Beno Sempat Menetap di Lombok dan Memiliki Istri Baru


Beno Sempat Menetap di Lombok dan Memiliki Istri Baru

PANGKALPINANG - Keberhasilan tim Satgasus terdiri dari Kejaksaan Agung, Kejati Bangka Belitung dan Kejari Pangkalpinang berhasil meringkus Ramlan alias Beno patut diacungi jempol. Selama 2 tahun lebih masuk Daftar Pencarian Orang (DPO), terpidana perkara tindak pidana korupsi proyek pembangunan Taman Mandara Pangkalpinang ini licin seperti "belut" saat hendak ditangkap. Beno yang berperawakan gendut ini selalu berpindah-pindah dari satu kota ke kota lainnya. Terakhir Beno diketahui menetap di Lombok provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Diketahui dari pengakuannya, Beno memiliki istri baru disana.
    
"Ya, saya selama lari (buron) tinggal di Lombok dan membuka bisnis disana," ujarnya.
Selama di Lombok, Beno tak menampik sudah memperistri seorang gadis Lombok. 
    
Diketahui Ramlan alias Beno ini ditangkap saat berada di hotel Kempinski Jakarta, Kamis (22/2) siang sekira pukul 14.40 WIB. 
    
Kajati Babel, Aditya Warman melalui Aspidsus, Edi Ermawan SH MH mengatakan, terpidana Ramlan Alias Beno ditangkap di Jakarta setelah dijadikan daftar pencarian orang sejak 2015.
    
"Terpidana ini selama melarikan diri telah mengganti identitasnya dengan nama Jabir Abdul Rohmad. Berdasarkan surat perintah Kejari Pangkalpinang tanggal 22 Februari 2018 telah melaksanakan putusan Mahkamah Agung RI tanggal 2 Maret 2018 dengan amar putusan menyatakan telah terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama atas nama terpidana Ramlan alias Beno Bin H Salam," ungkap Edi Ermawan.
    
Ditambahkan Eddi Ermawan, DPO Ramlan alias Beno ini divonis 3 tahun dan 6 bulan serta hukuman tambahan membayar denda sebesar Rp100 juta atau jika tidak membayar akan ditambahkan lagi pidana kurungan selama 6 bulan.

"Selain itu ada lagi hukuman tambahan harus membayar uang pengganti Rp266.994.000 subsidair 6 bulan penjara dengan catatatan salah satunya hukuman tambahan pidana kurungan dilaksanakan apabilakewajiban membayar denda tidak dilaksanakan," kata Edi Ermawan sembari menghimbau bagi DPO kasus korupsi yang sama segera menyerahkan diri sebelum ditangkap seperti Beno.
    
Diketahui terpidana Beno ditetapkan masuk daftar pencarian orang setelah tiga kali tidak memenuhi panggilan penyidik untuk diperiksa terkait kasus pembangunan Taman Mandara milik Badan Lingkungan Hidup Daerah setempat yang merugikan negara Rp500 juta.
    
Dalam kasus ini, Kejari Pangkalpinang menetapkan dua orang tersangka yakni pejabat pembuat komitmen (PPK) atas nama Aldisyal Qomar dan dari pihak kontraktor atas nama Ramlan alias Beno, di mana untuk Aldisyal Qomar sudah divonis dan sudah menjalani masa hukuman di LP Tua Tunu. Meski disidangkan dalam kondisi inabsentia (tidak dihadiri terdakwa) putusan majelis hakim tetap incra.
    
Kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Taman Mandara senilai Rp2,75 miliar ini bermula ketika ditemukan praktik penggelembungan terhadap biaya proyek pembangunannya. Selain itu, PPK juga telah mencairkan dana sebesar lima persen biaya pemeliharaan yang seharusnya tidak dicairkan pada Desember 2013.
    
Pencairan dana pemeliharaan itu seharusnya dilakukan setelah masa pemeliharaan selesai yakni dari Januari hingga Juni 2014. Namun mereka telah melakukan pencairan pada Desember 2013 dengan menyatakan proyek ini sudah selesai dengan baik. (don/wah)





Berikan Komentar

Pangkalpinang Lainnya
 LZ, Otak Sekaligus Tersangka Penyelundupan 2,508 Ton Timah Balok Ilegal Masih Buron
LZ, Otak Sekaligus Tersangka Penyelundupan 2,508 Ton Timah Balok Ilegal Masih Buron
Kamis, 13 Desember 2018 00:18 WIB
PANGKALPINANG - Polisi Daerah (Polda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), menetapkan LZ, tak lain pemilik sekaligus otak penyelundupan 207 balok
KPU Babel Tetapkan Rekapitulasi DPTHP-2
KPU Babel Tetapkan Rekapitulasi DPTHP-2
Selasa, 11 Desember 2018 21:01 WIB
PANGKALANBARU - KPU Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan Kedua (DPTHP-2) di
Ini Penjelasan Gustavo Terkait Hasil Gugatan Yang Akan Diterima Oleh Keluarga Korban Lion Air JT 610
Ini Penjelasan Gustavo Terkait Hasil Gugatan Yang Akan Diterima Oleh Keluarga Korban Lion Air JT 610
Selasa, 11 Desember 2018 19:38 WIB
PANGKALANBARU - LAW Office Niru Anita Sinaga (Nas) bersama Pengacara Internasional dari Aliansi Hukum Aviasi Internasional, Miami, Florida, USA, Gustavo
LAW OFFICE NAS Bersama Pengacara Internasional Gustavo Siap Beri Bantuan Hukum Keluarga Lion Air JT 610
LAW OFFICE NAS Bersama Pengacara Internasional Gustavo Siap Beri Bantuan Hukum Keluarga Lion Air JT 610
Selasa, 11 Desember 2018 19:35 WIB
PANGKALANBARU - LAW Office Niru Anita Sinaga (NAS) bersama Aliansi Hukum Aviasi Internasional, Miami, Florida, USA siap memberikan bantuan pendampingan