Gubernur Erzaldi Segera Tindak Lanjuti Aspirasi Nelayan Basel


Gubernur Erzaldi Segera Tindak Lanjuti Aspirasi Nelayan Basel

PANGKALPINANG - Sebanyak kurang lebih 17 orang perwakilan nelayan Basel menghadap Gubernur Erzaldi untuk menyampaikan aspirasinya di Ruang Tanjung Pendam, Kantor Gubernur, Rabu (19/12).

Perwakilan Nelayan Basel, Kodi Midahri mengungkapkan, keberadaan aktivitas Trawl, Compreng, dan TI Apung sudah sangat meresahkan dan mengancam masa depan nelayan serta membawa dampak buruk bagi lingkungan dan sosial masyarakat.

"Di Bangka Selatan terkait terkait TI Apung itu sangat berbahaya dan mengancam masa depan nelayan yang akan datang, karena dampak lingkungan dan dampak sosialnya sangat luar biasa," katanya.

"Lalu keberadaan Trawl yang sangat merajalela, yang sangat merusak terumbu karang, habitat laut dan ekosistem dasar laut dan itu sudah terjadi bahkan 20 tahunan lalu dan sampai hari ini masih beroperasi," tambahnya.

Permasalahan ketiga, lanjut Kodi, yakni keberadaan Compreng atau Kapal Cumi yang masih rutin beraktivitas di wilayah tangkap nelayan tradisional yang berjarak 5 Mill dari bibir laut. 

"Selanjutnya permasalahan compreng, sampai hari ini kami tidak tahu dan bertanya legalitas Compreng yang ada di Basel dan sekarang rutin beraktivitas di wilayah tangkap tradisional dibawah 5 Mill dan itu bukan rahasia umum lagi," ungkapnya.

Oleh sebab itu, dikatakannya, dirinya bersama nelayan-nelayan yang lain ingin bertemu dengan Gubernur Erzaldi untuk berdialog mencari solusi yang tepat agar permasalahan-permasalahan tersebut cepat teratasi.

"Cuma itu tuntutan kami, makanya kami kesini untuk berdialog kepada Bapak Gubernur untuk mengadu apa yang menjadi kendala kami, permasalahan kami di tengah laut dalam mencari nafkah, itu yang ingin kami sampaikan dengan hormat," ucapnya.

Menanggapi permasalahan-permasalahan tersebut, Gubernur Erzaldi meminta dokumentasi rekaman video serta bukti-bukti lain kepada masyarakat nelayan Basel.

"Tolong apa yang menjadi dokumentasi ikak, tolong berikan ke kami dan kalau memang ada data orang yang ikak kenal, orang yang pakai Trawl, tolong catat berikut alamatnya," kata Erzaldi.

Erzaldi menambahkan, data-data dari masyarakat nelayan Basel dibutuhkan dalam mengambil kebijakan untuk bertindak agar tidak menimbulkan permasalahan baru dikemudian hari. 

"Itu kami butuh sebagai data kami, karena dalam mengambil kebijakan ini, kami pemerintah memfasilitasi apa yang menjadi keberatan daripada masyarakat, terlebih lagi barang lah salah harus ditindak," ujarnya.

Dengan demikian, Erzaldi menjelaskan, pihak akan segera mengadakan rapat dengan instansi-instansi terkait untuk mengambil tindakan dan meminta masyarakat nelayan Basel untuk bersabar.  

"Intinya barang yang salah kita tindak, dalam menindak ini, tentunya kami ada langkah-langkah, beri kami waktu, kami akan segera rapat untuk mengambil tindakan," pintanya.

Dalam rapat audiensi tersebut juga dihadiri oleh Dir Polairud Polda Babel, Kapolres Lempar Pongok, Basel, Dir Ops Polda Babel, Kasat Pol PP Provinsi Babel dan peserta rapat lainnya.

Setelah rapat audiensi, ratusan masyarakat Basel membubarkan diri secara tertib dan bersiap untuk kembali ke kediaman mereka masing-masing. (mon) 





Berikan Komentar

Pangkalpinang Lainnya
Buka Desiminasi Pengawasan Tenorm, Ini Penjelasan Wagub
Buka Desiminasi Pengawasan Tenorm, Ini Penjelasan Wagub
Rabu, 26 Juni 2019 15:04 WIB
PANGKALANBARU - Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Abdul Fatah secara resmi membuka kegiatan Desiminasi Pengawasan Technologically Enanced Naturall Occurring
Jalin Silaturahmi, Forwaka Babel Sowan Ke Kecabjari Belinyu
Jalin Silaturahmi, Forwaka Babel Sowan Ke Kecabjari Belinyu
Selasa, 25 Juni 2019 23:02 WIB
PANGKALPINANG - Forwaka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung siap bersinergi dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) yang ada di wilayah Bangka Belitung, baik
NAM AIR Pangkalpinang-Belitung Delay Selama 3 Jam 40 Menit
NAM AIR Pangkalpinang-Belitung Delay Selama 3 Jam 40 Menit
Selasa, 25 Juni 2019 19:34 WIB
PANGKALPINANG - Sejumlah penumpang NAM AIR IN 550 dari Bandara Depati Amir Pangkalpinang tujuan Bandara Internasional H.A.S. Hanandjoeddin Tanjungpandan, Belitung
Ketua Komisi III DPRD Babel Soroti Permasalahan Harga Tiket Pesawat Yang Masih Tinggi
Ketua Komisi III DPRD Babel Soroti Permasalahan Harga Tiket Pesawat Yang Masih Tinggi
Selasa, 25 Juni 2019 19:02 WIB
PANGKALPINANG - Menanggapi harga tiket pesawat yang masih tinggi, Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Deddy Wijaya menilai