Pertanyakan Program Babel Cerdas


Pertanyakan Program Babel Cerdas

ANJLOKNYA prestasi pendidikan Provinsi Bangka Belitung (Babel) tahun ini mengundang keperihatinan kalangan politisi di DPRD Babel. Anggota Komisi IV DPRD Babel, Ridwan Thalib, bahkan mempertanyakan program Babel Cerdas yang dicanangkan telah jauh hari. Karena menurut dia, program Babel Cerdas sama sekali tidak ada korelasinya dengan hasil UN tahun ini.

"Keterpurukan ini benar-benar memprihatinkan, kedepannya Babel bakal kesulitan mencapai predikat seperti yang telah digembar-gemborkan sebelumnya dengan program menuju Babel cerdas. Setelah hasil kelulusan UN SMA kemarin Babel menduduki posisi nomor dua terakhir, sekarang dilanjutkan dengan nilai kelulusan SMP malah menduduki urutan juru kunci," kata Ridwan saat dihubungi RB tadi malam (2/6).

Menurut Ketua DPW PKS Babel ini, DPRD sendiri menilai kejadian ini dikarenakan tidak dibuatnya perda (peraturan daerah) terkait penanganan masalah pendidikan di Babel ini. 

"Hasil kelulusan UN SMA dan UN SMP ini adalah sebuah bukti dari perda tersebut. Untuk itu, komitmen pembuatan perda ini harus dipertanyakan lagi keseriusannya," ujar dia. 

Oleh sebab itu, Ridwan menuding yang patut dipersalahkan akibat dari terpuruknya hasil UN ini adalah pihak Pemprov Babel dan pemerintah daerah terutama dinas pendidikannya.

"Semua masalah ini yang dapat disalah adalah semua pihak, terutama pemerintahan daerah (pemda) yang mempunyai tanggung jawab besar. Ini jelas merupakan bagian dari indikasi kecilnya juga anggaran pendidikan dari APBD yang hanyasebesar 10 persen saja," sesal dia seraya menambahkan, keterpurukan hasil UN tahun ini harus menjadi bahan evaluasi pihak yang bertanggung jawab tersebut.

"Kejadian ini haruslah menjadi bahasan evaluasi kedepannya, yang bertujuan untuk membenahi kembali untuk menjadi lebih baik lagi. Baik itu meliputi dari perdanya, pengurusnya, ataupun SDM (sumber daya manusia-red) itu yang kurang hadal dalam menangani masalah pendidikan di Babel ini. Untuk mencapai program menuju Babel cerdas yang telah di canangkan sebelumnya," pungkas Ridwan seraya menambahkan, selain hasil UN perilaku siswa Babel saat ini juga telah mengkhawatirkan sehingga memicu moral siswa terkait masalah asusila, seperti prostitusi dan trafficking. (cr 35) 



Berikan Komentar

Pangkalpinang Lainnya
Chef Martin Rekomendasikan Pemakaian Air Fryer dan Kompor Induksi di Rumah
Chef Martin Rekomendasikan Pemakaian Air Fryer dan Kompor Induksi di Rumah
Kamis, 17 Oktober 2019 18:07 WIB
PANGKALPINANG - Chef di Hotel Soll Marina Bangka, Martin merekomendasikan penggunaan air fryer dan kompor induksi untuk rumah tangga setelah
2020, Kemenaker Tetapkan UMP Naik 8,51 Persen, Begini Tanggapan Ketua DPRD Babel
2020, Kemenaker Tetapkan UMP Naik 8,51 Persen, Begini Tanggapan Ketua DPRD Babel
Kamis, 17 Oktober 2019 15:28 WIB
PANGKALPINANG - Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) RI telah menetapkan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) sebesar
Gerak Babel Desak Kejari Tuntaskan Perkara SPPD Fiktif 13 Dewan Kota, Berikut Tuntutanya
Gerak Babel Desak Kejari Tuntaskan Perkara SPPD Fiktif 13 Dewan Kota, Berikut Tuntutanya
Kamis, 17 Oktober 2019 10:06 WIB
PANGKALPINANG - Gerakan Anti Korupsi (Gerak) Bangka Belitung (Babel) mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Pangkalpinang, untuk segera menuntaskan perkara tindak pidana
Empat Pimpinan DPRD Babel Resmi Dilantik, Didit Tetap Jadi Ketua
Empat Pimpinan DPRD Babel Resmi Dilantik, Didit Tetap Jadi Ketua
Rabu, 16 Oktober 2019 13:23 WIB
PANGKALPINANG - Empat Pimpinan DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung masa jabatan 2019-2024 resmi dilantik setelah pengucapan sumpah/janji jabatan di Ruang