Bidik Proyek Makan Minum dan Pengadaan Komputer UNBK Dinas Pendidikan Provinsi Babel


Bidik Proyek Makan Minum dan Pengadaan Komputer UNBK Dinas Pendidikan Provinsi Babel

PANGKALPINANG – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Babel saat ini sedang membidik dua proyek besar pada Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Dua proyek yang dimaksud yakni anggaran makan minum tahun  2017 senilai  Rp 13.172.372.500 dan pengadaan komputer, selver dan UPS untuk Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), di SMK dan SMA se Babel  sebesar Rp 13 Miliar.

Kasi Pidsus Kejati Babel, Roy Arlan tak menepis adanya laporan yang masuk yang diterima penyidik soal dugaan proyek tersebut. Untuk mengetahui adanya kerugian negara pada proyek ini tentunya penyidik akan melibatkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)," Ada laporan yang masuk,"ungkapnya.


Sementara untuk proyek pengadaan komputer, selver dan UPS dilingkungan Dinas Pendidikan Babel juga sedang ditangani oleh penyidik Kejati Babel dan sudah masuk tahap penyidikan.  “Bahkan sudah ada tersangkanya kasus tersebut. Penyidik di sana menemukan tidak sesuai spek dalam pengadaan tersebut,”katanya.

Terkait hal ini, Kepala Dinas Pendidikan Babel, M Soleh tak memungkiri jika pihaknya pernah didatangi pihak penyidik. Tetapi hanya meminta klarifikasi dan konfirmasi terkait penggunaan dana yang tertuang dalam dokumen pelaksanaan anggaran ( DPA ) 2017 yang lalu.

 “Memang ada mereka (penyidik.red) datang, meminta penjelasan kita. Dan sudah kita sampaikan kalau tak ada seperti yang diduga selama ini (penyimpangan dan ketidakwajaran.red),” ucapnya.

Dikatakan,  M Soleh  pengadaan komputer, server dan UPS dibenarkanya ada sebanyak 2 kali pengadaan. Yakni bersifat DABA 2016 Rp 40 milyar telah dibagikan kepada seluruh Diknas dan Kota se-Bangka Belitung. Pengadaan langsung dilakukan oleh Diknas setempat. Sedangkan Rp 13 milyar pengadaan langsung dilakukan oleh Diknas Provinsi Bangka Belitung tahun 2017 kemarin.

“Ada sebanyak 1160 unit diperuntukan buat UNBK. Di setiap sekolah khusus SMA/SMK memperoleh rata-rata 40 unit. Seluruh unit sudah sampai di sekolah-sekolah bahkan sudah ada yang dipergunakan untuk proses belajar mengajar,” ujarnya.

Pengadaan Komputer Melalui e-Katalog

Sementara pada proyek pengadaan komputer sendiri, pihak Dinas Pendidikan Babel mengunakan sistem e-Katalog," Hanya instalasi buat server kita menggunakan pihak lokal. Selebihnya pakai catalog," terangnya.

Sementara itu, aktifis anti korupsi Babel, Marshal Imar Pratama mendukung kinerja Pidsus Kejati Babel, menurutnya laporan yang masuk tentu saja bertolak dugaan adanya kejanggalan yang muncul.

“ITU kita yang melaporkanya ke pihak Kejaksaan Tinggi. Makanya kita mendorong, agar masuk dan diadakan pendalaman dan penyidikan,” kata Marshal, kepada wartawan.

Lebih jauh Marshal mengatakan, jika  penggunaan dana yang sangat besar untuk dunia pendidikan di Diknas Babel terkesan luput dari pantauan lembaga penegak hukum seperti Kejaksaan Tinggi. Padahal dana yang besar harus dibarengi dengan pantauan serta pengawasan yang tidak cukup sebatas dari pengawasan internal Pemprov semata. 

“Buktinya setelah selama ini adem-adem saja, akhirnya DABA Rp 40 milyar ke seluruh Kabupaten Kota 2016 guna pengadan komputer bermasalah. Seperti untuk komputer UNBK di Diknas Belitung Timur menuai persoalan hukum. Maka dari itu berangkat dari persoalan hukum di Diknas Belitung Timur ini juga kita mendorong adanya penyelidikan di Diknas Babel,” ujar Marshal.

Pengadaan komputer, server dan UPS dikatakan Marshal terjadi dalam waktu berdekatan yakni 2016 dan 2017. Dengan memakan biaya sangat besar yakni 2016 senilai Rp 40 milyar dan Rp 13 milyar pada tahun 2017. “Satu sisi memang produktif untuk dunia pendidikan. Tetapi agar transparan dan sesuai peruntukan kondisi kenapa pengadaan berdekatan juga jadi tanda tanya besar,” sebutnya.

Terkait penggunaan anggaran hanya untuk konsumsi Rp 13 milyar 2017 menurut Marshal harus dilakukan audit oleh badan pemeriksa keuangan (BPK). Data tersebut menurutnya juga sudah dimasukan pihaknya kepada 

“BPK kita desak juga untuk melakukan audit secara detil anggaran sebesar itu tak produktif hanya untuk konsumsi. Makanya apakah betul ini semua, patut ditelusuri,” cetusnya.

 E-Katalog Tak Jaminan?

Sementara itu, Kajari Belitung timur, Widagdo, melalui Kasipidsus Samsi saat ini telah menyita sebanyak 320 unit komputer di 8 tempat milik Diknas Belitung Timur. Jaksa melakukan penyegelan barang bukti komputer, UPS dan server ini lantaran diduga terjadi penyimpangan pengadaan pada sistem E-Katalog tahun 2016 senilai Rp.2,2 milyar. Dikatakanya, mestinya sistem E-Katalog tidak terjadi lagi korupsi, tetapi faktanya tidak sesuai harapan.

“Kita menemukan fakta barang tidak sesuai spesifikasi. Saat digunakan malah tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Kondisi seperti inilah yang kemudian kita masuk dan menemukan adanya perbuatan melawan hukum,” ujarnya kepada harian ini melalui sambungan telepon. (bp/rb/jpnn)







Berikan Komentar

Pangkalpinang Lainnya
Jelang Pelantikan Pimpinan, DPRD Babel Gelar Gladi Bersih
Jelang Pelantikan Pimpinan, DPRD Babel Gelar Gladi Bersih
Selasa, 15 Oktober 2019 19:12 WIB
PANGKALPINANG - Sekretariat DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar Gladi Bersih jelang pelantikan dan pengucapan sumpah/janji jabatan empat pimpinan DPRD
Menyambut 100 Tahun Indonesia PWI Gelar Seminar Mimpi Tokoh Muda Untuk Indonesia 2045
Menyambut 100 Tahun Indonesia PWI Gelar Seminar Mimpi Tokoh Muda Untuk Indonesia 2045
Selasa, 15 Oktober 2019 11:03 WIB
JAKARTA - Apa yang Anda bayangkan tentang Indonesia 100 tahun? Semua cita-cita kebangsaan yang dicanangkan para pendiri bangsa seharusnya sudah
ACT dan HPI Siap Bersinergi Sejahterakan Babel
ACT dan HPI Siap Bersinergi Sejahterakan Babel
Senin, 14 Oktober 2019 19:00 WIB
PANGKALPINANG - Aksi Cepat Tanggap (ACT) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) bersama dengan organisasi Himpunan Pewarta Indonesia (HPI) Babel siap
Persiapan Pelantikan Pimpinan DPRD Babel Sudah Capai 95 Persen
Persiapan Pelantikan Pimpinan DPRD Babel Sudah Capai 95 Persen
Senin, 14 Oktober 2019 16:54 WIB
PANGKALPINANG - Persiapan menjelang pelantikan dan pengucapan sumpah/janji jabatan para pimpinan DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang akan digelar pada