Aneh! Kuota Tetap tapi Gas Melon Langka


Aneh! Kuota Tetap tapi Gas Melon Langka

Disperindag Babel Lakukan Penyelidikan

KELANGKAAN yang terjadi terhadap gas 3 kilogram di sejumlah tempat di Bangka Belitung (Babel) ternyata bukan disebabkan oleh pengurangan kuota.

Menurut Dinas Perdagangan dan Perindustrian Babel, kuota gas 3 kilogram tidak ada pengurangan. Kepala Bidang Perlindungan Konsumen dan Kemetrologian Dinas Perdagangan dan Perindustrian Babel, Rinaldy mengaku, pihaknya sudah melalukan pengawasan.

"Pertamina mengatakan tidak ada pengurangan kouta gas 3 kg. Ini sedang kita selidiki apa yang bikin masyarakat sulit mendapatkan gas," katanya, Selasa (6/2). Ia mengatakan pihaknya sudah menerima laporan masyarakat, terkait kesulitan mendapatkan gas di Kabupaten Bangka dan sekitarnya.

"Beberapa daerah yang mulai mengalami kelangkaan itu di Mendo Barat Kabupaten Bangka, kabupaten lain belum ada laporan. Kita selidiki dulu penyebabnya apa, karena menurut Pertamina tidak ada pengurangan kouta," katanya. Dirinya juga mengimbau agar masyarakat tidak membeli gas di toko-toko atau pengecer. "Belinya ke pangkalan langsung karena HET nya Rp 15.900, ini kita juga sudah ingatkan pangkalan untuk tidak menjual gas ke toko," katanya.

Sementara, akibat kelangkaan gas, antrian terjadi di beberapa pangkalan yang ada di Kabupaten Bangka. Akibat antrian, adu mulut antara masyarakat dan pegawai SPBU pun tak terelakkan. Seperti yang terjadi di SPBU 24.332.133 Parit Padang, Kecamatan Sungailiat, Selasa (06/02).

Pemicu kericuhan terjadi, ketika ramainya pengantri mencoba menerobos antrian dan membentak pegawai SPBU. Lantaran terus terjadi keributan, membuat pegawai SPBU kewalahan dan menghentikan sementara pendistribusian, dengan cara menutup pintu pangkalan tempat pembayaran dan penampungan LPG.

Mulan, pegawai SPBU 24.332.133 Parit Padang, membenarkan sempat terjadi kericuhan. Ia mengaku sempat didatangi personil Satpol PP Pemkab Bangka untuk mengawasi pendistribusian gas bersubsidi tersebut. "Ada memang kericuhan, tidak seperti biasanya, makanya kami tutup pintunya," kat dia.

Ditanya mengenai mekanisme pendistribusian gas yang diterapkan SPBU 24.332.133 Parit Padang, Mulan mengatakan mereka mendistribusikan gas langsung ke masyarakat.

”Kami ini distribusi perhari 100 tabung gas, dan itu habis tiap harinya, dengan cara diambik langsung oleh masyarakat dengan seharga Rp 16.000 per tabung,” ungkapnya.


Gelar Sidak

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Selasa siang (6/2) bergerak melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah agen pangkalan gas bersubsidi ukuran 3 Kg. Sidak tersebut guna menindaklanjuti kelangkaan gas 3 Kg dan mahalnya harga jual diatas HET di tengah masyarakat sejak dua minggu ini.

Setidaknya ada tiga pangkalan agen didatangi petugas Satpol PP Bangka yang dikomandoi Kabid Penegak Perundang-undangan Daerah, Achmad Suherman.

Pada sidak, petugas dikejutkan dengan panjanganya antrian di pangkalan gas 3 Kg PT Silvia Jaya Mandiri yang terletak di SPBU 24.332.133 di Jalan Jendral Sudirman Sungailiat. Melihat petugas datang, para warga yang mengantri sejak pagi tadi langsung melabrak petugas dengan keluhan kelangkaan gas 3 Kg. "Gimana nih pak? susah benar dapat gas. Mau masak pakai ape kami? Beli tabung besar, kami nggak ada duit," kata sejumlah warga.

Selain itu, warga meminta stok elpiji yang berada di pangkalan tersebut segera dibagikan ke warga yang mengantri sejak pagi hari. Atas desakan warga, Suherman meminta kepada pegawai pangkalan elpiji untuk menjual sisa elpiji yang masih tersimpan didalam gudang. Kendati sempat ditolak, akhirnya sebanyak 20 tabung gas elpiji diberikan kepada puluhan warga yang mengantri sejak pagi.

