Minta Proses Evaluasi Dilanjutkan


Minta Proses Evaluasi Dilanjutkan

PANGKALPINANG - DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memfasilitasi pertemuan antara pihak maskapai Lion Air dengan keluarga korban tragedi Lion Air JT 610 di Ruang Banggar, Rabu (21/11).

"Kenapa DPRD hari ini berinisiatif mengumpulkan seluruh stakeholder terkait ini, untuk meminta kepastian, karena pihak keluarga korban sekarang ini kan risau, ada yang menawarkan asuransi untuk Boeing, sementara dari Lion sendiri belum selesai," ujar Anggota DPRD Babel, M Tanwin.

Pada kesempatan tersebut, Irfan Anak almarhum H.K Junaidi meminta kepada pihak maskapai Lion Air agar proses pencarian evakuasi dan identifikasi para korban terus dilakukan sampai seluruh korban dapat teridentifikasi dan dipulangkan ke pihak keluarga.

"Bapak saya belum teridentifikasi, dari 196 kantong jenazah yang ditemukan oleh Basarnas dan terdapat body part pesawat 666 dan diberhentikan tanggal 10 November 2018, proses identifikasi dari DNA ini akan berakhir 23 November 2018, jumlah yang sudah teridentifikasi itu sebanyak 104 jenazah, berarti masih kurang 85," ungkapnya.

"Dari mulai minggu kemarin kami awasi, Tim DVI itu mengeluarkan jenazah tiga, tiga, satu, tiga. Jadi kalau tiga hari kita kalikan 3 itu sembilan jenazah, kemana sisanya. Kami minta disini proses evakuasi pesawat terus dilanjutkan dan dibiayai oleh Lion sampai 189 korban ditemukan," sambungnya.

Sementara Deputi Direktur Operasi Lion Air, Gunawan menjelaskan, pihaknya meminta kepada Tim DVI dan Basarnas untuk terus melakukan proses pencarian dan evakuasi para korban.

"Kami dari management, meminta kepada DVI dan Basarnas untuk terus mencari walaupun keputusan tersebut memang ada di Basarnas , jadi kami berusaha semaksimal mungkin," ucapnya.

"Jumlah korban dari Bangka Belitung itu ada 56 dan yang sudah teridentifikasi dan jenazahnya sudah kita makamkan pihak keluarga itu 32 almarhum, sisanya terus dan sedang proses identifikasi oleh Tim DVI Mabes Polri, tambahnya.

Lebih lanjut, ia memaparkan beberapa proses dana santunan yang diberikan oleh pihak Lion Air kepada keluarga korban, yakni dana tunggu sebesar Rp. 5 juta, santunan pemakaman Rp. 5 juta, dana bagasi Rp. 50 juta, dan dana santunan utama sebesar Rp 1 Miliar 250 juta. 

"Mengenai santunan, itu untuk keluarga dana santun tunggu itu 5 juta, kita berikan langsung ke pihak keluarga, setelah itu dana santunan pemakaman itu kita berikan 5 juta, setelah itu untuk bagasi itu kita berikan 50 juta, dan santunan utama itu ada 1 Miliar 250 juta, ini yang kita serahkan ke pihak keluarga," paparnya.

Selain itu dijelaskannya, pihak Lion Air akan membuka posko mulai tanggal 26 November 2018 di Novotel Bangka Tengah, untuk membantu para keluarga korban dalam mengurus dana utama dan dukcapil.

"Melihat kondisi penumpang yang ada di Bangka Belitung itu 56 orang, untuk mempermudah pencairan dana utama ini, kami mulai tanggal 26 November buka posko di Novotel Babel, agar keluarga korban tidak perlu mondar-mandiri ke Jakarta, termasuk mengenai pengurusan dukcapil. Jadi nanti disitu tim kita sudah ada, dari tim asuransi, pengacara, notaris, jadi semua tim ada disini," urainya.

Setelah mendengar pendapat dari kedua belah pihak, Wakil Ketua 1 DPRD Babel, Hendra Apollo meminta kepada pihak Lion Air membuat pernyataan untuk tidak menghentikan proses pencarian korban yang belum ditemukan atau belum teridentifikasi.

"Apapun yang terjadi, karena biayanya ini kami tidak mau tahu, yang penting, proses pencarian ini terus dilaksanakan dan kami ingin agar pemerintah daerah kita memberikan ketenangan bagi para keluarga korban," ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Sekda Babel, Yan Megawandi mengatakan, pihaknya akan membentuk tim pendampingan dalam memberikan bantuan kepada keluarga korban.

"Kami akan segera membentuk tim pendampingan untuk itu, untuk sementara posko kami tetap di Kantor Gubernur, kita mengidentifikasi supaya terpola apa yang ingin kita lakukan bersama-sama ini," ungkapnya.

"Kami juga akan mengonsep surat seperti yang diinginkan oleh rekan-rekan tadi untuk meneruskan secara resmi Pak Gubernur akan meminta pemerintah pusat untuk tetap meneruskan proses pencarian dan identifikasi baik kepada Basarnas, Kementerian Perhubungan, terutama pihak Lion, serta Tim DVI Mabes Polri," tandasnya. (mon)





Berikan Komentar

Pangkalpinang Lainnya
Kapolda Babel Instruksikan Jajaran Polres Pro Aktif Hadapi Karhutla
Kapolda Babel Instruksikan Jajaran Polres Pro Aktif Hadapi Karhutla
Senin, 16 September 2019 15:55 WIB
PANGKALPINANG - Kapolda Kepulauan Bangka Belitung, Brigjen (Pol) Istiono menyoroti permasalahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kerap terjadi saat
Tiga Kapolres Dimutasi, Sertijab Dipimpin Kapolda Babel
Tiga Kapolres Dimutasi, Sertijab Dipimpin Kapolda Babel
Senin, 16 September 2019 15:52 WIB
PANGKALPINANG - Kapolda Kepulauan Bangka Belitung, Brigjen (Pol) Istiono memimpin prosesi serah terima jabatan (sertijab) dan pengambilan sumpah jabatan untuk
Gubernur Erzaldi Sebut Keluarga Adalah Landasan Dasar Kekuatan Negara
Gubernur Erzaldi Sebut Keluarga Adalah Landasan Dasar Kekuatan Negara
Jum'at, 13 September 2019 11:48 WIB
PANGKALANBARU - Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman mengatakan, pembangunan keluarga merupakan landasan dasar kekuatan untuk membangun negara
Buruan Daftar, Kejati dan Dinas Kesehatan Babel Gelar Operasi Katarak Gratis
Buruan Daftar, Kejati dan Dinas Kesehatan Babel Gelar Operasi Katarak Gratis
Jum'at, 13 September 2019 09:46 WIB
PANGKALPINANG - Kabar gembira bagi masyarakat di Bumi Serumpun Sebalai. Kejaksaan Tinggi (Kejati) bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka