Pembangunan Tahap II Kolam Renang Beluluk Diyakini Molor, Ada Apa dengan Proses Lelang?


Pembangunan Tahap II Kolam Renang Beluluk Diyakini Molor, Ada Apa dengan Proses Lelang?
Komisi I DPRD Bangka Tengah yang diketuai Mehoa saat melakukan kunjungan ke kolam renang sebelum tahap II Desa Beluluk. Foto: Devi/RB


PANGKALANBARU - Pembangunan kolam renang bertaraf internasional tahap II di Desa Beluluk Kecamatan Pangkalanbaru diragukan dapat digunakan untuk Porprov V Bangka Tengah (Bateng) 2018. Hal ini diduga kuat adanya tarik ulur dalam teknis proses SOP lelang proyek APBD I 2018 dana bantuan Provinsi Bangka Belitung (Babel).


Apalagi proyek senilai Rp 22.907.000.000 dengan nomor kontrak 027/14/SPK/APBD/DABA/DINBUDPARPORA/2018 yang dilaksanakan oleh PT Padimun Golden memakan waktu pengerjaan dalam pelaksanaannya 160 hari kalender yang telah dimulai sejak 24 Mei 2018 dan berakhir pada 30 Oktober 2018.


"Masa kerja efektif pihak pelaksana proyek hanya tersisa dua bulan lagi, belum bisa dipastikan tetep bisa di gunakan untuk poprov apa tidak, keputusan diambil mendekati pelaksanaan. Tapi yang jelas sudah dipastikan molor, dari 5 November ke tanggal lain. Bisa dikatakan ini kesalahan pengambil kebijakan, harus nya jika sudah tau urgent (mendesak), ya jangan lewat dari pantauan sedetik pun proses SOP," ungkap Ketua Komisi I DPRD Bateng Mehoa kepada Radar Bangka, Rabu (29/8) siang melalui pesan whatsapp.


Politisi PDI Perjuangan itu menilai, penyebab molornya proyek tadi mungkin diakibatkan kurang fokus dan miskoordinasi dalam proses pemberkasan surat-surat jika berbicara pada pemberkasan proses pencairan dan lainnya. Seharusnya bisa diselesaikan full 1 hari menjadi 3 hari karena saling tunggu atau masalah lainnya.


"Bisa jadi kan? Itu jika berbicara pemberkasan proses pencairan dan lainnya. Ditambah lagi saat pengesahan bantuan dana hibah (Daba) APBD I Induk Provinsi Babel untuk menyuplay pengerjaan proyek tadi yang memakan waktu menjadi penyebab juga molornya proses pengerjaan oleh pihak kontraktor. Padahal sayang kalau tidak selesai, anggaran sudah banyak dikucurkan, tahap 1 Rp 22 miliar lebih, tahap 2 Rp 22 miliar lebih dan jika ditotalkan mencapai Rp 45 miliar," tambah dia. 


Maka dari itu, Mehoa mewarning dan mewanti-wanti pihak KONI Bateng dan Dinbudparpora agar jangan sampai membuat malu daerah ini selaku tuan rumah Porprov V Bateng yang akan berlangsung terjadwal pada 4 November 2018 mendatang. Koordinasi akan terus dilakukan oleh pihaknya dengan Ketua KONI Farhan dan Dinbudparpora melalui Qutty yang dianggap orangnya cukup komunikatif dan transparan.


Menyikapi proyek tahap II dikerjakan tidak sesuai RAB dan spesifikasi teknik pengerjaannya, Mehoa menegaskan akan melakukan pemanggilan terhadap pengawas atau ahli konstruksi yang independen dan bukan kemitraan berbayar. Sebab dirinya belum secara langsung melihat dan bukan ahlinya terkait bahan dan teknik konstruksi.


Lebih jauh, penerapan K3 yang diabaikan oleh pihak kontraktor dalam melaksanakan proyek tadi dianggap Mehoa sangat membahayakan para tenaga kerja. Padahal, jika sudah terjadi kecelakaan yang rugi pekerja itu sendiri sehingga biasanya kejadian ditutupi pelaksana proyek. 


