Ini Modus Operandi Pemerasan Oknum Pegawai Pajak Bangka


Ini Modus Operandi Pemerasan Oknum Pegawai Pajak Bangka

PANGKALPINANG - Wakil Direktur (Wadir) Reskrimsus Polda Kepulauan Bangka Belitung (Babel), AKBP Indra didampingi Kabid Humas Polda Babel, AKBP Abdul Mu'im menggelar konferensi pers pengungkapan kasus OTT (Operasi Tangkap Tangan).

Konferensi pers bertempat di Gedung Vicon Polda Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Kamis (16/04/18) pukul  08.35 WIB.

Kegiatan konferensi pers itu terkait penangkapan salah satu oknum pegawai Pajak  Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Bangka yang  diduga telah melakukan tindak pidana pemerasan.

Wadirkrimsus Polda Babel, AKBP Indra mengatakan, penangkapan RA (31) pegawai Pajak KPP Pratama dilakukan di salah satu rumah makan di  Pangkalpinang tepatnya pada saat jam istirahat siang.

"Pada tanggal 9 April, kami Ditkrimsus Polda Babel berhasil melakukan penangkapan salah satu oknum pegawai pajak, di salah satu rumah makan pada saat jam istirahat siang, ujarnya.

Selanjutnya ia menambahkan, RA (31) diduga telah melakukan tindak pidana pemerasan dengan meminta sejumlah uang kepada  wajib pajak yang menjadi korban.

Modus operandi  pelaku lanjut AKBP Indra, berusaha mengajak bertemu wajib pajak dengan meminta sejumlah uang untuk mengurus pajak korban.

"Yang bersangkutan sebagai petugas pengawas dan konsultasi informasi kewajiban pajak kemudian berupaya untuk bertemu dengan wajib pajak dan meminta sejumlah uang," ujar AKBP Indra.

Selanjutnya ia menambahkan, kasus ini bisa terungkap atas adanya laporan dari wajib pajak yang telah dilakukan tindak pemerasan oleh salah satu oknum pajak.

"Kemudian WP tersebut melaporkan kepada kita dan kita lakukan kerja sama dalam pengungkapan ini, dan berhasil mengamankan barang bukti," imbuhnya.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan berupa uang dengan total Rp50 juta, alat komunikasi handphone, beberapa kartu kredit dan ATM serta kendaraan yang digunakan pelaku untuk bertemu korban.

Selanjutnya kepolisian akan melakukan pendalaman dan pengembangan terkait kasus ini. Apakah mungkin akan adanya tersangka baru dalam kasus pemerasan ini.

Pelaku kini terancam dijerat dengan undang-undang no 31 tahun 1999 pasal 12 diperkuat dengan undang-undang no 20 tahun 2001 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. (cr11)





Berikan Komentar

Pangkalpinang Lainnya
Kasian Nelayan Basel, Kerap Diancam oleh Orang Tak Dikenal
Kasian Nelayan Basel, Kerap Diancam oleh Orang Tak Dikenal
Selasa, 15 Januari 2019 17:23 WIB
PANGKALPINANG - Perjuangan para nelayan Bangka Selatan ( Basel), dalam menyampaikan aspirasi menolak aktivitas Kapal Compreng, Trawl dan TI
Nelayan Basel Demo Mapolda Babel,  Tolak TI Apung, Kapal Trawl dan Kapal Kompreng,  Ancam Datangi Mabes Polri
Nelayan Basel Demo Mapolda Babel, Tolak TI Apung, Kapal Trawl dan Kapal Kompreng, Ancam Datangi Mabes Polri
Selasa, 15 Januari 2019 15:35 WIB
PANGKALPINANG - Masyarakat Nelayan Bangka Selatan kembali turun ke jalan menggelar aksi unjuk rasa damai ke Polda Babel, Selasa (15/1)
BNNK Tes Urine Walikota Pangkalpinang  dan 66 Pejabat Eselon, Hasilnya Negatif
BNNK Tes Urine Walikota Pangkalpinang dan 66 Pejabat Eselon, Hasilnya Negatif
Senin, 14 Januari 2019 20:42 WIB
PANGKALPINANG - Usai apel pagi, Senin (14/1), Walikota Pangkalpinang langsung mengumpulkan seluruh pejabat eselon yang ada di lingkungan Pemerintah Kota
DPRD Babel Kesal, Pertamina Depo Pangkalbalam Mankir akibatnya Rapat Dengar Pendapat Dengan Nelayan Tertunda
DPRD Babel Kesal, Pertamina Depo Pangkalbalam Mankir akibatnya Rapat Dengar Pendapat Dengan Nelayan Tertunda
Senin, 14 Januari 2019 20:19 WIB
PANGKALPINANG - Pimpinan dan Komisi II DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengaku kecewa, Pertamina Depo Pangkalbalam tidak dapat memenuhi panggilan