TI Ilegal Marak di Tanjung Gunung


TI Ilegal Marak di Tanjung Gunung
Lokasi TI yang dianggap ilegal di Tanjung Gunung Kabupaten Bangka Tengah, Kamis (3/8). foto dani/rb

PANGKALPINANG - Meski jelas-jelas ada larangan dari pemerintah tambang inkonvensioanl (TI) dilarang beroperasi jika tidak mendapat izin. Namun pada kenyataannya masih banyak penambang yang nakal.

Bahkan ada oknum warga Desa Tanjung Gunung Kecamatan Pangkalan Baru Kabupaten Bangka Tengah dengan mengandalkan pengumpulan KTP sudah mulai berkerja.

Adapun lokasi TI tersebut berada di laut desa Tanjung Gunung."Ada kalau kumpulan KTP, tapi katanya biar kerjanya aman. Kalau kami tidak tau, hanya suami kami yang mengatakanya,"cetus beberapa ibu disana saat ditemui Radar Bangka di pantai lokasi bongkar muat timah.

Nah, adanya aktifitas penambangan yang diduga belum resmi ini membuat beberapa masyarakat bertanya- bertanya. Pasalnya, sampai saat perkumpulan itu KTP belum jelas apa alasannya.

La Udu alias Arifin yang merupakan ketua nelayan Bubu, Warga Tanjung Gunung yang disangkakan ikut mengumpulkan KTP membantah dirinya yang mengumpulkan KTP warga buat bekerja di tambang. "Saya bukan koordinator apalagi sebagai pengumpul KTP warga. Kalau mau jelasnya silahkan tanya sama Pak Kades Hamsani," elaknya melalui ponsel.

Namun saat wartawan Radar Bangka bertemu langsung di lokasi, La Udu mengatakan kalau KTP warga memang ada padanya. "Memang ada KTP warga yang ditahan sama saya, wajar itu menyangkut hutang piutang. Logikanya kalau ada yang berhutang sama abang (wartawan-red) pasti ditahan juga toh KTP-nya," asumsinya.

Sebelum perbincangan dengan La Udu alias Arifin, banyak beberapa warga dari ibu-ibu dan juga bapak-bapak dengan membawa peralatan tambang naik perahu motor menuju lokasi TI Tanjung Gunung. 

Pantauan Radar Bangka, Kamis (1/8) pukul 15.00 WIB, para penambang tidak menggunakan peralatan standar PT Timah ini terlihat masih terus beroperasi. Nampak jelas ketika terpantau dari tepi pantai, beberapa peralatan tambang yang sering di panggil ponton masih mengeluarkan asapan hitam.

Salah Satu warga lainnya saat ditemui Radar Bangka, mengaku bahwa penambangan di Desa mereka masih aman terkendali. Meski demikian Ia pun juga mengakuhi bahwa ketika penambang yang lain mendapatkan informasi bakal ada polisi atau sebutan razia pihaknya akan stop.

"Kalau disini banyak penambangan tapi kami tidak mengerti. Untuk aman aman. Cuma kalau ada polisi hanya, kemarin saya dengar ada pungutan KTP oleh Warga sini supaya aman katanya," katanya. 

Terpisah, Kades Tanjung Gunung, Hamsani saat dimintai keterangan terkait TI ilegal di desanya menyangkal tegas ada pihaknya yang mengumpulkan KTP.

Menurutnya pengumpulan KTP  bukan  untuk kepentingan dalam tanda kutip kepada penambang ilegal. Namun untuk proses dilegalkan tambang tersebut melalui BUMD provinsi kepada PT Timah, baru mau pengusulan kita.

"Bagi yang mau ngumpul, secepatnya dikumpul KTP nya karena harapan ada SPK (surat perintah kerja) dari PT Timah untuk melegalkan aktivitas penambang," jelasnya.

Adapun prosesnya, kata Hamsani dari PT Timah ke provinsi  (BUMD) baru ke kabupaten.

"Kalau ada surat resmi, pasti ada sosialisasi gabungan BUMD kabupaten dan PT Timah sendiri tentunya," ujarnya.

Lebih jauh Hamsani menambahkan pengumpulan KTP diketahui pihak pemdes berkenaan dengan perekonomian agar bisa meningkatkan taraf perekonomian masyarakat.

"Tidak tahu sekarang masih aktivitas atau berhenti, masih ada yang berani kayaknya,  ya biasa penyakit," tutupnya. 

Sementara itu, Kabid Humas Polda Babel, AKBP Abdul Mun'im saat dihubungi melalui ponselnya mengatakan dengan jelas kalau ada penambang ilegal pihaknya dengan tegas akan melakukan tindakan tegas.

"Ya kita tindak tegas jika masih ada yang berani menambang tanpa izin resmi pihak terkait. Nanti ya saya cek dulu lokasinya tepat dimana bila perlu akan diturunkan anggota kesana," tegasnya. (cr7/cr8)





Berikan Komentar

Pangkalpinang Lainnya
Chef Martin Rekomendasikan Pemakaian Air Fryer dan Kompor Induksi di Rumah
Chef Martin Rekomendasikan Pemakaian Air Fryer dan Kompor Induksi di Rumah
Kamis, 17 Oktober 2019 18:07 WIB
PANGKALPINANG - Chef di Hotel Soll Marina Bangka, Martin merekomendasikan penggunaan air fryer dan kompor induksi untuk rumah tangga setelah
2020, Kemenaker Tetapkan UMP Naik 8,51 Persen, Begini Tanggapan Ketua DPRD Babel
2020, Kemenaker Tetapkan UMP Naik 8,51 Persen, Begini Tanggapan Ketua DPRD Babel
Kamis, 17 Oktober 2019 15:28 WIB
PANGKALPINANG - Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) RI telah menetapkan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) sebesar
Gerak Babel Desak Kejari Tuntaskan Perkara SPPD Fiktif 13 Dewan Kota, Berikut Tuntutanya
Gerak Babel Desak Kejari Tuntaskan Perkara SPPD Fiktif 13 Dewan Kota, Berikut Tuntutanya
Kamis, 17 Oktober 2019 10:06 WIB
PANGKALPINANG - Gerakan Anti Korupsi (Gerak) Bangka Belitung (Babel) mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Pangkalpinang, untuk segera menuntaskan perkara tindak pidana
Empat Pimpinan DPRD Babel Resmi Dilantik, Didit Tetap Jadi Ketua
Empat Pimpinan DPRD Babel Resmi Dilantik, Didit Tetap Jadi Ketua
Rabu, 16 Oktober 2019 13:23 WIB
PANGKALPINANG - Empat Pimpinan DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung masa jabatan 2019-2024 resmi dilantik setelah pengucapan sumpah/janji jabatan di Ruang