Gubernur Resmikan SUTT 150kV


Gubernur Resmikan SUTT 150kV

  PANGKALPINANG -Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belittung Erzaldi Rosman meresmikan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Koba-Pangkalpinang-Kelapa, bertempat di Gardu Induk Kampak, Pangkalpinang,  Selasa (20/6).

    Turut hadir mendapingi Gubernur, Direktur Bisnis Regional Sumatera PLN Amir Rosidin, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Provinsi Bangka Belitung Happy Hadiastuti, dan General Manager PLN Babel Susiana Mutia. 

    General Manager PLN Babel Susiana Mutia menyampaikan terima kasih kepada segenap elemen forkominda atas dukungan yang diberikan dalam merampungkan program strategis tersebut.

    “Berkat dukungan yang luar biasa dari Gubernur, Kajati, Kapolda, Danrem, serta semua unsur pimpinan daerah lainnya, PLN dapat merampungkan jaringan transmisi 150 kV Pangkalpinang-Kelapa dan Pangkalpinang-Koba, untuk itu kami sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya."ujarnya.

    Dengan beroperasinya SUTT ini, artinya setengah pulau Bangka telah menjadi satu kesatuan sistem kelistrikan. Dengan beroperasinya SUTT ini, listrik yang ada di Pangkalpinang dapat dievakuasi sampai ke daerah Koba dan Kelapa dengan tingkat keandalan yang lebih baik lagi. 

    Saat ini daya mampu listrik untuk sistem Bangka sebesar 152 MW dengan beban puncak 127 MW. Sedangkan untuk sistem Belitung, daya mampu sebesar 62 MW dengan beban puncak 37 MW.

    Ke depan PLN masih akan menyelesaikan pembangunan SUTT 150 kV dari Kelapa-Mentok dan Koba-Toboali. Sehingga nantinya Pulau Bangka akan menjadi satu kesatuan sistem kelistrikan. Begitu juga Belitung yang akan menjadi satu kesatuan sistem dengan di bangunnya jaringan SUTT 150 kV dari Dukong sampai ke Manggar.
    
*Pertama di Sumatera, Babel 100% Listrik Pintar*

    Pengguna listrik pintar di Babel capai 100%. PLN Wilayah Bangka Belitung telah menyelesaikan program strategis dalam rangka meningkatkan layanan kepada pelanggan. Yaitu program penggunaan 100% listrik pintar. 

    Listrik pintar sebagai salah satu produk unggulan PLN memiliki manfaat bagi pelanggan maupun pemerintah daerah. Di sisi pelanggan, akan membantu pelanggan mengendalikan pemakaian listrik, tidak akan terkena biaya keterlambatan dan terhindar dari sanksi pemutusan akibat terlambat membayar listrik.

    Bagi pemerintah daerah, pendapatan asli daerah melalui pajak penerangan jalan akan lebih cepat diterima karena sudah tidak ada lagi pelanggan yang terlambat membayar tagihan listrik.

    Kemudahan lainnya ialah untuk pembelian voucher (token) listrik prabayar. Nilai token yang dibeli terdiri dari beberapa variasi harga mulai Rp 20.000, Rp 50.000, Rp 100.000, Rp 250.000, Rp 500.000 dan Rp 1.000.000. Pilihan ini disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan dan tidak ada batas waktunya (expired).

    Dukungan Pemerintah daerah yang diberikan kepada PLN dalam menyelesaikan program-program PLN sangat berarti bagi kami. Harapannya, dukungan terebut akan terus berlanjut untuk menyelesaikan program-program lainnya. 

*Hadiah Ramadhan dari PLN untuk Pulau Nangka*

    Warga pulau Nangka, desa Tanjung Pura, kecamatan Sungai Selan kabupaten Bangka Tengah kini sudah dapat menikmati terangnya listrik dari PLN di malam hari. Dengan mesin Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) berkapasitas 2X100 kW milik PLN, cukup untuk menerangi rumah-rumah di desa tersebut. 

    Tak mudah bagi PLN untuk menerangi pulau berpenduduk 563 jiwa itu. Betapa tidak, pulau Nangka berada di Selat Bangka. Untuk sampai ke sana petugas bersama dengan warga harus bergotong royong mengangkut material baik mesin maupun tiang listrik menggunakan kapal nelayan. 

    Setidaknya butuh waktu 45 menit Perjalanan laut dari dermaga terdekat, tanjung pura. Sebelumnya meterial diangkut selama 120 menit melalui darat dengan medan yang cukup terjal menuju dermaga. 

    Lebih dari itu, kondisi pasir di dermaga pulau nangka maupun tanjung pura begitu gembur. Sehingga menyulitkan kaki melangkah di atasnya karena tersedot masuk ke dalam pasir. Untuk dapat melewatinya, dianjurkan mengenakan celana pendek dan melepaskan alas kaki yang dikenakan. Tujuannya agar langkah menjadi lebih ringan dan alas kaki tidak tertinggal di dalam pasir.

