Keluarga Korban Gustavo : Pihak Keluarga Korban Lion Air Bisa Dapatkan Hasil Kompensasi 10 - 200 Kali Lipat Dari Tawaran Pihak Asuransi Maskapai Lion Air


Keluarga Korban Gustavo : Pihak Keluarga Korban Lion Air Bisa Dapatkan Hasil Kompensasi 10 - 200 Kali Lipat Dari Tawaran Pihak Asuransi Maskapai Lion Air

PANGKALANBARU - Pengacara Internasional dari Firma Hukum Podhurst Orseck P.A, Gustavo E. Fuentes mengatakan, pihaknya tidak akan membebankan biaya operasional apapun kepada keluarga korban selama masa persidangan di luar negeri.

"Biaya-biaya atau cost yang akan dipakai untuk operasional yang muncul itu pasti sangat besar. Oleh karena itu caranya atau sistemnya, itu mereka tidak ada yang harus bayar didepan, baik untuk pengacara lokal maupun pengacara internasional, Jadi keluarga korban tidak diminta uang," kata Gustavo kepada Harian ini di Novotel, Bangka Tengah, Sabtu, (15/12).

Gustavo menambahkan, hasil kompensasi yang bisa didapatkan oleh keluarga korban itu antara 10 sampai 200 kali lipat dari apa yang ditawarkan oleh pihak asuransi  maskapai Lion Air dan dari hasil kompensasi itu lah pihaknya akan mengambil persentase sesuai dengan kesepakatan dari keluarga korban.

"Hasil apapun dari kompensasi yang telah bisa didapatkan itu antara 10 kali lipat sampai 200 kali lipat dari penawaran pertama asuransi Lion, dari hasil 10 sampai 200 kali lipat bila mereka dapatkan itu, pengacara internasional bekerjasama dengan pengacara nasional itu mereka mendapatkan persentase saja dari total hasil dan biaya-biaya operasional itu tidak diambil dari keluarga korban," terangnya.

"Jadi persentase itu antara keluarga korban dengan para pengacara. Hasil kompensasi yang didapatkan tersebut untuk keuntungan keluarga korban sendiri juga, itu lah yang akan kami lakukan untuk keluarga korban," sambungnya. 

Senada, Pimpinan Law Office NAS, Niru Anita Sinaga mengungkapkan, biaya-biaya operasional yang akan dikeluarkan selama masa persidangan di Amerika Serikat pasti memakan dana yang cukup besar dan tidak mungkin akan dibebankan oleh keluarga korban.

"Kita tahu bahwa kalau misalnya ini dibawa ke persidangan di Amerika pasti memakan dana yang cukup besar, namun hal ini kita sadari kalau itu dibebankan kepada keluarga korban pasti akan semakin berat," ujarnya.

Oleh sebab itu, ia menjelaskan, pihaknya bekerjasama dengan perhimpunan pengacara internasional untuk mendanai biaya-biaya operasional selama masa persidangan dan selain itu, pihaknya juga akan memfasilitasi keluarga korban.

"Jadi kami bekerjasama dengan perhimpunan pengacara internasional inilah nanti yang akan mendanai biaya-biaya operasional sampai nanti di persidangan, keluarga korban itu juga akan difasilitasi, apakah tiket, apakah penginapan dan segala macam," ungkapnya.

Lebih jauh ia mengungkapkan, apabila pada saat tuntutan mereka kalah dalam persidangan, maka mereka tidak akan menuntut keluarga korban untuk mengembalikan biaya-biaya operasional yang sudah dikeluarkan oleh mereka.

"Kalau misalnya nggak ada hasil atau kalah dalam persidangan, biaya-biaya operasional yang sudah dikeluarkan, tidak akan kita tuntut balik dan tidak akan ada penggantian sama sekali, karena tujuan kita juga untuk kemanusiaan," jelasnya.


"Kita berharap apa yang kita tuntut, jauh lebih besar dari yang diharapkan disini, kita bukan menjanjikan tapi kita berupaya untuk itu, karena disamping profesi kita sebagai pengacara, kita juga bertujuan untuk kemanusiaan," tandasnya.

Diantara kasus-kasus yang pernah diperjuangkan oleh grup firma dan para pengacara dari Podhurst Orseck P.A. yang telah mendapatkan keputusan pengadilan melalui pembuktian 
Kebenaran serta hasil-hasil kompensasi yang telah didapatkan diantaranya, yang pertama, untuk 3 keluarga korban Silk Air Boeing 737 kompensasi sebesar USD 43,6 juta Dollar Amerika yang setara dengan Rp 610.400.000.000,- (610 milyar rupiah).

Selanjutnya, yang kedua untuk 3 keluarga korban kecelakaan helikopter Bell di Texas USD 40  juta Dollar Amerika yang setara dengan  Rp.560.000.000.000,- (560 milyar rupiah), dan yang ketiga, untuk 4 keluarga korban di pesawat pribadi yang telah ditembak jatuh oleh Pesawat tempur MIG di wilayah udara internasional mendapat kompensasi 
USD 187.000.000 Dollar Amerika yang setara dengan Rp 2.618.000.000.000,- (2,618 Triliun rupiah). (mon)
 





Berikan Komentar

Pangkalpinang Lainnya
Menyambut 100 Tahun Indonesia PWI Gelar Seminar Mimpi Tokoh Muda Untuk Indonesia 2045
Menyambut 100 Tahun Indonesia PWI Gelar Seminar Mimpi Tokoh Muda Untuk Indonesia 2045
Selasa, 15 Oktober 2019 11:03 WIB
JAKARTA - Apa yang Anda bayangkan tentang Indonesia 100 tahun? Semua cita-cita kebangsaan yang dicanangkan para pendiri bangsa seharusnya sudah
ACT dan HPI Siap Bersinergi Sejahterakan Babel
ACT dan HPI Siap Bersinergi Sejahterakan Babel
Senin, 14 Oktober 2019 19:00 WIB
PANGKALPINANG - Aksi Cepat Tanggap (ACT) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) bersama dengan organisasi Himpunan Pewarta Indonesia (HPI) Babel siap
Persiapan Pelantikan Pimpinan DPRD Babel Sudah Capai 95 Persen
Persiapan Pelantikan Pimpinan DPRD Babel Sudah Capai 95 Persen
Senin, 14 Oktober 2019 16:54 WIB
PANGKALPINANG - Persiapan menjelang pelantikan dan pengucapan sumpah/janji jabatan para pimpinan DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang akan digelar pada
HPI Babel Bakal Panen Semangka Empat Hektar
HPI Babel Bakal Panen Semangka Empat Hektar
Senin, 14 Oktober 2019 15:13 WIB
PANGKALPINANG - "Asak Kawa Apepun Pacak" itulah sepenggal kalimat dari bahasa daerah Bangka Belitung (Babel), sebagai ungkapan masyarakat Babel memotivasi