Kejari Bidik Tersangka Baru Kasus SPPD Fiktif, Sejumlah Anggota DPRD Pangkalpinang Segera Diperiksa


Kejari Bidik Tersangka Baru Kasus SPPD Fiktif, Sejumlah Anggota DPRD Pangkalpinang Segera Diperiksa
Kasi Intel Kejari Pangkalpinang, Leo Jimmi Agustinus

PANGKALPINANG - Penyidik Kejari Pangkalpinang dikabarkan tengah membidik tersangka baru dalam kasus SPPD Fiktif 13 anggota DPRD Kota Pangkalpinang periode 2014-2019.

Dalam waktu dekat penyidik akan segera memanggil sejumlah anggota DPRD Pangkalpinang, guna dimintai keterangan dalam kasus yang telah menjerat Bendahara Pengeluaran  tersebut hingga ke meja hijau.

Kejari Pangkalpinang RM Prio Agung SH, MH melalui Kepala Seksi (Kasi) Intelijen, Leo Jimmi Agustinus kepada wartawan menegaskan, pemeriksaan terhadap sejumlah saksi telah dilakukan penyidik. Nah, dalam waktu dekat penyidik juga  akan memanggil sejumlah anggota DPRD Pangkalpinang terkait kasus ini.

"Dalam waktu dekat pihak Penyidik juga akan memanggil sejumlah anggota DPRD Pangkalpinang yang terkait dalam SPPD fiktif.  Mereka akan diperiksa sebagai saksi," ujar Leo.

Dikatakan Leo, dalam kasus ini, penyidik juga telah melakukan pemeriksaan terhadap belasan saksi. Saksi yang dimintai keterangan bukan cuma berasal dari Sekretariat DPRD Pangkalpinang saja, melainkan dari DPRD DKI Jakarta dan pihak Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), RI.

"Dalam proses penyidikan sudah belasan orang yang  kita lakukan pemeriksaan sebagai saksi. Selain itu, Penyidik  juga telah melakukan mencari informasi tempat dan tujuan perjalanan dinas para anggota DPRD tersebut," ungkap Leo.

Selain itu juga, Penyidik telah mengamankan Barang Bukti (BB) berupa pengembalian sejumlah uang dari  anggota DPRD dan Sekwan Pangkalpinang. 

"Barang Bukti berupa uang yang telah dititip sebesar Rp 158 Juta,  saat ini dititip dalam rekening kas bendahara penerima pada Kejari Pangkalpinang,"terang Leo.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus SPPD fiktif telah menyeret Bendahara DPRD kota Pangkalpinang DW kemeja hijau. Bahkan dalam sidang yang berlangsung, Senin (3/5/2018) lalu, DW di vonis bersalah dan dijatuhi hukuman penjara selama 1 tahun 6 bulan, denda Rp 50 juta dan subsider 1 bulan kurungan.  (wah)





Berikan Komentar

Pangkalpinang Lainnya
Menyambut 100 Tahun Indonesia PWI Gelar Seminar Mimpi Tokoh Muda Untuk Indonesia 2045
Menyambut 100 Tahun Indonesia PWI Gelar Seminar Mimpi Tokoh Muda Untuk Indonesia 2045
Selasa, 15 Oktober 2019 11:03 WIB
JAKARTA - Apa yang Anda bayangkan tentang Indonesia 100 tahun? Semua cita-cita kebangsaan yang dicanangkan para pendiri bangsa seharusnya sudah
ACT dan HPI Siap Bersinergi Sejahterakan Babel
ACT dan HPI Siap Bersinergi Sejahterakan Babel
Senin, 14 Oktober 2019 19:00 WIB
PANGKALPINANG - Aksi Cepat Tanggap (ACT) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) bersama dengan organisasi Himpunan Pewarta Indonesia (HPI) Babel siap
Persiapan Pelantikan Pimpinan DPRD Babel Sudah Capai 95 Persen
Persiapan Pelantikan Pimpinan DPRD Babel Sudah Capai 95 Persen
Senin, 14 Oktober 2019 16:54 WIB
PANGKALPINANG - Persiapan menjelang pelantikan dan pengucapan sumpah/janji jabatan para pimpinan DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang akan digelar pada
HPI Babel Bakal Panen Semangka Empat Hektar
HPI Babel Bakal Panen Semangka Empat Hektar
Senin, 14 Oktober 2019 15:13 WIB
PANGKALPINANG - "Asak Kawa Apepun Pacak" itulah sepenggal kalimat dari bahasa daerah Bangka Belitung (Babel), sebagai ungkapan masyarakat Babel memotivasi