Giliran Petani Desa Paya Benua Diajak Gubernur Erzaldi Tanam Padi Organik


Giliran Petani Desa Paya Benua Diajak Gubernur Erzaldi Tanam Padi Organik

MENDO BARAT, BANGKA – Setelah sehari sebelumnya, atau tepat Jumat (12/7/2019), Petani Desa Zed, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka yang diajak untuk menerapkan Pola Pertanian secara Organik, pada Sabtu (13/7/2019), giliran Petani Desa Paya Benua, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka, mendapatkan hal serupa dari Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman.  

Kepada Ratusan Petani Desa Paya Benua, Gubernur mengajak untuk bercocok tanam Padi Organik di area persawahan milik masing-masing warga.

“Saya minta sama-sama nantinya menanam padi organik,” kata Gubernur dalam Kegiatan Bimbingan Teknis Bagi Para Petani untuk Peningkatan Kapabilitas Penyuluhan dan SDM Pertanian,” di Balai Desa Paya Benua.

Gubernur menjelaskan Padi Organik adalah padi yang di tanam di area persawahan tanpa menggunakan pupuk kimia, dan hasil padinya jika sudah jadi beras harganya mahal. Misalnya saja, kata Gubernur, beras  hitam organik sekilonya 25 ribu rupiah per kg, beras putih sekitar 20 ribu-an rupiah per kg.

Pengelolaan penanaman padi organik nantinya, lanjut Gubernur, menggunakan sistem korporasi, dimana pihak swasta akan membantu permodalan penanaman padi dan yang menanamnya petani, hasilnya sistem bagi hasil antara petati dengan pihak swasta.

“Mengenai sawah sama dengan Desa Zed,  irigasi dan segala macamnya. Intinya, kita mau menanam dengan sistem korporasi, dan korporasi itu swasta. Modalnya dibantu ke swasta, kalian (Petani) bekerja dan hasilnya bagi untung, kita hanya mengeluarkan tenaga,” ujar Gubernur.

Sebelum melakukan penanaman Padi Organik, dijelaskan Gubernur, para petani akan diberikan pemahaman cara menanam padi organik, dalam bentuk sosialisasi dari pihak swasta. Dan pemerintah sendiri akan membenahi aliran irigasi airnya dan jalan menuju loksi ke sawahnya.

Gubernur Erzaldi menginginkan bulan Agustus, para Petani Padi Organik sudah bisa menggarap sawahnya untuk di tanam padi organik.

Disamping itu, Gubernur meminta petani kompak dalam bercocok Padi Organik, agar hasilnya lima atau enam tahun kedepan sudah kelihatan.

“Saya menginginkan bulan Agustus sudah menanam, irigasi Oktober. Tetapi, nanti kami swakelola. Saya minta kalian kompak kalau menanam organik,” tegas Gubernur.

Gubernur menegaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel berencana membangun bendungan irigasi air di empat desa, yaitu Desa Zed, Desa Paya Benua, Desa Kemuje, dan Desa Puding. 

Setelah itu di bangun, kata Gubernur, masyarakat yang memiliki sawah Padi Organik dilarang membangun rumah di sekitar kawasan yang sudah ditetapkan menjadi area persawahan organik.

“Lahan sawah itu, tidak jadi di bangun rumah, tidak boleh, karena investasi irigasi itu untuk sawah. Kita pun akan buat bendungan irigasi di Desa Zed, Desa Paya Benua, Kemuje, Puding, kita buat irigasi semuanya, maka sekarang diambil alih provinsi,” ditegaskan Gubernur lagi.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian Babel, Juaidi, menjelaskan kehadiran Dinas Pertanian Babel di Paya Benua, untuk menetapkan lahan persawahan dari Desa Paya Benua dan Puding.

Jika sudah disepakati antara  petani dengan pemerintah, lanjut Juaidi, maka Petani diminta serius dan sungguh-sungguh untuk bercocok tanam persawahan padi organik, kemudian Pemprov Babel akan membantu permasalahan irigasi air ke persawahan dan jalannya.

"Irigasi dulu yang kita tata, setelah itu permasalahan jalan usaha taninya kita bangun, tapi sepakat dulu, kalau tidak kita cari yang siap. Kalau siap tahun 2020 akan kita bangun. Sekarang sudah kita data," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bangka, Kemas Arfani Rahman ynag juga hadir mewakili Bupati Bangka, Mulkan, mengharapkan masyarakat Desa Paya Benua, dapat mengelola dengan baik lahan percetakan sawah yang sudah ada.

Mengenai kendala irigasi persawahan, disebutkan dia, nanti yang menangani Pemprov Babel, karena selama ini Pemerintah Kabupaten Bangka terkendala anggaran untuk merealisasikan irigasi dan sarana prasarana persawahan. "Kita terbatas anggaran, dan irigasi kami terkendala, kita serahkan ke Gubernur," ucapnya.

Untuk membangun Desa Paya Benua Kecamatan Mendo Barat, lanjutnya, Gubernur mengundang para pengusaha putra daerah asal Babel, yang berada di Jakarta untuk mengembangkan sektor pertanian, di bidang sawah organik.

"Nanti akan dilatih cara bercocok tanam sawah dari provinsi, dan kita nanti ada pendampingan untuk mengatur tata kelola air ke persawahan," ujar Kadis Pertanian Bangka.

Dikesempatan terpisah, Kades Paya Benua, Mahzuni, menyampaikan terima kasih atas kedatangan Gubernur ke Desa Paya Benua, yang menerima keluhan-keluhan masyarakatnya, salah satunya mengenai irigasi air persawahan, sehingga dapat di bantu oleh Pemprov Babel.

Usai memberikan motivasi kepada para Petani Desa Paya Benua, Gubernur diajak salah seorang warga Paya Benua meninjau lokasi Tambak Ikan dan Lahan Tanam Tumbuh serta ternak ayam milik dirinya.

Saat berada di lokasi peternakan ayam milik warga tersebut, Gubernur menyempatkan diri memberi makan ternak ayam tersebut, sembari bertanya kepada pemilik ternak mengenai jenis ayam milik warga Paya Benua itu. (Diskominfo)





Berikan Komentar

Pangkalpinang Lainnya
Menyambut 100 Tahun Indonesia PWI Gelar Seminar Mimpi Tokoh Muda Untuk Indonesia 2045
Menyambut 100 Tahun Indonesia PWI Gelar Seminar Mimpi Tokoh Muda Untuk Indonesia 2045
Selasa, 15 Oktober 2019 11:03 WIB
JAKARTA - Apa yang Anda bayangkan tentang Indonesia 100 tahun? Semua cita-cita kebangsaan yang dicanangkan para pendiri bangsa seharusnya sudah
ACT dan HPI Siap Bersinergi Sejahterakan Babel
ACT dan HPI Siap Bersinergi Sejahterakan Babel
Senin, 14 Oktober 2019 19:00 WIB
PANGKALPINANG - Aksi Cepat Tanggap (ACT) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) bersama dengan organisasi Himpunan Pewarta Indonesia (HPI) Babel siap
Persiapan Pelantikan Pimpinan DPRD Babel Sudah Capai 95 Persen
Persiapan Pelantikan Pimpinan DPRD Babel Sudah Capai 95 Persen
Senin, 14 Oktober 2019 16:54 WIB
PANGKALPINANG - Persiapan menjelang pelantikan dan pengucapan sumpah/janji jabatan para pimpinan DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang akan digelar pada
HPI Babel Bakal Panen Semangka Empat Hektar
HPI Babel Bakal Panen Semangka Empat Hektar
Senin, 14 Oktober 2019 15:13 WIB
PANGKALPINANG - "Asak Kawa Apepun Pacak" itulah sepenggal kalimat dari bahasa daerah Bangka Belitung (Babel), sebagai ungkapan masyarakat Babel memotivasi