Kerjaan Kejati Babel Memang Kadang Menyakitkan


Kerjaan Kejati Babel Memang Kadang Menyakitkan

PANGKALPINANG - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bangka Belitung (Babel), Rabu (14/3) menyambangi kantor Gubernur dalam rangka sosialisasi Penerangan dan Penyuluhan Hukum (Penkum) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov).

Berlangsung di ruang pertemuan Pasir Padi, Penkum pada program Pembinaan Masyarakat Taat Hukum itu dihadiri para peserta dari kalangan mahasiswa serta pejabat eselon II dan III Pemprov Babel.

Dalam sambutannya, Kasi Penkum Kejati Babel Roy Arland menyampaikan terima kasih kepada Pemprov Babel yang telah memfasilitasi kegiatan ini.

"Ini adalah kegiatan rutin yang dilaksanakan kejaksaan. Namun, untuk di lingkungan Pemprov Babel, Penkum ini merupakan yang pertama dilaksanakan," jelas Roy.

Ia menjelaskan, tujuan kegiatan ini tidak lain sebagai keinginan untuk menyamakan persepsi antara penyidik, PPNS, penuntut umum dan masyarakat dalam hal ini mahasiswa, bagaimana ikut berpartisipasi dalam pembangunan di Babel.

Menurut Roy, Kejaksaan memang tidak melakukan pembangunan secara fisik. Akan tetapi, ketika ada suatu pekerjaan yang menggunakan anggaran negara dan terjadi pekerjaan yang kurang baik, maka disitulah kejaksaan berperan.

"Memang kadang apa yang dilakukan kejaksaan ada sedikit menyakitkan, namun itu semua demi kebaikan bersama," ungkapnya. Sementara Asisten III bidang Administrasi Umum Setda Babel, Yulizar Adnan menekankan kepada seluruh jajaran ASN agar jangan ada lagi layanan berbelit-belit.

"Jangan ada lagi layanan yang berbelit-belit, yang gampang dimudahkan, yang mudah dicepatkan jangan diruwet-ruwetkan, apalagi pakai minta-minta pungutan, pungli, hati-hati!" tegasnya mewakili Gubernur Babel, Erzaldi Rosman dikutib di laman humas.babelprov.go.id.

Lebih lanjut ia menjelaskan, praktek uang pelican biasanya terjadi pada instansi pemerintah pemberi pelayanan yang prosedurnya tidak transparan, berbelit-belit, dan tidak ada kepastian dalam lama waktu penyelesaiannya. Kondisi pelayanan yang buruk inilah yang dimanfaatkan oleh oknum untuk meminta uang tambahan.

"Oknum calon yang bekerja sama dengan orang dalam atau orang dalam sendiri yang bertindak sebagai calo biasanya menawarkan bantuan kepada warga masyarakat pemohon layanan untuk membantu penyelesaian layanan secara cepat dengan imbalan berupa uang dalam jumlah tertentu. Untuk itu, pak Gubernur berharap kepada seluruh jajaran aparatur di lingkungan Pemprov Babel agar dapat melakukan perbuatan yang lebih baik kepada masyarakat di Babel," demikian Yulizar. (rml)





Berikan Komentar

Pangkalpinang Lainnya
Jelang Pelantikan Pimpinan, DPRD Babel Gelar Gladi Bersih
Jelang Pelantikan Pimpinan, DPRD Babel Gelar Gladi Bersih
Selasa, 15 Oktober 2019 19:12 WIB
PANGKALPINANG - Sekretariat DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar Gladi Bersih jelang pelantikan dan pengucapan sumpah/janji jabatan empat pimpinan DPRD
Menyambut 100 Tahun Indonesia PWI Gelar Seminar Mimpi Tokoh Muda Untuk Indonesia 2045
Menyambut 100 Tahun Indonesia PWI Gelar Seminar Mimpi Tokoh Muda Untuk Indonesia 2045
Selasa, 15 Oktober 2019 11:03 WIB
JAKARTA - Apa yang Anda bayangkan tentang Indonesia 100 tahun? Semua cita-cita kebangsaan yang dicanangkan para pendiri bangsa seharusnya sudah
ACT dan HPI Siap Bersinergi Sejahterakan Babel
ACT dan HPI Siap Bersinergi Sejahterakan Babel
Senin, 14 Oktober 2019 19:00 WIB
PANGKALPINANG - Aksi Cepat Tanggap (ACT) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) bersama dengan organisasi Himpunan Pewarta Indonesia (HPI) Babel siap
Persiapan Pelantikan Pimpinan DPRD Babel Sudah Capai 95 Persen
Persiapan Pelantikan Pimpinan DPRD Babel Sudah Capai 95 Persen
Senin, 14 Oktober 2019 16:54 WIB
PANGKALPINANG - Persiapan menjelang pelantikan dan pengucapan sumpah/janji jabatan para pimpinan DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang akan digelar pada