    Namun berkat gotong royong bersama warga, dengan bermodalkan papan sebagai alas peluncur, tali untuk menarik, dan satu batang kayu sebagai pengungkit, dua buah mesin PLTD dengan berat masing-masing 800kg, dan sebanyak 53 batang tiang listrik berhasil diangkut ke pulau yang mayoritas warganya bermata pencaharian sebagai nelayan tersebut. 

    Panjang jaringan saluran udara tegangan rendah (SUTR) yang terpasang di pulau ini sepanjang 2.385 meter. 
    Pembangunan dengan misi pulau Nangka terang ini dimulai 22 Maret, hingga pada akhirnya listrik menyala pertama kalinya tanggal 11 Juni kemarin, tepat di bulan suci Ramadhan. 

    “Alhamdulillah, Ramadhan menjadi berkah buat warga pulau Nangka. Untuk pertama kalinya listrik PLN dapat menyala di sini. Hal ini menjadi tantangan tersendiri mengingat akses menuju ke lokasi memang tidak mudah” Ujar General Manager PLN Babel, Susiana Mutia. 

    Sebelumnya, warga masih menggunakan genset untuk memenuhi kebutuhan listrik. Bagi warga yang tidak mempunyai genset, mereka menyalurkan kabel ke warga lain yang telah memiliki genset. Biaya yang dikeluarkan pun tidak sedikit rata-rata 600-800 ribu setiap bulan, itu pun hanya menyala selama lima jam dari pukul 18.00 – 23.00 WIB. Namun kini, dengan listrik dari PLN warga dapat menikmati listrik selama 12 jam mulai pukul 18.00 – 06.00 WIB.Tentu dengan biaya yang jauh lebih murah. 

    Kepala dusun pulau Nangka, Ali menyampaikan apresiasi atas usaha yang dilakukan oleh PLN. “Kami berterima kasih kepada PLN dengan masuknya listrik ke pulau Nangka, semoga hal ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat menjadi lebih baik” Pungkasnya. 

    “Ini yang selama ini kami tunggu-tunggu, Jadi kami bahagia kini rumah menjadi benderang, pelayanan kesehatan desa (Polindes) juga menjadi lebih baik. Harapannya semoga listrik PLN terus menyala menerangi desa kami” Ujar Ema salah seorang warga pulau Nangka. 

    Lebih lanjut, Susiana mengatakan penyalaan listrik di pulau Nangka ini merupakan satu dari sepuluh lokasi program pembangunan PLTD tersebar total kapasitas 22,1 MW. 

    “Semoga listrik di Pulau Nangka ini dapat memberi dampak positif untuk menunjang aktivitas warga. Ke depan akan segera menyusul pulau-pulau, dan daerah-daerah lain yang saat ini sedang dalam proses”. tutupnya. (wah)




Banner

Berikan Komentar

Pangkalpinang Lainnya
Warga Pangkalpinang Tetap Pertahankan Tradisi Bertandang Idul Fitri
Warga Pangkalpinang Tetap Pertahankan Tradisi Bertandang Idul Fitri
Selasa, 26 Mei 2020 05:30 WIB
PANGKALPINANG - Sejumlah warga Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tetap mempertahankan tradisi bertandang melalui perayaan Idul Fitri 1441 Hijriah.
Gubernur Erzaldi Rayakan Lebaran Dengan Menyapa Tenaga Medis Serta Pasien Covid-19
Gubernur Erzaldi Rayakan Lebaran Dengan Menyapa Tenaga Medis Serta Pasien Covid-19
Minggu, 24 Mei 2020 13:48 WIB
PANGKALPINANG - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman memberikan perhatian besar pada tenaga medis baik dokter, perawat, dan tenaga
Gubernur Erzaldi dan Keluarga Besar Berbagi Rezeki Kepada Para Tuna Netra
Gubernur Erzaldi dan Keluarga Besar Berbagi Rezeki Kepada Para Tuna Netra
Kamis, 21 Mei 2020 20:14 WIB
PANGKALPINANG – Keluarga besar Gubernur Erzaldi Rosman kembali berbagi di bulan suci Ramadan. Dengan didampingi oleh istri dan kedua anaknya,
Wako Pangkalpinang : Kepala OPD Yang Terkonfirmasi Positif Covid-19 Sudah Menjalani Isolasi Mandiri
Wako Pangkalpinang : Kepala OPD Yang Terkonfirmasi Positif Covid-19 Sudah Menjalani Isolasi Mandiri
Jum'at, 22 Mei 2020 03:16 WIB
PANGKALPINANG -- Salah satu pejabat esselon II di lingkungan Pemkot Pangkalpinang terkonfirmasi positif covid-19. Informasi ini di sampaikan langsung Wali