Konyol.. Mengolok-Olok Presiden Jokowi Di Facebook, Juranda Terancam Hukuman 6 Tahun Penjara


Konyol.. Mengolok-Olok Presiden Jokowi Di Facebook, Juranda Terancam Hukuman 6 Tahun Penjara

PANGKALPINANG - Tim Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus) Polda Kepulauan Bangka Belitung berhasil meringkus 4 orang tersangka dengan kasus yang berbeda, yakni kasus ujaran kebencian di jejaring media sosial dan Tambang Inkonvensional (TI) ilegal.

Dir Reskrimsus Polda Babel, Kombes (Pol) Indra Krismayadi mengatakan, satu dari empat tersangka, yakni Juranda atau inisial J telah memposting ujaran kebencian kepada Presiden Jokowi di akun facebook nya.

"Tersangka J ini, dia mengolok-olok Bapak Presiden (Jokowi-red) dengan perkataan-perkataannya itu," kata Indra kepada sejumlah awak media di Gedung Krimsus  Polda Babel, Rabu (3/7/2019).

Ia menjelaskan, postingan ujaran kebencian tersebut diketahui berdasarkan patroli cyber (siber-red) yang dilakukan oleh Tim Subdit Cyber Crime Polda Babel, ditambah adanya laporan dari masyarakat.

"Jadi kita patroli Siber setiap hari, pada saat itu, ketika kita patroli, juga ada masyarakat yang melaporkan perbuatan yang bersangkutan, akhirnya kita tindak lanjuti dan kita proses," ulasnya.

Lebih lanjut, Indra menjelaskan, akibat dari perbuatannya, tersangka Juranda dijerat dengan Undang-Undang ITE dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.

"Melanggar Undang-Undang ITE No.19 Tahun 2016, sama juga pengenaan pasalnya, yakni, Pasal 45A ayat 2 dan Pasal 28 ayat 2, itu ancaman hukumannya enam tahun," ungkapnya.

Dengan demikian, Indra mengimbau kepada masyarakat khusus warga Babel agar tidak memposting hal-hal yang bersifat ujaran kebencian di media sosial karena hal tersebut dapat mempengaruhi masyarakat lainnya.

"Saya mengingatkan kepada masyarakat Bangka Belitung, jangan mudah memposting pernyataan-pernyataan yang dapat menimbulkan rasa kebencian di masyarakat, itu saja pesan moralnya," ujarnya.

Sementara itu, tersangka Juranda mengaku menyesal atas perbuatan konyol yang telah dilakukannya. "Niat saya hanya ingin mengkritik Pak Presiden, saya betul-betul menyesal atas perbuatan yang telah saya lakukan," sesalnya.

Diketahui tersangka Juranda merupakan pegawai salah satu hotel di Sungailiat, Kabupaten Bangka, dan berdasarkan pengakuannya, dirinya memposting dan menyebarkan ulang potongan terkait berita salah satu artis ibukota, Andre Taulani terkait perbedaan pengguna nabi dan penghina presiden. (mon)





Berikan Komentar

Pangkalpinang Lainnya
Semarak HBA dan HUT IAD 2019, Pasar Murah Kejati Babel Diserbu Warga
Semarak HBA dan HUT IAD 2019, Pasar Murah Kejati Babel Diserbu Warga
Rabu, 17 Juli 2019 20:48 WIB
PANGKALPINANG - Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Aditya Warman membuka langsung pasar murah dalam rangka memperingati
Bupati Ibnu Saleh Support Poktan Lebih Berkembang
Bupati Ibnu Saleh Support Poktan Lebih Berkembang
Rabu, 17 Juli 2019 20:33 WIB
SUNGAISELAN - Bupati Bangka Tengah (Bateng) Dr Ir H Ibnu Saleh MM mengunjungi Kelompok Tani Tunas Baru Kelurahan Sungaiselan, Kecamatan
Membandel, Tambang Timah Skala Besar Beroperasi di Belakang Bandara
Membandel, Tambang Timah Skala Besar Beroperasi di Belakang Bandara
Rabu, 17 Juli 2019 20:31 WIB
PANGKALPINANG - Aktivitas tambang skala besar yang beraktivitas dengan santainya di belakang bandara Depati Amir Pangkalpinang, padahal beberapa hari sebelumnya
Bupati Ibnu Bagikan Ratusan Sertifikat Tanah Program PTSL
Bupati Ibnu Bagikan Ratusan Sertifikat Tanah Program PTSL
Selasa, 16 Juli 2019 14:48 WIB
PANGKALANBARU - Bupati Bangka Tengah DR Ir H Ibnu Saleh MM bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bangka Tengah (Bateng)