Pak Gub : Babel Lebih Mengedepankan HTR Bukan HTI


Pak Gub : Babel Lebih Mengedepankan HTR Bukan HTI

PANGKALPINANG - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Dr H  Erzaldi Rosman menyatakan dalam pengelolaan hutan lebih mengedepankan Program Hutan Tanaman Rakyat (HTR), buka Hutan Tanaman Idustri (HTI).

Hal ini disampikan langsung oleh Gubernur, terkait  adanya informasi bahwa pemerintah pusat akan memindahkan kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) yang perizinannya berada di Provinsi Sumsel ke Kepulauan Babel, diakui Gubernur tidak sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Bangka Belitung.

"Bahkan HTI yang ada sekarang akan kita usulkan untuk HTR," ujar Gubernur Babel Erzaldi, menyikapi adanya informasi perihal pemindahan perizinan HTI dari Sumsel ke Babel, Selasa (2/1/2018).

Menurut Gubernur alasan Pemprov Babel memilih program HTR, karena HTR merupakan terobosan baru dalam mengentaskan kemiskinan penduduk di sekitar hutan.

HTR adalah hutan tanaman pada hutan produksi yang dibangun oleh kelompok masyarakat untuk meningkatkan potensi dan kualitas hutan produksi dengan menerapkan sistem kultur dalam rangka menjamin kelestarian sumber daya hutan.

"Kita ingin masyarakat Babel yang berada di sekitar hutan sejahtera. Melalui program HTR inilah, maka masyarakat bisa mengelolah hutan untuk memberikan pendapatan kepada masyarakat," tukas Erzaldi.

Pembangunan HTR sejatinya melibatkan  masyarakat yang berada di dalam dan atau di sekitar hutan, masyarakat disini terdiri dari perorangan atau kelompok masyarakat yang dapat diberikan ijin pengelolaan hutan, kemudian kawasan hutan yang dapat menjadi sasaran lokasi HTR adalah kawasan hutan produksi yang tidak produktif, tidak dibebani izin/hak lain, letaknya diutamakan dekat dengan industri hasil hutan dan telah ditetapkan pencadangannya oleh Menteri Kehutanan.

Dalam pengembangannya, kata gubernur, Hutan Tanaman Rakyat ini kedepan akan menggunakan 3 pola yakni :

1. HTR Pola Mandiri, adalah HTR yang dibangun oleh Kepala Keluarga pemegang IUPHHK-HTR.

2. HTR Pola Kemitraan, adalah HTR yang dibangun oleh Kepala Keluarga pemegang IUPHHK-HTR bersama dengan mitranya berdasarkan kesepakatan bersama dengan difasilitasi oleh pemerintah agar terselenggara kemitraan yang menguntungkan kedua pihak.

3. HTR Pola Developer, adalah HTR yang dibangun oleh BUMN atau BUMD dan selanjutnya diserahkan oleh Pemerintah kepada Kepala Keluarga pemohon IUPHHK-HTR dan biaya pembangunannya menjadi tanggung jawab pemegang ijin dan dikembalikan secara mengangsur sejak Surat Keputusan IUPHHKHTR diterbitkan.

"Pembangunan HTR ini diharapkan ke depan mampu meningkatkan kontribusi kehutanan terhadap pertumbuhan ekonomi, mengurangi pengangguran dan pengentasan kemiskinan," ujar Erzaldi. (wah)
 




Banner

Berikan Komentar

Pangkalpinang Lainnya
Kakwarda Melati Erzaldi buka Pelatihan "Melati Tuk Ketapang"
Kakwarda Melati Erzaldi buka Pelatihan "Melati Tuk Ketapang"
Sabtu, 11 Juli 2020 13:26 WIB
BALUNIJUK - Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Melati Erzaldi membuka Training Of Trainer (TOT) atau
Hadapi Tahun Ajaran Baru, SMA Negeri 3 Pangkalpinang Gelar Pertemuan Virtual
Hadapi Tahun Ajaran Baru, SMA Negeri 3 Pangkalpinang Gelar Pertemuan Virtual
Sabtu, 11 Juli 2020 13:24 WIB
PANGKALPINANG - SMA Negeri 3 Pangkalpinang mengadakan pertemuan virtual melalui aplikasi zoom bersama para orang tua murid baru angkatan 2020/2021
Kwarda Babel Tanam Sayur Organik Sebagai Antisipasi Ketahanan Pangan Paska Covid-19
Kwarda Babel Tanam Sayur Organik Sebagai Antisipasi Ketahanan Pangan Paska Covid-19
Sabtu, 11 Juli 2020 13:23 WIB
PANGKALPINANG - Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Kakwarda Babel) Melati Erzaldi, menanam bibit tanaman organik di
Wagub Abdul Fatah Letakkan Batu Pertama Pembangunan Rumah Susun Pesantren Nurul Falah
Wagub Abdul Fatah Letakkan Batu Pertama Pembangunan Rumah Susun Pesantren Nurul Falah
Jum'at, 10 Juli 2020 20:27 WIB
PANGKALAN BARU - Wakil Gubernur Kepulauan Babel, Abdul Fatah melakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah susun Pondok Pesantren Nurul Falah,