Aktifitas TI Rajuk Makin Menggila, Bangunan Rusunawa Terancam Runtuh


Aktifitas TI Rajuk Makin Menggila, Bangunan Rusunawa Terancam Runtuh

PANGKALBALAM - Puluhan TI (tambang inkonvensional) rajuk terus membandel dan tetap beroperasi mengeksploitasi pasir timah di Pangkalarang. Meski sudah dirazia oleh tim gabungan aparat, sepertinya koordinator tambang cuek bebek tak memikirkan dampak lingkungan. Imbasnya, bangunan Rusunawa Pangkalpinang kini banyak retak. Tak menutup kemungkinan bilamana TI tetap dibiarkan terus beraktifitas, maka aset pemerintah tersebut bakal ambruk. 

Pantauan Radar Bangka di lokasi, suara bising dari Mesin-mesin TI membahana, lokasinya pun sangat dekat dari bangunan rusunawa. Aktivitas ilegal yang menabrak berbagai aturan tersebut bahkan UU Minerba, bukannya belum pernah dilaporkan oleh pihak pengelola rusunawa kepada pihak berwenang. Hanya saja, berbagai upaya telah dilakukan oleh pihak Pemkot, Satpolpp hingga Kepolisian mulai upaya persuasif hingga pembakaran peralatan TI, namun para penambang tetap membandel dan kembali lagi beraktifitas. Fenomena ini tentunya mendilema bak buah simalakama, satu sisi penambang beralasan urusan perut, sisi lain imbas kerusakan alam dan aset negara pun harus diperhatikan. 

Menurut penuturan Syahroni Kepala UPT pengelola rusunawa Pangkalpinang kepada RB di lokasi rusunawa, Rabu (6/9) siang kemarin, ada 396 unit hunian rusunawa terbagi dalam 4 twinblok (TB). "Pada 2009 penghuni rusunawa ini sempat penuh, hingga sampai 2015 penghuninya terus berkurang. Kemudian pada 2016 sampai dengan saat ini tinggal 6 KK saja yang masih bertahan sebagai penghuni rusunawa. Ya kala itu, karena faktor belum tersuplainya aliran listrik," kata Syahroni. 

Sementara ditambahkan Ali pengelola rusunawa, saat ini rusunawa Pangkalpinang tengah direhabilitasi dari program pusat. "Karena unit rusunawa sudah lama tidak berpenghuni, maka banyak unit yang harus diperbaiki mulai dari kloset dan lainnya," ujar Ali. 

Hanya saja, Ali menyesalkan terkait aktifitas puluhan front TI ilegal yang beroperasi di sekeliling rusunawa ini. "Sebelumnya, aktifitas TI sempat berjarak 10 meter saja dari blok B rusunawa, ketika sempat ditertibkan kini agak menjauh sekitar 50 meteran. Namun, tetap saja TI itu sebagian masuk di areal tanah rusunawa yang notabene aset pemerintah," ungkap Ali. 

Ali menegaskan, dampak nyata dari aktivitas TI ilegal itu bisa terlihat kasat mata dalam bentuk keretakan dinding bangunan rusunawa di twinblok A-B. "Pada 2009, penghuni rusunawa ini penuh. Namun tidak terjadi apapun pada bangunan, jadi otomatis bukan salah pada pondasinya. Namun, setelah puluhan TI beraktivitas terlampau dekat sebelumnya ya imbasnya bangunan ini jadi retak," ungkapnya.

Menurut Ali, terkait aktivitas TI ilegal meresahkan itu pun sudah seringkali dilaporkan kepada pihak terkait mulai dari Pemkot Pangkalpinang, Satpolpp, hingga Kepolisian. Kendati berulang kali ditertibkan, maka berulang kali pula para penambang membandel. "Bahkan, baru baru ini peralatan TI penambang sempat dibakar oleh aparat berwenang, namun sorenya sudah beroperasi kembali dengan alat yang baru," katanya. 

Tak sebatas itu, Ali mengungkapkan berdasarkan informasi diterimanya, para penambang ini membayar fee lahan sebesar Rp.20ribu per hari per front. Kemudian, ada lagi 7 kg timah per front diambil dengan alasan untuk koordinasi dengan entah siapa dan kemana. "Tentunya apapun alasannya, aktifitas TI di sini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut," harapnya. 

Sementara Kapolres Pangkalpinang, AKBP Noveriko saat dikonfirmasi RB menegaskan, pihaknya segera mengambil tindakan tegas kalau aktifitas TI di Pangkalarang itu masih beraktifitas juga. "Kalau belum kapok dirazia, maka akan dirazia lagi," pungkasnya. (and) 





Berikan Komentar

Pangkalpinang Lainnya
Jelang Tahun Baru 2020, Distribusi Pangan di Babel Stabil
Jelang Tahun Baru 2020, Distribusi Pangan di Babel Stabil
Senin, 30 Desember 2019 14:36 WIB
PANGKALPINANG - Menjelang perayaan Tahun Baru 2020, distribusi kebutuhan pokok pangan masyarakat ke Provinsi Kepulauan Bangka Belitung relatif stabil.
Tolak RZWP3K, Ratusan Nelayan Babel Berunjukrasa di Gedung DPRD
Tolak RZWP3K, Ratusan Nelayan Babel Berunjukrasa di Gedung DPRD
Senin, 30 Desember 2019 14:31 WIB
PANGKALPINANG - Ratusan massa yang tergabung dari masyarakat nelayan dari berbagai kabupaten, mahasiswa dan Walhi menduduki ruang Paripurna DPRD Babel
DPRD Babel Dukung Matras Bebas Tambang
DPRD Babel Dukung Matras Bebas Tambang
Senin, 30 Desember 2019 13:58 WIB
PANGKALPINANG - Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), meminta pemerintah provinsi mengkaji kembali terhadap penetapan
Ratusan Warga Temberan bersama TNI dan Polri  Gotong Royong Membangun Masjid
Ratusan Warga Temberan bersama TNI dan Polri Gotong Royong Membangun Masjid
Minggu, 29 Desember 2019 12:09 WIB
BUKIT INTAN - Sekitar 300 Temberan Kelurahan Air dibantu anggota Koramil 413-10/Bukit Intan dan Polsek Bukit Intan, gotong royong membangun