Enam Mahasiswa Resign Kuliah Di Taiwan, Tanwin Menilai Itu Persoalan Biasa


Enam Mahasiswa Resign Kuliah Di Taiwan, Tanwin Menilai Itu Persoalan Biasa

PANGKALPINANG - DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menggelar rapat audiensi bersama enam orang mahasiswa yang mengundurkan diri kuliah di Taiwan.

Tujuan kedatangan dari para mantan mahasiswa tersebut, tidak lain untuk menyampaikan keluh kesah mereka selama berada di Taiwan.

Salah satu mantan mahasiswi, Andien mengatakan, awal mula dirinya tertarik melanjutkan pendidikan kuliah di Taiwan karena ada iming-iming dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel.

"Kalaupun saya nggak dijanjikan yang manis-manis disini sebelum saya berangkat, saya nggak akan berangkat," katanya saat audiensi di Ruang Banmus DPRD Babel, Rabu (27/3).

Karena iming-iming tersebut, ia mengaku, bersedia meninggalkan kuliahnya di Polman yang pada saat itu sudah memasuki semester III.

 "Jujur saya sudah semester III terakhir di Polman, saya tinggalkan kuliah saya di Polman karena saya pikir, saya kuliah diluar negeri, magang saya nanti sesuai jurusan, saya dapat uang, saya bisa bantu orang tua saya," ungkapnya.

Menanggapi aspirasi tersebut, Anggota Komisi IV DPRD Babel yang menaungi dunia pendidikan, Tanwin mengatakan, permasalahan yang dihadapi para mantan mahasiswa tersebut merupakan persoalan yang biasa.

"Kalau melihat persoalan mereka yang disampaikan ke kita, tidak ada yang urgent, itu persoalan biasa, artinya mungkin mereka tidak tahan," ujar Tanwin.


Selain itu, terkait persoalan selisih pendapatan, ia menjelaskan, para mahasiswa tersebut hanya mendapat beasiswa satu tahun, selanjutnya biaya biaya kuliah tersebut ditanggung sendiri lewat program kerja.

"Kemudian persoalan selisih kebutuhan dengan pendapatan oleh karena magang, kan disana memang beasiswa itu cuma setahun, setelah itu dibayar sendiri lewat program kerja itu, magang itu," jelasnya.

Lebih jauh, ia menilai, permasalahan yang dihadapi para mantan mahasiswa tersebut merupakan persoalan pribadi mereka sendiri.  

"Saya pikir persoalan-persoalan mereka, persoalan pribadi disana, mereka sampai tidak tahu bahwa program ini misalnya program untuk beasiswa bagi yang tidak mampu," ujarnya.

"Makanya saya sampaikan, adek-adek sebelum tandatangan ini, harus tahu dong informasi, terutama kesiapan mental, karena kita di negeri orang harus siap mental," sambungnya.

Oleh sebab itu, dirinya berharap kepada para mahasiswa yang masih menuntut pendidikan di Taiwan agar menguatkan mental mereka dalam mengatasi berbagai persoalan yang mereka hadapi.

"Jadi kami berharap adik-adik kita kedepan, jangan cengeng, karena kita di negeri orang, pertama lingkungan kita sangat beda, jangan sampai kita cengeng jadi anak negeri ini, gimana mau maju," pungkasnya. (mon)





Berikan Komentar

Pangkalpinang Lainnya
Gubernur Apresiasi, PLN Serahkan Bantuan Rumah Layak Huni
Gubernur Apresiasi, PLN Serahkan Bantuan Rumah Layak Huni
Selasa, 19 November 2019 19:25 WIB
PANGKALPINANG - Gubernur provinsi kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman mengapresiasi PLN atas kontribusinya membantu pemerintah daerah mewujudkan harapan warga Kampung
Pers Alat Pemersatu Bangsa, Kasum TNI : Itu Kewajiban Tidak Bisa Ditawar Lagi !
Pers Alat Pemersatu Bangsa, Kasum TNI : Itu Kewajiban Tidak Bisa Ditawar Lagi !
Minggu, 17 November 2019 18:23 WIB
JAKARTA - Kepala Staf Umum (Kasum) TNI, Letjen Joni Supriyanto menegaskan, Pers sebagai alat pemersatu bangsa dan itu tidak bisa
Insan Pers Babel Berduka, Ketua Setwil FPII Babel Tutup Usia
Insan Pers Babel Berduka, Ketua Setwil FPII Babel Tutup Usia
Minggu, 17 November 2019 10:51 WIB
PANGKALPINANG - Innalillahi Wainnalillahi Rojiiun. Kabar duka menyelimuti keluarga besar wartawan Bangka Belitung (Babel). Pasalnya, rekan sejawat sekaligus Ketua Satwil
Tinjau Berbagai Permasalahan, Menteri Kelautan dan Perikanan RI Kunker Ke Babel
Tinjau Berbagai Permasalahan, Menteri Kelautan dan Perikanan RI Kunker Ke Babel
Sabtu, 16 November 2019 19:34 WIB
PANGKALPINANG - Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Edhy Prabowo melakukan kunjungan kerja (kunker) ke beberapa wilayah pelabuhan perikanan di Provinsi