PANGKALPINANG DISERANG DBD, JANUARI 2019 SUDAH MENCAPAI 50 KASUS


PANGKALPINANG DISERANG DBD, JANUARI 2019 SUDAH MENCAPAI 50 KASUS

PANGKALPINANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pangkalpinang meminta masyarakat untuk lebih mewaspadai akan penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), karena menurut data yang ada di Kota Pangkalpinang jumlah penderita DBD ini semakin meningkat.

"Masalah DBD di Kota Pangkalpinang ini harus kita waspadai, karena pada bulan Januari ini kasusnya sudah mencapai 50 kasus. Ini terlihat sangat meningkat dari tahun sebelumnya, pada tahun 2018 kemarin pada bulan Januari hanya ada sekitar 20 kasus," ucap Kadinkes Kota Pangkalpinang, Restum Alamsyah, Jumat (1/2) kemarin.

Untuk itu katanya, pihaknya sangat mengharapkan akan peningkatan peran dari masyarakat dalam meminimalisir terjadinya perluasan akan penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti merupakan jenis nyamuk yang dapat membawa virus dengue penyebab penyakit demam berdarah. 

Selain dengue, Ades aegypti juga merupakan pembawa virus demam kuning (yellow fever), chikungunya, dan demam Zika yang disebabkan oleh virus Zika.

"DBD ini obatnya belum ada, paling kita menanganinya dengan terus memberikan restitusi cairan tubuh, karena pada saat terkena DBD ini cairan tubuh manusia sangat kurang," jelasnya.

Lanjutnya, program pencegahan juga yang paling utama, dimana katanya, program ini telah sejak lama disosialisasikan kepada masyarakat, dengan melakukan pemberantasan sarang.

"Ada tiga konsep dalam pemberantasan sarang nyamuk ini yaitu, menguras, mengubur kaleng yang menampung air dan menutup bak mandi atau drum penampungan air," bebernya.

Lebih lanjut katanya, memang peran dari masyarakat merupakan salah satu cara untuk meminimalisir dampak DBD ini, kalau di nasional sudah banyak yang meninggal karena DBD ini.

"Untuk di provinsi kita ada dua kasus di Belitung dan khusus untuk di Kota Pangkalpinang belum ada kasus yang sampai meninggal dunia," sebutnya.

Melihat dari peta penyebaran DBD ini, kecamatan yang paling banyak adalah daerah selindung dan pangkalbalam, karena daerah tersebut masih banyak masyarakat yang tinggal dipinggiran sungai.

"Untuk bubuk Abate sedang kita siapkan, kalau pengasapan atau foging akan kita lakukan asal ada kasus dan juga adanya laporan masyarakat, baru kita bisa melakukan fogging ini, sebagai upaya pembunuhan jentik nyamuk dari penyebab DBD ini," tukasnya. (tya)





Berikan Komentar

Pangkalpinang Lainnya
Pegawai Honorer Jadi Saksi Tipikor Mamin, Hakim: Jangan Takut Beri Keterangan
Pegawai Honorer Jadi Saksi Tipikor Mamin, Hakim: Jangan Takut Beri Keterangan
Senin, 22 April 2019 11:46 WIB
PANGKALPINANG - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pangkalpinang menggelar sidang anggaran belanja makanan dan minuman (Mamin) Setda
Selamat Jalan Brigjen Pol Syaiful Zachri, Masyarakat Babel Turut Berduka
Selamat Jalan Brigjen Pol Syaiful Zachri, Masyarakat Babel Turut Berduka
Sabtu, 20 April 2019 05:54 WIB
PANGKALPINANG - Innalillahi wainaillaihi rojiun, Polri berduka, Mantan Kapolda Kepulauan Bangka Belitung, Brigjen (Pol) Syaiful Zachri meninggal dunia di usia
Waduh "Anak SD" Jadi Petugas PPS
Waduh "Anak SD" Jadi Petugas PPS
Rabu, 17 April 2019 18:20 WIB
PANGKALPINANG - Berbagai cara dilakukan oleh Pengawas Panitia Pemungutan Suara (PPS) untuk menarik antusiasme partisipasi pemilih pada momen Pesta
Erzaldi : Saya Sudah Melaksanakan Kewajiban
Erzaldi : Saya Sudah Melaksanakan Kewajiban
Rabu, 17 April 2019 10:19 WIB
PANGKALANBARU, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman beserta istri, Melati Erzaldi dan dua putrinya melakukan pencoblosan ke TPS 003, Desa