Diduga Beri Keterangan Palsu, Oknum Jaksa Kejati Babel Dilaporkan PH, Kasi Penkum : Itu Tidak Benar !


Diduga Beri Keterangan Palsu, Oknum Jaksa Kejati Babel Dilaporkan PH, Kasi Penkum : Itu Tidak Benar !

PANGKALPINANG - Jaksa penyidik Kejati Babel HM dan FN di laporkan Penasehat Hukum (PH) terdakwa SW, Poltak Agustin ke Polda Babel, Jumat (27/12/2019) sekitar pukul 15.00 WIB. 

Sebagaimana dalam bukti surat tanda terima laporan, Nomor STPL/B-846/-XII-2019-Babel-SPKT, Jumat tertanggal 27 Desember 2019.

HM dan FN dilaporkan atas dugaan memberikan keterangan palsu di bawah sumpah dalam sidang praperadilan PJU solar cell Belitung dan Belitung Timur di PN Pangkalpinang,  pada Senin (28/10/2019), lalu.

Penasehat Hukum terdakwa SW, Lauren Harianja didampinggi, Poltak Agustin dan Yoyok Kusmoyo kepada wartawan mengatakan, dalam keterangan saksi HM dan FR dalam sidang praperadilan menyatakan dari hasil audit BPP ada kerugian negara pada proyek PJU solar cell sebesar Rp2,9 miliar.

Namun pada surat dakwaan yang diterima oleh terdakwa SW, hasil audit BPKP Babel kerugian negara pada proyek PJU solar call Belitung dan Belitung Timur cuma sebesar Rp550 juta.

"Keterangan pihak penyidik berinisial HM dan FN yang menjelaskan  bahwa ada kerugian negara sebesar Rp2,9 miliar telah disetujui oleh BPKP.  Sementara hasil audit BPKP dalam dakwaan hanya sebesar Rp550 juta. Berarti ada dugaan pembohongan dan keterangan tidak benar disampaikan penyidik, dan ini sangat merugikan klien kami," jelas Lauren.

Sementara Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Babel, Roy Arland membantah adanya laporan paslu yang disampaikan oleh penyidik dalam menyampaikan kesaksian dalam sidang prapid seperti yang dilaporkan kuasa hukum terdakwa SW.

"Bahwa tidak benar saksi memberikan keterangan palsu, karena saat  sidang Pradilan mengenai sah atau tidaknya penangkapan atau penahanan sudah diputus oleh hakim," ujar Roy melalui pesa Whattsap, Jumat malam.

Roy juga menambahkan, menyikapi adanya kerugian negara dalam sidang tersebut menjadi keputusan hakim dalam sidang.

"Sedikit saya tambahkan dakwaan itu adalah sama artinya tuduhan, kalau kita ikuti sidang korupsi, biasanya hasil perhitungan BPKP yang merupakan rujukan dakwaan, akan berubah setelah dihitung oleh hakim dalam persidangan," terangnya.

Diberitakan Radar Bangka sebelumnya, proses penyidikan dugaan korupsi proyek PJU solar call Belitung dan Belitung Timur tahun 2018, penyidik Pidsus Kejati Babel telah menetapkan tiga orang tersangka yakni mantan Kadis ESDM Babel berinisial SW, HD dan CR.

Dalam proses penyidikan ditemukan adanya dugaan korupsi pada proyek PJU solar call Belitung dan Belitung Timur senilai Rp2,9 miliar atau total lost.

Jaksa penyidik mengungkapkan sejumlah perangkat pada PJU solar call tersebut tidak singkron antara batre dengan solar call.  (wah)





Berikan Komentar

Pangkalpinang Lainnya
Gubernur Babel Hadiri Rakornas Investasi Tahun 2020
Gubernur Babel Hadiri Rakornas Investasi Tahun 2020
Jum'at, 21 Februari 2020 10:20 WIB
PANGKALPINANG - Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Investasi Tahun 2020 dalam rangka koordinasi dan konsolidasi program/kegiatan penanaman modal antara pemerintah pusat
55 Jurnalis Bangka Belitung Ikut Pelatihan dan Gathering OJK
55 Jurnalis Bangka Belitung Ikut Pelatihan dan Gathering OJK
Jum'at, 21 Februari 2020 10:17 WIB
PANGKALPINANG - Sebanyak 55 jurnalis dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Jambi, Lampung dan Bengkulu mengikuti pelatihan dan gathering
Hari Ini, Naziarto Resmi Jadi Sekda Provinsi Babel
Hari Ini, Naziarto Resmi Jadi Sekda Provinsi Babel
Senin, 17 Februari 2020 14:18 WIB
PANGKALPINANG – Analisis Pengelola BMN Sekretariat Jenderal Kementerian Sosial RI, Dr Drs Naziarto SH MH hari ini Senin (17/2//2020),
BPN dan Kejari Pangkalpinang Gelar PKS
BPN dan Kejari Pangkalpinang Gelar PKS
Selasa, 11 Februari 2020 16:32 WIB
PANGKALPINANG-Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Pangkalpinang gelar Perjanjian Kerjasama (PKS) atau MoU dalam rangka pendampingan hukum, aset