Antoni Terbukti Bersalah, Zircon Dikirim Tanpa IUP Khusus dan IUP OP


Antoni Terbukti Bersalah, Zircon Dikirim Tanpa IUP Khusus dan IUP OP

Hanya Kantongi IMB dan Ijin PT 

PANGKALPINANG - Sidang bos Zircon ilegal atas nama Antoni Alias Hon Apriyanto selaku Direktur PT Indorec Sejahtera Jalan SLA, Dusun III Baturusa, Kecamatan Merawang, Bangka Induk berlangsung di Pengadilan Negeri (PN), Pangkalpinang, Rabu (27/2/2019).

Sidang dipimpin majelis hakim Corry Oktarina, dengan anggota Iwan Gunawan dan Hotma EP Sipahutar, dan Jaksa Penuntut Umum (JPU), menghadirkan tiga orang saksi dari pihak kepolisian Polda Babel. Dalam sidang yang dihadiri sejumlah awak media baik cetak, elektronik maupun online ini  terungkap jika Zircron yang dikirim oleh terdakwa Antoni ilegal karena tidak memiliki Ijin Usaha Pertambangan (IUP) khusus dan Ijin PT.

"Saat kami lakukan penggeledahan, saudara Antoni tidak bisa menunjukkan IUP Khusus dan IUP OP, saudara Antoni hanya mengantongi IMB dan Ijin PT nya dan didalam gudang itu kami menemukan 1500 Zirkon yang sudah diolah dan juga ada Elmanit serta Munazid,” kata salah satu Bintara yang dijadikan Saksi oleh JPU.

Diakhir persidangan, Majelis Hakim Corry Oktarina menyampikan sidang akan dilanjutkan minggu depan, Senin (4/3/2019).

Diberitakan sejumlah media cetak maupun online sebelumnya, terdakwa Antoni alias Hon Apriyanto disangkakan melanggar Pasal 158 atau 161 UU No. 4 tahun 2009 tentang Pertambangan dan Minerba atas kepemilikan ilegal ribuan ton mineral ikutan jenis Zirkon, eleminite dan monazite. Gudangnya digerebek oleh Ditreskrimsus Polda Babel pada bulan September tahun 2018 lalu. Atas perbuatannya, Antoni terancam hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp 10 milyar.



Dalam dakwaan di sidang minggu lalu (20/2) , JPU pengganti, Nur Sricahyawijaya menyebutkan terdakwa telah melanggar pasal 161 UU R.I nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. Antoni dinilai sebagai orang atau pemegang IUP operasi produksi atau IUPK operasi produksi yang menampung, memanfaatkan, melakukan pengolahan dan pemurnian, pengangkutan, penjualan mineral dan batubara yang bukan dari pemegang IUP, IUPK.

Tahanan Rumah Menjadi Tahanan Rutan
Terdakwa Antoni alias Hon Aprianto  sempat ditahan oleh penyidik Subdit IV Tipiter Ditreskrimsus Polda Babel. Namun baru beberapa hari ditahan, yang bersangkutan  mengajukan penangguhan penahanan dan dikabulkan oleh polisi.

Setelah beberapa waktu, perkara ini dinyatakan oleh jaksa telah lengkap atau P21 dan Antoni dilimpahkan dari Polda Babel ke Kejaksaan Tinggi. Tapi, jaksa rupanya juga tidak mau menahan Antoni dan lagi-lagi penahanan ditangguhkan. Saat berkas dilimpahkan dari Penuntut Umum ke Pengadilan Negeri Pangkalpinang pun, pihak pengadilan tidak melakukan menahan. Barulah setelah sidang perdana di PN Pangkalpinang, yang di ketuai oleh Mejalis Hakim Corry Oktarina pada Rabu (2o/2/2019), mengalihkan status tahanan rumah Antoni menjadi tahanan rutan sampai tanggal 15 Maret 2019.



Corry Oktarina sebelum pembacaan dakwaan oleh Penuntut Umum sempat mencecarkan sejumlah pertanyaan kepada terdakwa Antoni.

"Apakah saudara ditahan? Tahanan rumah? Ingat, saudara tidak boleh keluar rumah," tegas Corry. Ia juga menegaskan bahwa Antoni didakwakan dalam kasus ini diduga telah melanggar Pasal 161 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2009 tentang Minerba. Selain itu, juga didakwa melanggar Pasal 158 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2009 tentang Minerba.

"Penuntut umum telah melimpahkan berkas perkara ke Pengadilan Negeri Pangkalpinang. Selanjutnya, dalam sidang pertama hari ini (Rabu-red), majelis hakim sependapat bahwa terdakwa Antoni ditahan di rutan. Mengalihkan penahanan terdakwa Ho Apriyanto alias Antoni dari tahanan rumah menjadi tahanan rutan sampai 15 Maret 2019. Memerintahkan penuntut umum untuk melaksanakan penetapan ini," kata Corry, saat membacakan penetapan.

Sementara terdakwa Ho Apriyanto alias Antoni hanya menjawab beberapa patah kata saja pertanyaan hakim dengan terbata-bata.

“Ya, 13 September dan 13 Oktober pengalihan penahanan,” kata Antoni sembari tertunduk lesu. Usai sidang perdana itu, Antoni langsung dipakaikan rompi merah bertuliskan tahanan dan masuk ke sel tahanan sementara di pengadilan oleh petugas Kejaksaan Negeri Pangkalpinang. Dia kemudian dibawa ke mobil tahanan untuk dijebloskan ke dalam sel Rutan Tuatunu Pangkalpinang.(wah/rb/bbl/RP)




Banner

Berikan Komentar

Pangkalpinang Lainnya
Kakwarda Melati Erzaldi buka Pelatihan "Melati Tuk Ketapang"
Kakwarda Melati Erzaldi buka Pelatihan "Melati Tuk Ketapang"
Sabtu, 11 Juli 2020 13:26 WIB
BALUNIJUK - Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Melati Erzaldi membuka Training Of Trainer (TOT) atau
Hadapi Tahun Ajaran Baru, SMA Negeri 3 Pangkalpinang Gelar Pertemuan Virtual
Hadapi Tahun Ajaran Baru, SMA Negeri 3 Pangkalpinang Gelar Pertemuan Virtual
Sabtu, 11 Juli 2020 13:24 WIB
PANGKALPINANG - SMA Negeri 3 Pangkalpinang mengadakan pertemuan virtual melalui aplikasi zoom bersama para orang tua murid baru angkatan 2020/2021
Kwarda Babel Tanam Sayur Organik Sebagai Antisipasi Ketahanan Pangan Paska Covid-19
Kwarda Babel Tanam Sayur Organik Sebagai Antisipasi Ketahanan Pangan Paska Covid-19
Sabtu, 11 Juli 2020 13:23 WIB
PANGKALPINANG - Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Kakwarda Babel) Melati Erzaldi, menanam bibit tanaman organik di
Wagub Abdul Fatah Letakkan Batu Pertama Pembangunan Rumah Susun Pesantren Nurul Falah
Wagub Abdul Fatah Letakkan Batu Pertama Pembangunan Rumah Susun Pesantren Nurul Falah
Jum'at, 10 Juli 2020 20:27 WIB
PANGKALAN BARU - Wakil Gubernur Kepulauan Babel, Abdul Fatah melakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah susun Pondok Pesantren Nurul Falah,