BPOM Musnahkan Obat Senilai Rp 1,4 M


BPOM Musnahkan Obat Senilai Rp 1,4 M

PANGKALPINANG - Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kota Pangkalpinang memusnahkan hasil temuan operasi gabungan pada tahun 2016-2017, di halaman Kantor Balai POM, Jumat (8/12) lalu.

Produk yang dimusnahkan ini merupakan hasil pengawasan Balai  POM di Pangkalpinang selama tahun 2017 sebanyak 429 item (3355 pcs) dan produk hasil penyidikan selama tahun 2015-2017 yang dilakukan secara pro justisia sebanyak 313 item (523.143 pcs). Terdiri atas obat tradisional dan kosmetik ilegal, obat-obatan tanpa keahlian kewenangan dengan total nilai kurang lebih 1,4 Miliar Rupiah.

Kepala Balai POM Pangkalpinang Dra. Rossy Hertati, Apt., M.P. mengatakan pengawasan terhadap obat, kosmetik, dan olahan pangan ini merupakan tugas utama Balai POM untuk melindungi masyarakat dari resiko produk yang tidak mempunyai sertifikasi keamanan atau ilegal.

"Ini merupakan hasil dari pengawasan yang telah dilakukan Balai POM, rencananya produk-produk yang terdiri dari obat tradisional, kosmetik dan obat-obatan lainnya tersebut akan dimusnahkan," ucap Rossy.

"Mari Menjamin terwujudnya keamanan pangan, dalam hal ini melindungi masyarakat dari produk-produk yang membahayakan kesehatan, untuk itu Kami menghimbau dalam mewujudkan keamanan pangan masyarakat turut serta untuk lebih aware dengan produk-produk yang digunakan, sadar pangan aman dan dapat menjadi kader keamanan pangan di daerah masing-masing," tambahnya.

Sementara itu, Gubernur Babel yang diwakili asisten pemerintahan dan Kesra, Haryoso juga mengatakan obat dan makanan menjadi produk vital karena erat kaitannya dengan kesehatan, oleh karena itu pengawasan obat dan makanan sangat diperlukan ditambah dengan penegakan hukum yang tegas.

"Hal ini telah membuktikan bahwa Balai POM hadir melindungi masyarakat dari makanan dan Obat yang membahayakan masyarakat, mencapai nilai ekonomi 1,4 miliyar terdiri dari tujuh Truck berarti masih banyak ditemukan produk Obat yang ditemukan dapat membahayakan masyarakat di serumpun sebalai ini. Sehingga ini menjadi tanggung jawab kita bersama, tidak hanya Balai POM," pesannya.

Selain melakukan Pemusnahan terhadap produk yang tak layak edar, Balai POM juga akan mengenakan sanksi pidana kepada Pelaku, dengan Ancaman pidana paling tinggi Maksimal 15 (Lima Belas) tahun dan denda paling banyak Rp. 1.500.000.000,- (Satu miliar lima ratus juta rupiah) Sesuai dengan UU No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan Dan UU No. 18 tahun 2012 Tentang pangan.(dik)





Berikan Komentar

Pangkalpinang Lainnya
Gubernur Babel Hadiri Rakornas Investasi Tahun 2020
Gubernur Babel Hadiri Rakornas Investasi Tahun 2020
Jum'at, 21 Februari 2020 10:20 WIB
PANGKALPINANG - Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Investasi Tahun 2020 dalam rangka koordinasi dan konsolidasi program/kegiatan penanaman modal antara pemerintah pusat
55 Jurnalis Bangka Belitung Ikut Pelatihan dan Gathering OJK
55 Jurnalis Bangka Belitung Ikut Pelatihan dan Gathering OJK
Jum'at, 21 Februari 2020 10:17 WIB
PANGKALPINANG - Sebanyak 55 jurnalis dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Jambi, Lampung dan Bengkulu mengikuti pelatihan dan gathering
Hari Ini, Naziarto Resmi Jadi Sekda Provinsi Babel
Hari Ini, Naziarto Resmi Jadi Sekda Provinsi Babel
Senin, 17 Februari 2020 14:18 WIB
PANGKALPINANG – Analisis Pengelola BMN Sekretariat Jenderal Kementerian Sosial RI, Dr Drs Naziarto SH MH hari ini Senin (17/2//2020),
BPN dan Kejari Pangkalpinang Gelar PKS
BPN dan Kejari Pangkalpinang Gelar PKS
Selasa, 11 Februari 2020 16:32 WIB
PANGKALPINANG-Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Pangkalpinang gelar Perjanjian Kerjasama (PKS) atau MoU dalam rangka pendampingan hukum, aset