Posisi Investasi Babel Tidak Wajar, Setara Dengan Wilayah Indonesia Bagian Timur


Posisi Investasi Babel Tidak Wajar, Setara Dengan Wilayah Indonesia Bagian Timur

    PANGKALPINANG - Nilai investasi Bangka Belitung (Babel) yang berada di urutan ke-28 dari 34 Provinsi di seluruh Indonesia, membuat Gubernur Babel, Erzaldi Rosman Djohan tidak habis pikir. Berada di daerah yang cukup dengan Ibukota negara, dianggap Mantan Bupati Bangka Tengah (Bateng) tidak layak berada di urutan bawah.

    "Urutan daya tarik investasi berada pada posisi 28 dari 34 provinsi, ini sangat tidak wajar ketika posisi Babel hanya 45 menit dari Jakarta, kenapa posisi yang dekat dengan Ibukota ini justru tidak menjadi daya tarik, pengetahuan wawasan gaya style adalah harus dekat ke ibukota," ujarnya, Selasa (6/6), kemarin.

    Erzaldi menilai jika berada di urutan ke-28, sama dengan investasi di wilayah Indonesia Timur yang justru berdasarkan jarak tempuh sangat jauh jika dibandingkan dengan Babel. Untuk itu, tidak ada cara lain ditegaskan Erzaldi selain mencari jalan keluar agar Babel dapat merubah posisi tersebut. Salah satunya dengan meyakinkan para investor untuk menanamkan investasi, sebagaimana yang sudah tersusun dalam fakta integritas.

    "Salah satunya fakta integritas, kita mempersiapkan hal-hal yang bisa dijual, jika nanti saya memaparkan ini posisi saya bukan sebagai gubernur, tetapi sebagai CEO, untuk investasi," katanya.

    Lebih lanjut, Erzaldi mengatakan sektor pariwisata, pertanian, budaya dan kultur masyarakat juga bisa menjadi nilai tambah untuk dijual. "KEK wisata, kemudian unggulan lada kita, timah, budaya juga masuk, tinggal bagaimana kita menjual itu dan mempublikasikan serta menyakinkan investor," tambahnya.

    Sementara itu, kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPMPTSP), Syafitri mengatakan, selama ini investasi di Babel sudah berjalan cukup baik dan banyak perusahaan yang berinvestasi di Babel, bahkan pada tahun 2016 target investasi di Babel mencapai 112,16 persen.

    Dia mengakui jika selama ini Pemprov susah gencar melakukan promosi dan berbagai upaya lain ke luar daerah untuk mempromosikan provinsi Babel. "Sudah kita usahakan melalui potensi yang ada di provinsi Babel, yang potensial pariwisata perkebunan, dan pertanian," ujarnya.

    Sebenarnya, sambung Syafitri, pihaknya tinggal menggali beberapa potensi yang memang berpotensial, baik di sektor pariwisata, pertanian perkebunan maupun kelautan. "2016 itu nilainya ditargetkan Rp 2,6 T kita sudah mencapai Rp 2,9 T, jadi itu dipresentasikan 112,16, dan tahun ini sampe April sudah terdata 72,12 persen, dengan targetnya juga sama Rp 2,6 T, mudah-mudahan lebih meningkat lagi," pungkasnya. (bai)





Berikan Komentar

Pangkalpinang Lainnya
Gubernur Babel Hadiri Rakornas Investasi Tahun 2020
Gubernur Babel Hadiri Rakornas Investasi Tahun 2020
Jum'at, 21 Februari 2020 10:20 WIB
PANGKALPINANG - Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Investasi Tahun 2020 dalam rangka koordinasi dan konsolidasi program/kegiatan penanaman modal antara pemerintah pusat
55 Jurnalis Bangka Belitung Ikut Pelatihan dan Gathering OJK
55 Jurnalis Bangka Belitung Ikut Pelatihan dan Gathering OJK
Jum'at, 21 Februari 2020 10:17 WIB
PANGKALPINANG - Sebanyak 55 jurnalis dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Jambi, Lampung dan Bengkulu mengikuti pelatihan dan gathering
Hari Ini, Naziarto Resmi Jadi Sekda Provinsi Babel
Hari Ini, Naziarto Resmi Jadi Sekda Provinsi Babel
Senin, 17 Februari 2020 14:18 WIB
PANGKALPINANG – Analisis Pengelola BMN Sekretariat Jenderal Kementerian Sosial RI, Dr Drs Naziarto SH MH hari ini Senin (17/2//2020),
BPN dan Kejari Pangkalpinang Gelar PKS
BPN dan Kejari Pangkalpinang Gelar PKS
Selasa, 11 Februari 2020 16:32 WIB
PANGKALPINANG-Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Pangkalpinang gelar Perjanjian Kerjasama (PKS) atau MoU dalam rangka pendampingan hukum, aset