Dit Polair Polda Babel Gagalkan Penyelundupan 82 Jenis Sparepart Ilegal


Dit Polair Polda Babel Gagalkan Penyelundupan 82 Jenis Sparepart Ilegal

PANGKALPINANG - Direktorat Polair Polda Bangka Belitung (Babel) berhasil mengamankan penyelundupan 82 jenis sparepart (onderdil) kendaraan roda dua dari tangan seorang pelaku berinisial IS (42) warga Pangkalbalam.

Kasubdit Gakkum Dit Polair Babel, AKBP Irwan Deffi Nasution mengatakan, pelaku IS memperdagangkan sparepart kendaraan roda dua yang tidak dilengkapi label Standar Nasional Indonesia (SNI).

"Kita udah mengamankan diduga tindak pidana perdagangan, dimana dalam hal ini ada 82 sparepart kendaraan roda dua sebagai barang bukti di kita dan barang-barang ini tidak dilengkapi dengan label Bahasa Indonesia maupun tanpa SNI," kata Irwan kepada sejumlah awak media di Kantor Polair Polda Babel, Kamis (21/3/2019).

Ia mengungkapkan, modus operandi yang dilakukan oleh pelaku yakni membeli spareparts tersebut dari luar negeri kemudian dibawa melalui Tol Laut Pulau Batam - Tanjung Pinang Kepulauan Riau (Kepri) menuju ke Pelabuhan Tanjung Gudang, Belinyu. 
"Diduga sementara ini, kita masih pengembangan, barang ini menurut pengakuan dari tersangka dibeli dari Negara Thailand dan Malaysia," ungkapnya.

Kemudian, lanjutnya, pelaku berhasil ditangkap didalam Kapal Tol Laut KM. Sabuk Nusantara 48 ketika sandar di Pelabuhan Tanjung Gudang, Belinyu, Kabupaten Bangka pada Senin (18/3) lalu sekira pukul 14.00 WIB.

"Kita sudah mencium hal ini, kemudian kita membentuk Hiu Macan, Dit Polairud  segera bergerak untuk mengecek informasi ini, kemudian kita dapat mengamankan pelaku dan barang bukti yang ada, kemudian kita bawa ke Makob Polair," terangnya.
Lebih jauh, ia mengungkapkan, kasus ini masih dalam proses lidik Dit Polair Polda Babel untuk dilakukan pengembangan lebih dalam.

"Karena disalir juga, kemungkinan bukan hanya ini saja, bisa saja mungkin ada pelaku-pelaku lain dengan modus yang sama," ungkapnya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 104/106/113 UU No. 7 tahun 2014 tentang Perdagangan, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. 

"Kemudian kami menetapkan sementara ini Pasal yang dilanggar yaitu Pasal 104 atau 113 atau 106, Undang-Undang RI No. 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dengan ancaman hukuman 5 tahun," pungkasnya. (mon) 





Berikan Komentar

Pangkalpinang Lainnya
M Nuh Jabat Ketua SAPC- Net Wakilnya U Ohn Kyaing dari Myanmar
M Nuh Jabat Ketua SAPC- Net Wakilnya U Ohn Kyaing dari Myanmar
Kamis, 05 Desember 2019 16:55 WIB
BALI – Ketua Dewan Pers Indonesia – terpilih sebagai Ketua South Asian Press Council Network (SEAPC-Net) dalam pertemuan pertama
Rudianto Tjen Berharap Penanganan Kasus Sijuk Bisa Menegakan Wibawa Pemerintah dan Penegak Hukum
Rudianto Tjen Berharap Penanganan Kasus Sijuk Bisa Menegakan Wibawa Pemerintah dan Penegak Hukum
Kamis, 05 Desember 2019 16:43 WIB
PANGKALPINANG - Anggota DPR RI, Rudianto Tjen menanggapi penyelesaian kasus Sijuk yang mengarah pada penyelesaian secara damai dan kekeluargaan. 
DPRD Babel Akan Melapor Ke Mabes Polri
DPRD Babel Akan Melapor Ke Mabes Polri
Rabu, 04 Desember 2019 14:20 WIB
PANGKALPINANG - Penanganan proses hukum terhadap anggota Sat Pol PP Babel saat melakukan penertiban lokasi tambang di Desa Sijuk,
Kasus Sijuk Berakhir Damai? Ini Pandangan Anggota DPRD Babel Ini
Kasus Sijuk Berakhir Damai? Ini Pandangan Anggota DPRD Babel Ini
Rabu, 04 Desember 2019 14:13 WIB
PANGKALPINANG - Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Bong Ming-Ming menanggapi hasil rapat dengar pendapat (RDP) terkait