Terkait Cairan Infus Kadaluarsa, Walikota Beri Teguran Keras RSUD


Terkait Cairan Infus Kadaluarsa, Walikota Beri Teguran Keras RSUD

PANGKALPINANG - Terkait adanya penggunaan cairan infus yang sudah kadaluarsa kepada pasien, Walikota Pangkalpinang mengaku sudah memberikan sangsi dan teguran keras kepada pihak RSUD. Bahkan orang nomor di Kota Pangkalpinang ini sudah memanggil seluruh pihak terkait untuk mendengarkan kejelasan.

Walikota Pangkalpinang, Muhammad Irwansyah mengaku, untuk permasalahan penggunaan infus kadaluarsa tersebut memang menjadi perhatian serius dari Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang dan dirinya berharap setelah kejadian ini pihak rumah sakit segera melakukan pengecekan terhadap seluruh obat dan peralatan kesehatan lainnya.

"Sudah saya beri peringatan tegas, jangan sampai ini terjadi lagi. Untuk itu saya juga memerintahkan kepada pengurus rumah sakit untuk mengecek peralatan mereka, kalau memang sudah mendekati waktu kadaluarsa mohon untuk tidak digunakan lagi," ujarnya, Senin (9/10) kemarin.

Untuk kedepannya, lanjut Irwansyah, peristiwa pengunaan infus kadaluarsa itu, menjadi pembelajaran baginya dan juga kedepannya bisa meminimalisir terjadinya kelalaian sekaligus menciptakan pelayanan kesehatan yang prima.

"Saya juga sudah mengintruksikan untuk membuat call center khusus pengaduan dan keluhan terhadap pelayanan rumah sakit. Jadi nantinya apabila masyarakat merasa kurang puas akan pelayanan rumah sakit dapat melaporkan ke call center tersebut," sebutnya.

Untuk itu, kata Irwansyah, kita mau jadikan RSUD Depati Hamzah sebagai Green Hospital, makanya pelayanan juga harus bagus. "Saya intruksikan pihak rumah sakit sedia call center aduan. Nanti call center itu harus aktif 24 jam. Apapun keluhan masyarakat harus segera ditindaklanjuti," tambahnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, Ristum Alamsyah mengakui, pihaknya sudah mendapat informasi tersebut. 

"Kemarin kita sudah dipanggil Walikota Pangkalpinang, meminta kejelasan akan permasalahan tersebut, untuk sangsinya sudah kita ketahui, namun secara tertulis belum. Kita akan berikan punismen dan teguran keras kepada pihak rumah sakit, termasuk pegawainya yang bertanggung jawab," katanya.

Dikatakan Ristum, regulasi penggunaan infus di rumah sakit Depati Hamzah sangatlah cepat setiap harinya. Sehingga diduga infus yang seharusnya diganti masih ada yang tersisa, atau terselip.

"Memang saya melihat ada kelalaian, karena manusia itu, pasti ada lalainya. Batas waktu infus itu juga kadaluarsanya belum lama, jadi secara kasat mata, tidak ada perbedaan dengan infus baru dari warnanya. Berbeda kalau sudah lama air infus akan terlihat keruh dan berubah warna," ucapnya.

Saat disinggung apakah penyebab pasien meninggal karena asupan infus kadaluarsa, menurut Ristum secara kedokteran penyebab kematian pasien bukan karena infus, namun mungkin sudah takdir atau ajalnya, apalagi penyakit pasien sudah komplikasi.

"Kalau penyebab kematian tidak mungkin. Sebab kandungan infus itu, sendiri hanya berisi elekteolit dan gula ada juga vitamin dan asam amino. Jadi infus itu hanya penganti cairan, jadi kecil kemungkinan pasien meninggal karena infus. Berbeda kalau vaksin kadaluarsa itu memang sangat berbahaya bagi tubuh," tutupnya. (tya)





Berikan Komentar

Pangkalpinang Lainnya
Bahas Renja Perangkat Daerah Tahun 2021 dengan Virtual Meeting, Babel Fokus Pada Pemberdayaan Masyarakat
Bahas Renja Perangkat Daerah Tahun 2021 dengan Virtual Meeting, Babel Fokus Pada Pemberdayaan Masyarakat
Selasa, 07 April 2020 13:58 WIB
PANGKALPINANG - Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) memberikan dampak yang luas di dunia, begitu juga di Indonesia. Pemprov Kepulauan
Paripurna Hari ini Sahkan Empat Raperda dan LKPJ 2019
Paripurna Hari ini Sahkan Empat Raperda dan LKPJ 2019
Senin, 06 April 2020 18:53 WIB
PANGKALPINANG - Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Abdul Fatah menghadiri rapat paripurna pengambilan keputusan terhadap empat Rancangan Peraturan Daerah
Kakwarda Babel Serahkan Alat Cuci Tangan dan APD Untuk Warga Selindung Baru
Kakwarda Babel Serahkan Alat Cuci Tangan dan APD Untuk Warga Selindung Baru
Senin, 06 April 2020 18:51 WIB
PANGKALPINANG - Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Kepulauan Bangka Belitung, Melati Erzaldi yang didampingi Ketua Gugus Tugas, Mikron Antariksa hadir
Pemprov Babel Sterilkan Kawasan Karantina Pasien ODP dan PDP COVID-19
Pemprov Babel Sterilkan Kawasan Karantina Pasien ODP dan PDP COVID-19
Minggu, 05 April 2020 18:01 WIB
PANGKALPINANG - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mensterilkan tempat karantina orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) COVID-19,