Mei, Pangkalpinang Kembali Infasi


Mei, Pangkalpinang Kembali Infasi

PANGKALPINANG (radarbangka.co.id) - Pada Mei 2011, Kota Pangkalpinang kembali mengalami inflasi sebesar 0,28 persen, dengan perbandingan sebelumnya pada April 2011 yang mengalami deflasi sebesar 0,74 persen.

Terjadinya inflasi tersebut karena adanya kenaikan indeks di beberapa kelompok seperti kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,25 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,18 persen, kelompok sandang 0,59 persen, kelompok kesehatan 1,04 persen, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,04 persen dan kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan 1,53 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Bangka Belitung (Babel), Yomin Tofri dalam siaran persnya, Rabu (1/6) lalu, mengatakan bahwa kelompok yang mengalami penurunan indeks yaitu bahan makanan sebesar 0,18 persen.

"Ada enam kelompok yang mengalami kenaikan indeks. Sedangkan yang mengalami penurunan hanya satu kelompok, yaitu bahan makanan sebesar 0,18 persen," sebutnya.

Yomin menyebutkan, komoditi yang memberikan andil terhadap inflasi antara lain daging ayam ras sebesar 0,19 persen, tarif angkutan udara 0,18 persen, pisang 0,10 persen, beras 0,09 persen, sawi hijau 0,07 persen. Sementara, bawang merah dan kangkung masing-masing memberi kontribusi sebesar 0,06 persen. Kemudian ada ikan tenggiri dan ketimun masing-masing 0,04 persen. 

Sebaliknya, jenis barang dan jasa yang deflasi dari urutan terbesar berasal dari cabe rawit sebesar 0,16 persen. Diikuti daging babi dan cumi-cumi masing-masing 0,12 persen, ikan kerisi 0,11 persen, cabe merah 0,09 persen. Lalu ikan kembung sebesar 0,08 persen, daun singkong 0,07 persen, ikan dencis dan selar masing-masing 0,05 persen dan kerang sebesar 0,04 persen.

"Jika dibandingkan dengan kota-kota lainnya di Sumatera, Kota Pangkalpinang menempati urutan kelima inflasi terbesar. Untuk yang tertinggi terjadi di Kota Palembang dengan inflasi sebesar 0,79 persen, diikuti Kota Jambi 0,47 persen, kemudian kota Batam 0,36 persen," terang Yomin.

Di kota-kota Jawa, sebanyak 20 kota mengalami inflasi dan 3 kota deflasi. Dengan inflasi tertinggi terjadi di kota Sumenep dengan 0,41 persen. Sedangkan di kota-kota luar Jawa dan Sumatera, sebanyak 22 kota mengalami inflasi dengan kota tertinggi terjadi di kota Ambon dengan 1,66 persen. Lima kota lainnya mengalami deflasi.

Jika dibandingkan antara Mei 2011 terhadap laju inflasi di Mei 2010 tahun lalu atau y to y, terjadi kenaik sebesar 9,79 persen. "Kalau laju inflasi kota Pangkalpinang q to q atau Januari-Mei 2011 sebesar 1,41 persen," pungkasnya. (dry)



Berikan Komentar

Pangkalpinang Lainnya
Gubernur Babel Hadiri Rakornas Investasi Tahun 2020
Gubernur Babel Hadiri Rakornas Investasi Tahun 2020
Jum'at, 21 Februari 2020 10:20 WIB
PANGKALPINANG - Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Investasi Tahun 2020 dalam rangka koordinasi dan konsolidasi program/kegiatan penanaman modal antara pemerintah pusat
55 Jurnalis Bangka Belitung Ikut Pelatihan dan Gathering OJK
55 Jurnalis Bangka Belitung Ikut Pelatihan dan Gathering OJK
Jum'at, 21 Februari 2020 10:17 WIB
PANGKALPINANG - Sebanyak 55 jurnalis dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Jambi, Lampung dan Bengkulu mengikuti pelatihan dan gathering
Hari Ini, Naziarto Resmi Jadi Sekda Provinsi Babel
Hari Ini, Naziarto Resmi Jadi Sekda Provinsi Babel
Senin, 17 Februari 2020 14:18 WIB
PANGKALPINANG – Analisis Pengelola BMN Sekretariat Jenderal Kementerian Sosial RI, Dr Drs Naziarto SH MH hari ini Senin (17/2//2020),
BPN dan Kejari Pangkalpinang Gelar PKS
BPN dan Kejari Pangkalpinang Gelar PKS
Selasa, 11 Februari 2020 16:32 WIB
PANGKALPINANG-Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Pangkalpinang gelar Perjanjian Kerjasama (PKS) atau MoU dalam rangka pendampingan hukum, aset