MUI Babel Bolehkan Imunisasi MR


MUI Babel Bolehkan Imunisasi MR

PANGKALPINANG - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bangka Belitung menyatakan bahwa vaksin MR saat ini boleh digunakan. Hal ini berdasarkan Fatwa MUI Nomor 33 Tahun 2018 Tentang Penggunaan Vaksin Measles Rubella Produk dari SII (Serum Intitute Of India) untuk imunisasi.

Ketua MUI Babel, Zayadi mengatakan vaksin MR tersebut boleh digunakan karena dalam keadaan darurat dan belum di temukannya vaksin yang halal sebagai pengganti.

"Vaksin MR memang mengandung unsur non halal, oleh karena itu Majelis Pusat mengatakan hal ini haram. akan tetapi, dalam kaedah hukumnya boleh jika karena ada kondisi keterpaksaan (darurat syar'iyyah). Sesuai Fatwa yang berlaku jika belum ditemukan faksin yg halal. Namun jika ada keluarga yg ragu untuk memvaksinkan anaknya maka tidak usah di paksakan tetapi sekali lagi bahwa MUI mengatakan ini mubah," kata Zayadi saat Press Conference, Senin (27/8/2018).

Kepala Dinas Kesehatan Babel, Mulyono Susanto menjelaskan bahwa Pemprov Babel akan melakukan imunisasi di bulan Agustus untuk anak sekolah dan September untuk anak belum sekolah.

"Target kami 95% yg diimunisasi. Berharap dengan adanya fatwa MUI masyarakat tidak ragu-ragu melakukan imunisasi Rubella karena setelah September ini imunisasi hanya akan dilakukan untuk anak 9 bulan, 18 bulan dan anak kelas 1 SD. Sangat disayangkan jika tidak digunakan oleh masyarakat kita," ujar Mulyono Susanto.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Kependudukan Pencatatan Sipil dan Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana (DP3ACSKB) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Susanti juga mengatakan bahwa pihaknya sangat mendukung upaya untuk keterjaminan hak hidup pada anak.

"Kita harus memenuhi hal-hak anak, dimana anak memiliki hak untuk hidup, perlindungan, partisipasi dan identitas. Sesuai dengan aturan yg berlaku hingga anak-anak kita terjamin," pungkas Susanti. 

Wakil Gubernur Babel, Abdul Fatah juga menjelaskan bahwa halaman bermaterai yang di tanda tangani orangtua bukan lah sebuah ancaman, melainkan jika terjadi sesuatu yang diluar dugaan bagi orangtua yang tidak mau memvaksinkan anaknya maka pihak sekolah tidak akan bertanggungjawab atas kejadian yang di alami. Ia juga berharap agar imunisasi ini segera di laksanakan secepatnya agar masyarakat terutama anak-anak dapat terlindungi dari Campak dan Rubella. 

"Hal ini bukanlah sebuah ancaman bagi masyarakat, hanya saja sebagai bukti bagi sekolah ketika sesuatu terjadi kepada anak yang tidak imunisasi maka Kepala sekolah dan para guru dimana anak tersebut melakukan belajar-mengajar tidak akan bertanggungjawab lagi. Himbauan saya agar tidak menyalahkan siapa-siapa baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Oleh karena itu, imunisasi ini harus segera di sosialisasikan dan dilakukan," tandas Abdul Fatah.(nit)





Berikan Komentar

Pangkalpinang Lainnya
Kak Melati Minta Serius Tentukan Arah Rakerda Kwarda Babel
Kak Melati Minta Serius Tentukan Arah Rakerda Kwarda Babel
Rabu, 20 Januari 2021 15:45 WIB
PANGKALPINANG - Ketua Kwartir Daerah (Kakwarda) Gerakan Pramuka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Melati Erzaldi membuka Rapat Paripurna Andalan Daerah
Rumah Sakit Covid-19 Babel Segera Beroperasi
Rumah Sakit Covid-19 Babel Segera Beroperasi
Rabu, 20 Januari 2021 15:26 WIB
AIR ANYIR - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman menyampaikan kepada masyarakat Babel, bahwa Rumah Sakit Infeksi dan Karantina
Dua Jenazah Korban Sriwijaya SJ 182, Tiba di Pangkalpinang
Dua Jenazah Korban Sriwijaya SJ 182, Tiba di Pangkalpinang
Selasa, 19 Januari 2021 16:58 WIB
PANGKALPINANG - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman memimpin prosesi serah terima dua jenazah korban jatuhnya pesawat Sriwijaya SJ
DPD Bapera Babel Terbentuk Dikomandoi Erland Rosman
DPD Bapera Babel Terbentuk Dikomandoi Erland Rosman
Rabu, 06 Januari 2021 21:14 WIB
PANGKALPINANG – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Barisan Pemuda Nusantara (Bapera) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) terbentuk. Mereka para pengurus Bapera