"Ini pengawasan dari Dinas Tenaga Kerja diragukan. Tadi sudah diakui oleh Dinbudparpora, mereka sudah bersurat ke perusahaan pemenang tender atau kontraktor. Makanya besok saya rencananya akan ajak Ketua Koni meninjau langsung lokasi, termasuk meninjau ke kolam Tirta Sungailiat (second location). Kabupaten boleh baru pemekaran 2003, tapi pelaksanaan harus sudah seperti sering melakukan event-event tuan rumah skala nasional," bebernya. 


Terakhir, Mehoa juga akan menyoroti pembangunan baru venue badminton yang diduga cukup mengkhawatirkan bisa selesai sehingga akan datang meninjau langsung lokasi pembangunan dan mengawasi agar lebih jelas progresnya saat ini.

Terpisah Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda & Olah Raga Kabupaten Bangka Tengah, Zainal SPd saat dimintai konfirmasi terkait dugaan pembangunan tahap 2 kolam renang yang kini banyak disorot sejumlah LSM, media dan juga anggota dewan, ia mengaku senang dan berterima kasih.

" Saya selaku kepala dinas merasa sangat mendapat apresiasi kalau proyek bertaraf internasional ini dipantau banyak orang dari berbagai kalangan. Insya Allah proyek ini kedepannya tidak akan bermasalah, " kata Zainal dihubungi melalui ponselnya, Rabu (29/8).

Diakui Zainal, pembangunan tahap 2 kolam renang Balikin sudah sesuai spesifikasi teknis. 

" Proyek ini adalah proyek yang besar dan mana mungkin kami berani main-main atau melakukan kecurangan. Sebab di dalam proyek banyak pihak yang dilibatkan seperti pihak perencana dan konsultan pengawas. Namun memang ada benarnya rekan-eekan wartawan yang menanyakan soal K3 tidak diterapkan di lokasi proyek. Justru itu saya selaku dinas sudah menegur kontraktornya," beber Zainal.

Ditanya soal bahan bangunan seperti hebel  yang kurang berkualitas, Zainal mengaku itu sudah menjadi tanggung jawab dari pihak kontraktor selaku pelaksana di lapangan. " Yang penting material yang dipakai harus mengacu dengan spesifikasi yang sudah diterapkan dan jika sudah sesuai standardisasi tidak masalah mau dibeli dimana saja," tandasnya. 

Sebelumnya pelaksanan pekerjaan tahap 2 proyek pembangunan kolam renang berstandar Internasional di Desa Beluluk Kecamatan Pangkalan Baru Kabupaten Bangka Tengah kembali menjadi sorotan awak media dan LSM pegiat anti korupsi Babel.

Pasalnya dari pantauan Radar Bangka, Selasa (28/8/2018) pelaksanaan pekerjaan proyek yang menelan dana hingga 22 milyar lebih oleh PT Palimun Golden diduga tidak sesuai RAB dan Spesifikasi tehnik pekerjaan.

Demikian dikatakan Dedi Wahyudi selaku wakil ketua LSM Gerakan Barisan Komitmen Konstitusi (Gebrakk) Sriwijaya wilayah Bangka Belitung.
Menurut Dedi, dari pantauannya ada beberapa item pekerjaan yang dilaksanakan kontraktor pelaksana yang diduga tudak sesuai RAB maupun spesifikasi tehnik pekerjaan.

“Diantaranya, pemasangan dinding beton dengan penggunaan material Hebel atau disebut beton ringan Aerasi Hebel. Hebel yang digunakan diduga berkualitas rendah. Lihat saja material hebelnya belum dipasang sudah banyak yang retak dan pecah pecah. Bahkan beberapa dinding beton hebelnya sudah alami keretakan,” ungkapnya.

Demikian halnya, lanjut Dedi, item pekerjaan pembesian, jarak besi gelang satu dengan lainnya agak renggang sehingga hal ini nantinya akan berdampak pada kekuatan tiang tiang cor.

“Selain jarak gelang besi di beberapa titik diduga  tidak sesuai ketentuan, pengisian semen cor pada dinding beton maupun pada tiang juga terlihat asal asalan,” imbuhnya.

Selain itu, Dedi juga menyoroti perusahaan kontraktor yang tidak melaksanakan penerapan K3 dalam pelaksanaan pekerjaan ptoyek kolam renang Desa Beluluk.

