Panggil Pertamina, Gubernur Segera Ambil Kebijakan


Panggil Pertamina, Gubernur Segera Ambil Kebijakan

PANGKALPINANG - Gubernur Babel Erzaldi Rosman bersama Forkopimda dan Pertamina segera mengambil kebijakan terkait kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), seperti di Pangkalpinang, Sungailiat maupun Muntok Kabupaten Bangka Barat (Babar), Selasa (16/10).

"Banyak antrian panjang, dan antrian ini terjadi mulai tengah malam, dan hal ini menganggu keselamatan dan menganggu penguna jalan,"tegas Erzaldi dihadapan GM Pertamina diwakili oleh Sales Executive Ritel Pertamina Wilayah Babel, Denny Nugrahanto dan pengusaha SPBBE Bangka, Mengkiong di Lantai II Kantor Gubernur, Jumat kemarin.

Ditegaskan Erzaldi, dampak sulitnya masyarakat mendapatkan BBM mengakibatkan roda perekonomian masyarakat terganggu, seperti halnya  nelayan dan anak anak sekolah ikut terkena imbas. Terlebih lagi dikatakan mantan Bupati Bangka Tengah ini, imbas masyarakat sulit mendapatkan BBM diakibatkan oknum yang tidak bertangungjawab.

"Kita menduga bahwa bahan bakar ini banyak dijual ke tambang-tambang ilegal ataupun pertambangan, Insya Allah Kami akan mengambil kebijakan bersama Forkopimda dan Pertamina pada Selasa 16 Oktober pekan depan,"jelasnya.

Menurut Erzaldi, dalam mengambil kebijakan tentu saja harus terlebih dahulu mencari solusi, maka itu Pemprov Babel akan bersama sama dengan Forkopimda dan Pertamina duduk satu meja dalam membahas guna menentukan kebijakan yang akan diambil.

"Kita akan mencari solusinya dan salah satu solusinya adalah kita akan membuat kebijakan boleh membeli bahan bakar bagi kendaraan kendaraan yang memiliki muatan, dan kita akan membatasi untuk kendaraan yang hanya untuk mengerit saja,"ungkap suami Melati ini.

Sales Executive Ritel Pertamina Wilayah Babel, Denny Nugrahanto mengatakan, persediaan BBM di Depo Pangkalbalam masih tersedia, dan ketahanan stok 7 hari hingga 10 hari kedepan. "Khusus terjadi adanya antrian, akibat dari adanya masyarakat yang ngerit, "cetusnya.

Lebih lanjut dijelaskan Denny, banyaknya oknum yang memanfaatkan kesempatan ini untuk melakukan modifikasi. Kemudian, dari tabung bahan bakar juga menjadi kendala di lapangan, sehingga pertamina membuat kebijakan dalam pengisian menggunakan perbandingan 40 : 60, dimana SPBU akan melakukan pengisian bahan bakar sesuai dengan kapasitas tangki BBM standar untuk mobil biasa dan truk.

"Khusus untuk pertambangan yang ada,  seharusnya pengusaha menggunakan bahan bakar minyak non subsidi, karena bahan bakar minyak yang digunakan merupakan bahan bakar khusus untuk industry,"katanya.

Sementara terkait Gas Elpiji, Pengusaha SPBBE Bangka, Mengkiong mengatakan, penjualan gas elpiji tabung 3 kg banyak di tingkat pengecer. "Kalau yang membuat harga mahal adalah pengecer, bukan pangkalan, karena pangkalan sudah punya HET. Saya sarankan pangkalan jangan menjual lebih dari 2 tabung. Dan gas elpiji 3 kg ini, dikhususkan bagi masyarakat miskin,"ujar Mengkiong seraya menambahkan dirinya akan melakukan terobosan baru dalam pendistribusian LPG 12 kg di wilayah Pangkalpinang dengan menggunakan jasa pengantaran sepeda motor, sehingga masyarakat dapat terlayani dengan baik dan dengan harga terjangkau. 

Diberitakan koran ini sebelumnya, kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Babel mendapat soratan langsung dari Gubernur Babel, H Erzaldi Rosman. Bahkan, orang nomor satu di negeri Serumpun Sebalai ini berjanji akan segera memanggil General Manager (GM) Pertamina dan distributor Gas murah.

"Insya Allah kami tindaklanjuti besok (hari ini, Jumat (12/10..red) dengan memanggil GM Pertamina dan distributor gas murah, intinya dalam pertemuan ini kita catat dan kita cari solusinya, dan bagikan penanganannya sesuai kewenangan yang berlaku, ntah itu provinsi atau kabupaten. Jangan kita biarkan terus begini kasihan masyarakat," tegas Erzaldi, saat natak kampung di Kecamatan Muntok, Babar, Kamis (11/10).

Dalam kesempatan ini, Erzaldi mendapat banyak masukan langsung dari masyarakat terkait sulitnya mendapatkan BBM  jenis Premium,  Pertalite, Solar dan Gas bersubsidi, meskipun ada di eceran namun harganya jauh lebih mahal.

"Kegiatan natak kampung ini adalah kegiatan rutin kami dalam seminggu satu kali, agar kita bisa berkomunikasi permasalahan apa yang ada di desa tersebut dan kita cari solusinya bersama-sama. Khususnya hari ini kita dapat permasalahan berkenaan dari distribusi premium, Pertalite, Pertamax dan Solar dan Gas," ujar Erzaldi. (wah/rb)





Berikan Komentar

Pangkalpinang Lainnya
Diskominfo Babel Kenalkan Potensi Daerah di Bali ITT Expo 2019
Diskominfo Babel Kenalkan Potensi Daerah di Bali ITT Expo 2019
Jum'at, 06 Desember 2019 15:56 WIB
PANGKALPINANG - Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus berupaya mempublikasikan destinasi wisata dan produk unggulan UMKM.
M Nuh Jabat Ketua SAPC- Net Wakilnya U Ohn Kyaing dari Myanmar
M Nuh Jabat Ketua SAPC- Net Wakilnya U Ohn Kyaing dari Myanmar
Kamis, 05 Desember 2019 16:55 WIB
BALI – Ketua Dewan Pers Indonesia – terpilih sebagai Ketua South Asian Press Council Network (SEAPC-Net) dalam pertemuan pertama
Rudianto Tjen Berharap Penanganan Kasus Sijuk Bisa Menegakan Wibawa Pemerintah dan Penegak Hukum
Rudianto Tjen Berharap Penanganan Kasus Sijuk Bisa Menegakan Wibawa Pemerintah dan Penegak Hukum
Kamis, 05 Desember 2019 16:43 WIB
PANGKALPINANG - Anggota DPR RI, Rudianto Tjen menanggapi penyelesaian kasus Sijuk yang mengarah pada penyelesaian secara damai dan kekeluargaan. 
DPRD Babel Akan Melapor Ke Mabes Polri
DPRD Babel Akan Melapor Ke Mabes Polri
Rabu, 04 Desember 2019 14:20 WIB
PANGKALPINANG - Penanganan proses hukum terhadap anggota Sat Pol PP Babel saat melakukan penertiban lokasi tambang di Desa Sijuk,