SPBU A Yani Tutup Saja


SPBU A Yani Tutup Saja

PANGKALPINANG – Tim investigasi Pertamina ternyata sudah turun ke lokasi terbakarnya mobil pengerit stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU)  24 331 102, Jalan Ahmad Yani.

Demikian disampaikan kuasa SPBU, Suyitno als Cecep kepada wartawan, Senin (13/8). Maka dari itu SPBU menunggu nasib dari hasil investigasi tersebut. “Kami pasrah saja. Mau tutup atau tidak itu kewenangan Pertamina,” ujarnya.

Pihaknya tidak mau berkomentar banyak soal investigasi. Begitu juga dengan kapan hasil investigasi keluar. “Semuanya di Pertamina. Kami tak berani komentar banyak, nanti salah," cetusnya.

Seperti diketahui bersama banyak warga masyarakat yang meminta Pertamina tegas. Karena khawatir terjadi kebakaran yang sama terulang. Berikut beberapa warga masyarakat yang mengeluh dan khawatir.

Beberapa orang warga masyarakat yang sering mengisi BBM di sana sempat menuturkan kekhawatiranya akan terulang kembali kejadian serupa. Salah satunya Ahmad warga sekitaran Pasarpagi yang merasa was-was karena sudah 2 kali kejadian kendaraan terbakar di SPBU 24 331 102.

“Dulunya itu terbakar motor ngerit, Vesva, warga jadi panik. Kemarin giliran mobil pengerit juga terbakar, sampai menimbulkan korban. Kasihan warga masyarakat jadi tak tenang saat ngisi BBM,” tuturnya.

Seharusnya pihak SPBU harus tegas dan disiplin dalam menerapkan aturan dari Pertamina. SPBU jangan berorientasi profit semata melainkan harus melihat sisi-sisi keselamatan dan kenyamanan pengunjung.

“Mestinya setiap kendaraan pengerit harus ditindak tegas, jangan dilayani. Tetapi kan terus menerus tak dihiraukan karene demi keuntungan, hingga akhirnya  malapetaka menimpa orang yang tak berdosa,” sebutnya.

Senada juga disampaikan warga lainya, Supri, yang merasa kecewa dengan buruknya pelayanan SPBU tersebut. Bahkan saking buruknya sampa-sampai menimbulkan korban kebakaran. “Yang jadi korban lagi-lagi masyarakat, padahal masyarakat hanya mengisi BBM dan tidak gratis. Tapi tiba-tiba yang didapatkan justeru kecelakaan dan bertaruh nyawa, miris sekali,”  ujarnya.

Pertamina jangan menutup mata atas buruknya pengelolaan SPBU seperti ini. Kalau sampai terulang kembali ke depanya pihak kinerja dan moralitas Pertamina dipertanyakan.  “SPBU A Yani ini berada di tengah kota, dengan jumlah pembeli yang ramai. Maka dari itu semestinya pengelolaanya yang bagus dan tak sekedar cari untung,” desaknya.

Pihak pertamina, melalui sales representatif Depo Pertamina Pangkalbalam,  Deni Nugrahanto, akui adanya 2 kejadian tragis tersebut. Pihaknya sedang melakukan investigasi penyebab sampai terjadi kebakaran. Dugaan sementara menurutnya adanya kelalaian dan SOP yang tak diterapkan secara disiplin.

“Kita lebih melihat dalam teknis penyebabnya apa itu. Kondisi yang menyebabkan adanya percikan api itu apa. Sampai saat ini sedang kita investigasi,” kata Deni Nugrahanto.

Bilamana sampai terbukti adanya pelanggaran seperti mengisi yang tidak sesuai peruntukan, dipastikan sanksi berat menanti. Yakni berupa penutupan SPBU yang sudah dilakukan Pertamina selama ini. “Misalnya mengisi ke tangki yang sifatnya modif kita akan tegas. Itu merupakan pengisian tangki yang tidak wajar,” ungkapnya.

Begitu juga dengan hasil pemeriksaan kepolisian. Dan tidak hanya untuk SPBU ini saja, tetapi juga kepada SPBU yang lainya. Sudah ada beberapa SPBU yang ditutup karena melanggar aturan yang ditetapkan Pertamina.

Terkait dengan pelaksanaan investigasi di lapangan nantinya, pihaknya akan menurunkan tim ahli langsung dari Pertamina. Maka dari itu menurutnya sampai saat ini SPBU tersebut belum boleh beroperasi. “Tim khusus nantinya yang akan turun menelitinya sekitar satu atau dua hari ke depan. Mereka akan melihat dimana kondisi tidak safety dimana,” ujar Deni.

Terkait lamanya tim turun menurutnya tidak menjadi masalah. Sebab tim yang akan turun tidak seperti Kepolisian yang berpacu dengan waktu dan takut kehilangan barang bukti. “Kita bukan bicara barang bukti, itu kepolisian. Kita melihat tindakan tidak safety dimana. Ini yang akan kita kejar untuk ke depanya harus bagaimana,” sebutnya.

“Nanti tim akan menemukan dari mana sumber api. Kalau memang mereka benar-benar terbukti bersalah dan ada yang dilanggar pasti ditindak tegas. Jangan sampai membahayakan siapapun di sana,” tutupnya. (don)





Berikan Komentar

Pangkalpinang Lainnya
Diskominfo Babel Kenalkan Potensi Daerah di Bali ITT Expo 2019
Diskominfo Babel Kenalkan Potensi Daerah di Bali ITT Expo 2019
Jum'at, 06 Desember 2019 15:56 WIB
PANGKALPINANG - Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus berupaya mempublikasikan destinasi wisata dan produk unggulan UMKM.
M Nuh Jabat Ketua SAPC- Net Wakilnya U Ohn Kyaing dari Myanmar
M Nuh Jabat Ketua SAPC- Net Wakilnya U Ohn Kyaing dari Myanmar
Kamis, 05 Desember 2019 16:55 WIB
BALI – Ketua Dewan Pers Indonesia – terpilih sebagai Ketua South Asian Press Council Network (SEAPC-Net) dalam pertemuan pertama
Rudianto Tjen Berharap Penanganan Kasus Sijuk Bisa Menegakan Wibawa Pemerintah dan Penegak Hukum
Rudianto Tjen Berharap Penanganan Kasus Sijuk Bisa Menegakan Wibawa Pemerintah dan Penegak Hukum
Kamis, 05 Desember 2019 16:43 WIB
PANGKALPINANG - Anggota DPR RI, Rudianto Tjen menanggapi penyelesaian kasus Sijuk yang mengarah pada penyelesaian secara damai dan kekeluargaan. 
DPRD Babel Akan Melapor Ke Mabes Polri
DPRD Babel Akan Melapor Ke Mabes Polri
Rabu, 04 Desember 2019 14:20 WIB
PANGKALPINANG - Penanganan proses hukum terhadap anggota Sat Pol PP Babel saat melakukan penertiban lokasi tambang di Desa Sijuk,