Usai mengecek agen pangkalan elpiji di SPBU 24.332.133 Satpol PP mendatangi pangkalan elpiji 3 Kg milik Alek di Parit Padang. Saat petugas tiba di lokasi, pemilik pangkalan mengaku kalau elpiji yang didistribusikan dari agen PT Silvia Jaya Mandiri ke pangkalan miliknya sudah habis dijual kepada warga setempat. Namun saat dikroscek petugas, ditemukan puluhan tabung gas elpiji 3 Kg yang disembunyikan Alek di dalam rumahnya.

Alek pun langsung berdalih kalau tabung gas yang disimpan didalam rumahnya itu sudah dipesan oleh warga setempat. "Makanya pak gas yang ini tidak kami letakkan di depan dan sengaja kami simpan karena sudah dipesan oleh warga. Ini ada bukti data warga yang sudah memesan gas ini sejak beberapa hari yang lalu," terang pemilik pangkalan.

Mendengar penjelasan tersebut, petugas mengingatkan pemilik pangkalan untuk tidak menimbun dan menjual elpiji 3 Kg tersebut diatas HET. "Kalau ketahuan, akan kita segel toko ini dan akan kami pidanakan bagi yang melanggar," kata Suherman.

Petugas juga mendatangi ?pangkalan elpiji 3 Kg di SPBU 24.332.94 Air Ruai. Disana petugas mengimbau kepada pegawai setempat untuk tidak menjual elpiji subsidi itu diatas harga HET.

Himbauan dan pengecekan serupa juga dilakukan di pangkalan milik Yanto serta agen PT Karya Gas Kencana Desa Air Ruai untuk mendistribusikan gas tersebut kepada yang berhak mendapatkannya.

Usai pengecekan disejumlah agen terkait langkanya elpiji 3 Kg didaerah ini, Suherman mengatakan kelangkaan dikarenakan adanya pengurangan kuota pendistribusian elpiji 3 Kg dari pusat ke daerah ini sehingga menyebabkan elpiji 3 Kg langka.

"Pengurangan kuota ini katanya dari pusat yang katanya setiap harinya didistribusikan 2 sampai 3 truck, tapi sejak beberapa hari belakang ini cuma 1 truck sehari," jelasnya.

Akan hal tersebut, Suherman mengimbau kepada pangkalan dan agen yang menjual elpiji 3 Kg agar menjual elpiji tersebut kepada masyarakat dan tidak melakukan penimbunan.

"Karena disitu ada uang negara. Kan gas 3 Kg ini subsidi dari pemerintah dan 1 kg nya disubsidi pemerintah sekian,jadi ada uang negara. Karena kalau itu disimpan, sama saja dengan korupsi," katanya.

Ditambahkan dia, dari hasil pengecekan tersebut, tidak ditemukan adanya indikasi pelanggaran yang dilakukan baik oleh pihak agen maupun pangkalan yang ada. "Tapi kalau ada, kita akan lapor ke pihak kepolisian," tegasnya.(Mg4/rb/rmolbabel)





Berikan Komentar

Pangkalpinang Lainnya
Kapolda Babel Instruksikan Jajaran Polres Pro Aktif Hadapi Karhutla
Kapolda Babel Instruksikan Jajaran Polres Pro Aktif Hadapi Karhutla
Senin, 16 September 2019 15:55 WIB
PANGKALPINANG - Kapolda Kepulauan Bangka Belitung, Brigjen (Pol) Istiono menyoroti permasalahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kerap terjadi saat
Tiga Kapolres Dimutasi, Sertijab Dipimpin Kapolda Babel
Tiga Kapolres Dimutasi, Sertijab Dipimpin Kapolda Babel
Senin, 16 September 2019 15:52 WIB
PANGKALPINANG - Kapolda Kepulauan Bangka Belitung, Brigjen (Pol) Istiono memimpin prosesi serah terima jabatan (sertijab) dan pengambilan sumpah jabatan untuk
Gubernur Erzaldi Sebut Keluarga Adalah Landasan Dasar Kekuatan Negara
Gubernur Erzaldi Sebut Keluarga Adalah Landasan Dasar Kekuatan Negara
Jum'at, 13 September 2019 11:48 WIB
PANGKALANBARU - Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman mengatakan, pembangunan keluarga merupakan landasan dasar kekuatan untuk membangun negara
Buruan Daftar, Kejati dan Dinas Kesehatan Babel Gelar Operasi Katarak Gratis
Buruan Daftar, Kejati dan Dinas Kesehatan Babel Gelar Operasi Katarak Gratis
Jum'at, 13 September 2019 09:46 WIB
PANGKALPINANG - Kabar gembira bagi masyarakat di Bumi Serumpun Sebalai. Kejaksaan Tinggi (Kejati) bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka