Rudianto Tjen : Berita Hoax Ratna Sarumpaet Bisa Saja ini Rekayasa Besar


Rudianto Tjen : Berita Hoax Ratna Sarumpaet Bisa Saja ini Rekayasa Besar

PANGKALPINANG - Siapa yang tak kenal Ratna Sarumpaet, seorang tokoh politik dan seniman yang belakang ini namanya dihebohkan bahkan menjadi viral di berbagai media dengan menyebarkan berita bohong atau hoax kepada masyarakat, dengan mengaku telah menjadi korban penganiayaan beberapa waktu lalu.

Akibat perbuatannya, wanita paruh baya ini sekarang sedang menjalani proses hukum dan sudah ditetapkan menjadi tersangka oleh kepolisian setelah melalui serangkaian penyelidikan di Polda Metro Jaya.

Anggota DPR RI Dapil Bangka Belitung, Rudianto Tjen memberikan apresiasi kepada pihak kepolisian yang telah bergerak cepat menelusuri jejak digital tersangka sehingga tersangka mengakui segala perbuatannya.

"Saya sangat salut kepada pihak kepolisian dapat menelusuri jejak digitalnya sehingga yang bersangkutan tidak sempat mengelak lagi dan akhirnya mengakui segala perbuatannya," kata Politisi Partai PDI Perjuangan ini seusai menghadiri Forum Diskusi di Swissbel-Hotel, Sabtu (6/10).

Rudianto menambahkan, apabila perkara ini tidak dapat dibuktikan oleh pihak kepolisian, maka hal ini akan sangat merugikan bangsa Indonesia.

"Kalau berita ini seandainya tidak bisa dibuktikan oleh Polisi, ini akan digulirkan sedemikian rupa, sehingga akan menjadi sesuatu yang sangat besar dan tentu saja akan sangat merugikan kita sebagai Bangsa Indonesia," ujarnya. 

Oleh sebab itu, Rudianto sangat menyayangkan perbuatan yang telah dilakukan oleh Ratna Sarumpaet, yang seharusnya menentramkan panasnya suhu politik menjelang Pileg dan Pilpres 2019 mendatang.

"Saya pikir itu sangat disayangkan karena beliau adalah seorang tokoh yang sekarang ini menjadi publik figur, seharusnya ia menentramkan panasnya suhu politik karena menjelang Pileg dan Pilpres," ucapnya.

Lebih lanjut ia menilai, perbuatan yang telah dilakukan Ratna bisa saja merupakan rekayasa besar, mungkin ada kaitannya dengan unsur politik yang dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk mengambil keuntungan dengan menjelek-jelekan pemerintah.

"Saya pikir ini mungkin saja ada hubungannya dengan unsur politik, dengan sudah dekatnya Pileg dan Pilpres ini, dan mungkin ada pihak-pihak tertentu yang akan mengambil keuntungan dengan menjelek-jelekan pemerintah. Bisa saja ini satu rekayasa besar yang dilakukan dengan cara yang tidak baik, yang menurut saya itu sangat tercela," ungkapnya.

Penutup, Rudianto mengucapkan terima kasih kepada rakyat Indonesia yang tidak melakukan respon berlebihan dalam menyikapi berita hoax yang sudah beredar luas.  

"Terima kasih juga kepada seluruh rakyat Indonesia itu tidak melakukan respon yang berlebihan awal-awalnya, dan sekarang kita bisa tahu bahwa rekayasa itu sangat berbahaya bagi Bangsa dan negara ini," tutupnya (mon)




Banner

Berikan Komentar

Pangkalpinang Lainnya
UBB Gelar Kuliah Umum Online Bahas Tentang Pendidikan Pasca Pandemi
UBB Gelar Kuliah Umum Online Bahas Tentang Pendidikan Pasca Pandemi
Selasa, 15 September 2020 21:21 WIB
PANGKALPINANG - Dalam rangka menyambut mahasiswa baru tahun akademik 2020/2021, Universitas Bangka Belitung menyelenggarakan kuliah umum online yang mengangkat tema
Pejabat di Lingkup Pemprov Babel Lakukan Pemeriksaan Kesehatan
Pejabat di Lingkup Pemprov Babel Lakukan Pemeriksaan Kesehatan
Senin, 14 September 2020 12:44 WIB
AIR ANYIR - Dalam rangka memastikan kondisi kesehatan pimpinan yang ada di Lingkungan Pemprov Kepulauan Bangka Belitung (Babel), dilakukan pemeriksaan
Permudah Wajib Pajak, Pemprov Babel Lakukan Beragam Inovasi
Permudah Wajib Pajak, Pemprov Babel Lakukan Beragam Inovasi
Senin, 14 September 2020 12:42 WIB
PANGKALPINANG - Guna memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Bangka Belitung yang ingin membayar pajak kendaraan bermotor, Pemprov. Kepulauan Bangka Belitung
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Daerah Pramuka Ibarat Jantungnya Pramuka
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Daerah Pramuka Ibarat Jantungnya Pramuka
Minggu, 13 September 2020 16:40 WIB
PANGKALPINANG - Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Kepulauan Bangka Belitung (Kakwarda Babel), Melati Erzaldi mengatakan bahwa pusat pendidikan dan pelatihan