Sidang Ketiga Kasus Zircon Ilegal, ANTONI santai Tiga Saksi Dicecar


Sidang Ketiga Kasus Zircon Ilegal, ANTONI santai Tiga Saksi Dicecar

PANGKALPINANG - Memasuki sidang ketiga kasus zirkon PT Indorec Sejahtera beralamat di jalan SLA Dusun III Desa Baturusa, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung dengan terdakwa Hon Apriyanto alias Antoni digelar di Pengadilan Negeri Pangkalpinang pada Senin (4/3) sore sekitar pukul 15.30 WIB, masih dalam mendengarkan keterangan para saksi. 



Dalam sidang dengan Ketua Majelis Hakim Qori Oktarina didampingi Iwan dan Hotma tersebut, terdakwa Antoni tidak berkeinginan didampingi pengacara dan tampak santai menjalani sidang ketiganya itu.

Adapun ketiga orang saksi yang dihadirkan yakni MD, TH dan DS yang merupakan para karyawan pekerja di gudang PT Indorec Sejahtera berperan sebagai operator timbangan, pengawas dan mandor yang saat penggerebekan gudang pada 12 September 2018 lalu ikut diamankan beserta sejumlah barang bukti berupa 104 ton zirkon, 21 ton monazite dan 1000 ton elminite.

"Kami bekerja di gudang PT Indorec Sejahtera itu, sejak sebelum puasa 2017 lalu. Kala itu, gudang baru tahap pembangunan baru kemudian setelah itu membeli tailing dari masyarakat," ujar MD seusai ketiga saksi diambil sumpahnya dan menjawab pertanyaan majelis hakim.

Menurut MD perusahaan tempat mereka bekerja adalah gudang sekaligus pabrik pengolahan pemisahan tailing menjadi tiga jenis mineral tambang yakni zirkon, monazite dan elminite, hanya saja sejak berdirinya belum pernah jual keluar baru sebatas membeli bahan mentah dan mengolahnya saja. "Untuk karyawan yang kerja disana ada sekitar 20 an orang, dengan bosnya adalah Antoni," ungkapnya.

Kemudian, para saksi menjawab pertanyaan yang diajukan majelis hakim tentang proses kerja pengolahan tailing dengan sejumlah peralatan seperti meja goyang hingga oven dan ATC untuk pemisahan mineral zirkon, elminite dan monazite



Sementara itu, saksi lainnya TH selaku pengawas di PT Indorec Sejahtera membenarkan keterangan yang disampaikan MD. Hanya saja, saat ditanyakan oleh Ketua Majelis Hakim darimana asal bahan baku dibeli, TH dan saksi lainnya sedikit gelagapan. "Saya tidak tahu darimana asal bahan baku, karena saya hanya fokus mengawasi karyawan saja," kilahnya.

Disambut dengan Ketua Majelis Hakim, yang mencecar para saksi alangkah naifnya jika sampai tidak mengetahui darimana asal usul barang yang diolah itu. "Kalian ini (saksi, red) bekerja kok sampai tidak tahu dari mana asal muasal barang yang diolah," ujar Hakim Qori.

Lebih mengherankannya lagi, saat hakim menanyakan perijinan yang dikantongi PT Indorec Sejahtera yang dijawab tidak tahu oleh ketiga saksi. "Kalau plang perusahaan sih ada, masalah ijin kami tidak tahu," ungkap MD.

Sedangkan DS yang berperan mengakui jika dirinya yang menimbang setiap kali barang mentah berupa tailing itu datang ke gudang yang perharinya bisa datang antara 30 hingga 40 ton bahan tailing.

"Saya tidak tahu berapa harga zirkon ataupun harga tailing dibeli, itu hanya bos (Antoni, red) yang tahu. Untuk bahan tailing yang datang ke gudang itu, biasanya dijual diangkut dengan truk. Selama ini pihak perusahaan baru membeli dan memisahkan antara ketiga mineral, sepengetahuan kami belum ada sama sekali menjual keluar," ungkap DS seraya mengatakan sejak penggerebekan oleh aparat penegak hukum kala itu, gudang PT Indorex Sejahtera tidak lagi beroperasi hingga kini.

Selama kurang lebih satu jam sidang berjalan yang dihadiri oleh ketiga saksi dan terdakwa Antoni itu sampai dengan  pukul 16.30 WIB. Kemudian, Ketua Majelis Hakim memutuskan untuk menunda dan akan menjadwalkan pemanggilan saksi-saksi lainnya pada Senin pekan depan (11/3) dengan agenda pemanggilan saksi lainnya dan tiga orang saksi ahli. (red)





Berikan Komentar

Pangkalpinang Lainnya
Soal Zircon, DY : Staf Kementerian Gagal Paham
Soal Zircon, DY : Staf Kementerian Gagal Paham
Sabtu, 20 Juli 2019 17:43 WIB
PANGKALPINANG – Wakil Ketua DPRD Babel, Deddy Yulianto menilai tiga orang staf Kementerian yang datang ke Babel untuk mengecek ribuan
Tim Gabungan Pol PP Babel & Bateng Gelar Razia Tambang Ilegal
Tim Gabungan Pol PP Babel & Bateng Gelar Razia Tambang Ilegal
Jum'at, 19 Juli 2019 13:44 WIB
PANGKALPINANG - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Satpol PP Kota Pangkalpinang, dan Satpol PP Kabupaten
Tolak Aktifitas Tambang Bauksit, DPRD Babel Gelar Audiensi Bersama Masyarakat Desa Cupat
Tolak Aktifitas Tambang Bauksit, DPRD Babel Gelar Audiensi Bersama Masyarakat Desa Cupat
Kamis, 18 Juli 2019 15:09 WIB
PANGKALPINANG - DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar audiensi bersama masyarakat Desa Cupat, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat dengan pihak-pihak
Semarak HBA ke 59, Kajati Babel Raih Juara III Lomba Memasak Nasgor
Semarak HBA ke 59, Kajati Babel Raih Juara III Lomba Memasak Nasgor
Kamis, 18 Juli 2019 12:06 WIB
PANGKALPINANG – Masih dalam susana memperingati Hari Bhakti Adyaksa (HBA) dan HUT Ikatakan Adyaksa Dharma Karya, Kejati Provinsi Kepulauan Bangka