Komisi VII DPR RI Dorong Pemprov Babel Bangun PLTN


Komisi VII DPR RI Dorong Pemprov Babel Bangun PLTN

PANGKALPINANG - Komisi VII DPR RI yang menaungi sektor pertambangan dan kelistrikan mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov)  Babel membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir  (PLTN), di Bumi Serumpun Sebalai. 

Anggota Komisi VII DPR RI, Kurtubi melihat Sumber Daya Alam (SDA) berupa thorium dan uranium yang merupakan bahan baku PLTN sudah tersedia di Provinsi Babel namun belum dapat dikelola dengan benar.

"Kami melihat sumber daya kekayaan alam yang berupa thorium dan uranium sebagai bahan baku PLTN sepertinya belum dikelola di Bangka Belitung," katanya seusai mengadakan pertemuan dengan Pemprov Babeldi ruang Tanjung Pendam Kantor Gubernur Babel, Senin (30/4).

Kurtubi menilai, Provinsi Babel selama ini lebih mengutamakan tambang timah daripada thorium dan uranium. Padahal menurutnya, thorium dan uranium nilainya jauh lebih berharga dari timah.

"Yang diurus timahnya aja, padahal thorium dan uranium itu jauh lebih berharga dari pada timah karena ini bisa menjadi bahan baku PLTN," ujarnya.

Lebih lanjut Kurtubi menambahkan, negara-negara didunia cenderung menggunakan PLTN karena menghasilkan listrik yang stabil 24 jam dan PLTN menghasilkan listrik yang bersih.

"Listrik dari nuklir itu sekarang menjadi kecenderungan di dunia karena menghasilkan listrik yang stabil 24 jam nonstop, ini yang dikehendaki oleh kalangan industri. Industri apapun, pabrik apapun beroperasi 24 jam, untuk mendorong itu semua butuh listrik yang stabil selain itu PLTN  juga menghasilkan listrik yang bersih, emisi Co2 nya sangat rendah, itu dikehendaki semua negara di dunia," paparnya.

Lebih lanjut Kurtubi meminta kepada Pemerintah Provinsi Babel untuk segera memanfaatkan thorium dan uranium yang merupakan karunia Tuhan dengan tujuan untuk kepentingan dan kemakmuran masyarakat di Babel.

"Saya lihat karunia Tuhan yang berupa thorium ini segera dimanfaatkan untuk kepentingan dan kemakmuran masyarakat," ungkapnya.

Namun untuk bisa menambang thorium dan uranium harus ada payung hukumnya yakni, Undang-Undang Ketenaganukliran.

"Undang-Undang Ketenaganukliran yang saat ini masih kurang lengkap. Tadi saya minta mereka segera ajukan RUU Revisi Undang-Undang Ketenaganukliran ke DPR RI untuk kita bahas dan kita sahkan agar ada payung hukumnya untuk menambang thorium dan uranium di Babel," jelasnya.

Komisi VII DPR RI mendukung penuh Provinsi Babel membangun PLTN yang dapat mendorong perekonomian serta dapat menciptakan lapangan pekerjaan untuk masyarakat Babel.

"Kami Komisi VII mendukung penuh kalau PLTN dibangun di Pulau Babel. Ini akan mendorong perekonomian Babel dan menciptakan lapangan kerja," tandasnya. (mon)




Banner

Berikan Komentar

Pangkalpinang Lainnya
UBB Gelar Kuliah Umum Online Bahas Tentang Pendidikan Pasca Pandemi
UBB Gelar Kuliah Umum Online Bahas Tentang Pendidikan Pasca Pandemi
Selasa, 15 September 2020 21:21 WIB
PANGKALPINANG - Dalam rangka menyambut mahasiswa baru tahun akademik 2020/2021, Universitas Bangka Belitung menyelenggarakan kuliah umum online yang mengangkat tema
Pejabat di Lingkup Pemprov Babel Lakukan Pemeriksaan Kesehatan
Pejabat di Lingkup Pemprov Babel Lakukan Pemeriksaan Kesehatan
Senin, 14 September 2020 12:44 WIB
AIR ANYIR - Dalam rangka memastikan kondisi kesehatan pimpinan yang ada di Lingkungan Pemprov Kepulauan Bangka Belitung (Babel), dilakukan pemeriksaan
Permudah Wajib Pajak, Pemprov Babel Lakukan Beragam Inovasi
Permudah Wajib Pajak, Pemprov Babel Lakukan Beragam Inovasi
Senin, 14 September 2020 12:42 WIB
PANGKALPINANG - Guna memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Bangka Belitung yang ingin membayar pajak kendaraan bermotor, Pemprov. Kepulauan Bangka Belitung
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Daerah Pramuka Ibarat Jantungnya Pramuka
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Daerah Pramuka Ibarat Jantungnya Pramuka
Minggu, 13 September 2020 16:40 WIB
PANGKALPINANG - Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Kepulauan Bangka Belitung (Kakwarda Babel), Melati Erzaldi mengatakan bahwa pusat pendidikan dan pelatihan