“Miris, proyek yang bernilai puluhan milyar rupiah tapi perusahaan kontraktor pelaksanaan pekerjaan tidak menerapkan K3 dalam pelaksanaan pekerjaannya. Mana Disnaker. Jangan tutup mata dong,” pinta Dedi.

Dikatakan Dedi, penerapan K3 adalah syarat yang harus dipenuhi oleh pihak perusahaan kontraktor dan merupakan salah satu persyaratan dalam dokumen lelang yang harus dipenuhi peserta lelang.

“Sangat disesalkan. Perusahaan yang mengerjakan proyek pembangynan puluhan milyar namun para pekerjanya tidak dilengkapi dengan peralatan safety, baik sepatu safety, sarung tangan, topi pelindung kepala hingga tangga yang berstandar safety semuanya tidak terlihat di lokasi pekerjaan. Justru yang terlihat pekerja turun dari lantai dua dengan cara terjun bebas menggunakan tali ala tarzan,” bebernya.

Terpisah, pihak perusahaan PT Palimun Golden melalui manager lapangannya, Muhammadini berdalih jika pelaksanaan pekerjaan proyek pembangunan tahap dua pada kolam renang desa Beluluk sudah sesuai RAB dan spesifikasi tehnik pekerjaan.

“Sudah sesuai RAB, hanya saja kita menggunakan Hebel (beton ringan, red) lokal. Namun untuk toko yang memproduksi Hebel di Babel ini, saya pun kurang jelas di mana tempatnya,” kata Muhammadini ketika diminta untuk memberitahukan alamat toko yang memproduksi Hebel yang digunakan PT Palimun Golden.

Soal penerapan K3. Muhammadini mengakui jika pihaknya memang tidak menerapkannya.

“Ya, kita akui agak lalai dalam penerapan K3 selama ini, tapi ke depannya kita akan upayakan. Terima kasih lah telah mengingatkan,” ujarnya.

Sementara itu pihak dinas tekait hingga berita ini diturunkan, masih diupayakan konfirmasinya.

Sekedar diketahui, perusahaan kontraktor pelaksana pekerjaan Kolam renang Beluluk Pangkalan Baru ini juga merupakan perusahaan kontraktor yang melaksanakan pekerjaan Proyek Pembangunan Rumah Sakit Umum Provinsi Babel dan proyek pembangunan Sekolah MAN Kab. Bangka Tengah yangj nilainya puluhan milyar rupiah. (don/dev)




Banner

Berikan Komentar

Pangkalpinang Lainnya
Bagikan Paket Sembako, Gubernur Himbau Masyarakat Lebih Disiplin Terapkan Protokol Covid-19
Bagikan Paket Sembako, Gubernur Himbau Masyarakat Lebih Disiplin Terapkan Protokol Covid-19
Senin, 01 Juni 2020 17:20 WIB
PANGKALPINANG - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman mengunjungi sekaligus membagikan bantuan paket sembako pada masyarakat sekitar Jalan Girimaya,
Gubernur Erzaldi Sapa Masyarakat Lewat Siaran Langsung Instagram
Gubernur Erzaldi Sapa Masyarakat Lewat Siaran Langsung Instagram
Kamis, 28 Mei 2020 14:48 WIB
PANGKALPINANG - Menyikapi kerinduan masyarakat untuk bertemu pemimpinnya, mengingat adanya pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), Gubernur Kepulauan Bangka Belitung
Rancangan Perda Peraturan Pelanggaran Protokol Covid-19 Siap Diajukan
Rancangan Perda Peraturan Pelanggaran Protokol Covid-19 Siap Diajukan
Kamis, 28 Mei 2020 15:20 WIB
PANGKALPINANG - Wakil Gubernur Kepulauan Babel, Abdul Fatah kembali memimpin rapat teknis lanjutan terkait rancangan peraturan tentang pengenaan sanksi terhadap
Gubernur Erzaldi Yakin Dengan Pancasila, Bangsa Indonesia Mampu Menjadi Pemenang
Gubernur Erzaldi Yakin Dengan Pancasila, Bangsa Indonesia Mampu Menjadi Pemenang
Senin, 01 Juni 2020 11:28 WIB
PANGKALPINANG - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman mengucapkan "Selamat Hari Lahir Pancasila" kepada seluruh masyarakat dan bangsa Indonesia.