Saat Liputan, Dua Wartawan TV di Babel Diintimidasi Pemilik Daging Beku Ilegal


Saat Liputan, Dua Wartawan TV di Babel Diintimidasi Pemilik Daging Beku Ilegal

PANGKALPINANG - Dua wartawan TV Bangka Belitung, Merryanti (Antara TV) dan Heryanto (MNC Grup) mendapat intimidasi dari pemilik daging beku impor diduga ilegal. Intimidasi dialami saat keduanya mengambil gambar barang bukti di kantor Balai Karantina Hewan Pertanian, Pangkalpinang, Jumat (20/12/2019).

Pristiwa bermula saat, Merry dan Haryanto dihubungi oleh Balai Karantina Pertanian yang menginformasikan telah menyita 235,1 kilogram yang dicurigai tanpa dokumen muatan KM Salvia yang baru tiba di Pelabuhan Pangkalbalam pada pukul 11.00 WIB.

Mendapatkan informasi itu, keduanya bergegas datang untuk meliput. Sebagaimana biasanya keduanya mengambil video mulai dari proses pemeriksaan berupa keterangan dari pemilik barang yang diketahui bernama Monica. Saat pemeriksaan berlangsung, Monica tampak ditemani oleh dua pria diantaranya satu orang  berwarga kenegaraan asing yang diduga merupakan suaminya dan satu orang lagi merupakan adiknya.

"Setelah menjalani pemeriksaan, tiba-tiba saudari Monica beserta adiknya mendatangi kedua korban (Haryanto dan Merryanti) sambil meminta video rekaman liputan yg merekam mereka untuk tidak ditayangkan dan dihapus. Permintaan ini tentu saja ditolak oleh kedua korban, terjadi perdebatan hingga  saudari Monica mengancam akan melapor jika liputan yg ditayangkan itu menampilkan muka dia, WNA dan adiknya, karena dinilai mengambil video tanpa izin,"ujar Heriyanto.

Tidak sampai disitu, saudari Monica dan pria yg diakuinya sebagai adik tersebut juga memfoto ID Card dan wajah kami. Bahkan disitu Monica sempat mangancam akan menuntut kami, jika sampai vidio yang menampilkan gambar mereka ditayangkan dengan alasan mengambil visual mereka tanpa izin," tambahnya.

Sementara Ketua IJTI Pengda Provinsi Kepulauan Babel, Joko Setyawanto mengecam tindakan intimidasi dan kekerasan verbal kepada jurnalis yang sedang melakukan peliputan daging beku ilegal tersebut.

"Saat ini kondisi kedua jurnalis korban intimidasi ini merasa sedikit terancam dan khawatir terjadi sesuatu dengan mereka atau keluarganya," ujarnya.

Terpisah Ketua PWI Babel Muhammad Fathurrakhman mengecam adanya intimidasi yang dialami oleh Merry antara tv dan Heriyanto MNC Grup dalam peliputan penyitaan daging beku impor tanpa dukumen tersebut.

" Sikap kita dari PWI Babel mengecam keras kejadian intimidasi yang terjadi saat peliputan daging yang diduga ilegal tersebut, apalagi salah-satu jurnalis bernama Heriyanto merupakan anggota dari PWI Babel,"tegas pria yang akrab disapa Boy ini. (antara)




Banner

Berikan Komentar

Pangkalpinang Lainnya
Ikatan Pondok Modern Gontor Bersilaturahmi Dengan Gubernur Erzaldi
Ikatan Pondok Modern Gontor Bersilaturahmi Dengan Gubernur Erzaldi
Kamis, 04 Juni 2020 21:29 WIB
PANGKALPINANG – Ikatan Pondok Modern Gontor dan beberapa pesantren di Jabodetabek bersilaturahmi dengan Gubernur Erzaldi terkait dengan kepulangan ratusan santri
Gubernur Erzaldi Minta Rencana Pembangunan Infrastruktur Strategis Direncanakan Secara Matang
Gubernur Erzaldi Minta Rencana Pembangunan Infrastruktur Strategis Direncanakan Secara Matang
Kamis, 04 Juni 2020 21:28 WIB
PANGKALPINANG - Dalam rangka percepatan pembangunan yang salah satunya bersumber dari skema pembiayaan melalui Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha
Gubernur Erzaldi Minta PHRI Babel Susun SOP Protokol Kesehatan Covid-19
Gubernur Erzaldi Minta PHRI Babel Susun SOP Protokol Kesehatan Covid-19
Kamis, 04 Juni 2020 21:25 WIB
PANGKALPINANG - Dalam rangka perbaikan ekonomi Babel, Gubernur Erzaldi minta Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Babel menyusun SOP protokol
Pemprov Babel Gelar Apel Pasukan Penertiban Protokol Covid-19 Untuk New Normal
Pemprov Babel Gelar Apel Pasukan Penertiban Protokol Covid-19 Untuk New Normal
Kamis, 04 Juni 2020 21:23 WIB
PANGKALPINANG - Gubernur Erzaldi Rosman, Kapolda Irjen Pol Anang Syarif Hidayat dan Danrem 045 Gaya Kolonel Czi M. Jangkung Widyanyo