guna memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Bangka Belitung yang ingin membayar pajak kendaraan bermotor, Pemprov. Kepulauan Bangka Belitung
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Daerah Pramuka Ibarat Jantungnya Pramuka
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Daerah Pramuka Ibarat Jantungnya Pramuka
Minggu, 13 September 2020 16:40 WIB
PANGKALPINANG - Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Kepulauan Bangka Belitung (Kakwarda Babel), Melati Erzaldi mengatakan bahwa pusat pendidikan dan pelatihan