Memutus Mata Rantai Dugaan Mafia Lada di Babel, Sembilan Perusahaan Diperiksa, Senin Giliran BP3L


Memutus Mata Rantai Dugaan Mafia Lada di Babel, Sembilan Perusahaan Diperiksa, Senin Giliran BP3L

PANGKALPINANG - Sembilan perusahaan ekportir lada di pulau Bangka di periksa oleh tim pembinaan, pengawasan dan pengendalian perdagangan lada Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Kamis (25/10/2019) sekitar pukul 09.00 WIB, bertempat di kantor Seketariat BUMD Babel.

Pemeriksaan sendiri terkait dengan legalitas perusahaan dalam melakukan pengiriman lada baik antar Negera maupun antar pulau. Adapun sembilan perusahaan yang dimaksud, PT Bangka Alam Sejahtera, PT Makro Jaya Lestari, PT Bangkabuana Internasional, CV Panen Baru, CV Laris Jaya, CV Indobhakti Makmur, CV Rahman Al Assad, PT Panen Bangka Internasional dan PT Lada Jaya Lestari.

Ketua Tim Pembina Pengawasan dan Pengendalian Perdagangan Lada, Babel, Dr Zaidan SH, MHum kepada wartawan mengatakan,  pemanggilan terhadap sembilan perusahaan ekportir lada di pulau Bangka sebagai bentuk tim mendapatkan keterangan terkait mekanisme pemasaran lada baik ekspor maupun pengiriman antar pulau.

"Kita juga akan melihat kegiatan organisasi yang berkaitan langsung dengan lada itu, antara lain Badan Pengelolah Pengembangan dan Pemasaran Lada (BP3L) kita agendakan pemanggilan pada Senin (28/10/2019)  untuk diminta keterangan agar ada kejelasan masalah legalitas, kemudian kegiatan dari
organisasi organisasi itu,"ujar Zaidan berharap akan mendapatkan gambaran kondisi pemasaran lada demikian adanya .

Zaidan berharap dengan dilakukannya pemeriksaan terhadap perusahaan ekportir dan BP3L nantinya dapat menjadi bahan yang akan disampikan kepada Gubernur Babel, sehingga gubernur dapat mengambil kebijakan terkait bagaimana solusi kedepan sehingga harga lada itu bisa naik.

"Dalam pemeriksaan tadi, kita mintai legalistas perusahaan masing-masing, sudah berapa lama mereka mengeluti usaha eksportir ini. Kemudian, kemana saja pengiriman, keluar negeri atau antar pulau dan berapa banyak, dan dari mana saja mereka membeli," terangnya.

" Termasuk keterkaitan antara ekportir dengan asosiasi ekspor lada mengunakan IG juga kita tanyakan itu jenis apa. Kontribusinya kepada siapa, kini kita tinggal tanya lembaga lembaga ini sampai sejauh manalegalitasnya"tambah Zaidan.


Sebelumnya, dari informasi Radar Bangka dilapangan jika terdapat perusahaan ekportir lada di Babel terindikasi bodong. Jika hal itu benar, maka perusahaan esportir tersebut melakukan pelangaran dalam Undang - undang No 20 tahun 2016 tentang brand IGeografis hingga diduga mengakibatkan harga lada di Babel turun.

" Sahang keluar dari Babel terindikasi bodong semua. IG itu tidak bisa sembarangan bisa keluar. Dalam persoalan ini BP3L lebih amanah dalam mengeluarkan IG itu yang kami beri dari Kemenkumham itu terindikasikan ilegal," ujar sumber Radar Bangka, Rabu (23/10/2019.

Dijelaskannya, lada di Babel bisa keluar dengan adanya IG yang di rekomendasi oleh BP3L.

" Masukkan ke uji Lab di dekat kantor KPU baru di ekspor. Tapi mereka tetap dapat lisensi dari BP3L dan tidak masuk ke lab tapi langsung di ekspor. Ini sesuai dengan undang undang no 20 tahun 2016 pasal 101 dengan ancaman hukuman paling lama 4  tahun atau denda Rp 2 miliar," katanya.

Kondisi inilah yang terjadi terhadap lada di Provinsi Kepulauan Babel sejak 10 tahun terakhir.  

Bahkan ada dua perusahaan besar di Jakarta seperti Indofood dan Ladaku mengunakan brand Muntok White Pepper yang merupakan brand Bangka Belitung.

" Temen - temen bisa lihat Ladaku dan Indofood brand yang dipakai adalah Muntok White Pepper. Ladaku juga mendapatkan lada dari insportir sembilan perusahaan ini," terangnya.

Dia menegaskan, Lada Babel memang banyak menjadi incaran negara luar hal itu dikarenakan lada Babel 5-6 nilai kadar minyak aslinya, sementara negara Vietnam hanya 3.

" Jadi tidak ada yang yang mampu menyamai lada kita, termasuk Kalimantan juga tidak mampu,"tegasnya. (wah)





Berikan Komentar

Pangkalpinang Lainnya
Bahas Renja Perangkat Daerah Tahun 2021 dengan Virtual Meeting, Babel Fokus Pada Pemberdayaan Masyarakat
Bahas Renja Perangkat Daerah Tahun 2021 dengan Virtual Meeting, Babel Fokus Pada Pemberdayaan Masyarakat
Selasa, 07 April 2020 13:58 WIB
PANGKALPINANG - Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) memberikan dampak yang luas di dunia, begitu juga di Indonesia. Pemprov Kepulauan
Paripurna Hari ini Sahkan Empat Raperda dan LKPJ 2019
Paripurna Hari ini Sahkan Empat Raperda dan LKPJ 2019
Senin, 06 April 2020 18:53 WIB
PANGKALPINANG - Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Abdul Fatah menghadiri rapat paripurna pengambilan keputusan terhadap empat Rancangan Peraturan Daerah
Kakwarda Babel Serahkan Alat Cuci Tangan dan APD Untuk Warga Selindung Baru
Kakwarda Babel Serahkan Alat Cuci Tangan dan APD Untuk Warga Selindung Baru
Senin, 06 April 2020 18:51 WIB
PANGKALPINANG - Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Kepulauan Bangka Belitung, Melati Erzaldi yang didampingi Ketua Gugus Tugas, Mikron Antariksa hadir
Pemprov Babel Sterilkan Kawasan Karantina Pasien ODP dan PDP COVID-19
Pemprov Babel Sterilkan Kawasan Karantina Pasien ODP dan PDP COVID-19
Minggu, 05 April 2020 18:01 WIB
PANGKALPINANG - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mensterilkan tempat karantina orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) COVID-19,