Wacana Pembubaran ICDX, Erzaldi Temui Presiden


Wacana Pembubaran ICDX, Erzaldi Temui Presiden

PANGKALPINANG - Persoalan rencana pembubaran bursa timah Indonesia Commodity Deveriatif Exchange (ICDX) menjadi salah satu sorotan Gubernur Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman Djohan, saat menggelar rapat tertutup bersama para pengusaha.

    "Besok (Hari ini,red) saya akan rapat dengan pak presiden Jokowi, persoalan timah ini akan saya sampaikan ke beliau," ujar Erzaldi, Senin (5/6) kemarin.

    Pihaknya, kata Erzaldi berdasarkan kesepakatan bersama para pengusaha, akan melaporkan persoalan ICDX sebagai bursa timah yang memperdagangkan timah ke pasar dunia kepada Presiden RI, Joko Widodo pada rapat terbatas nantinya. Hingga saat ini, ICDX dinilai tidak memberikan kontribusi sama sekali memberikan keuntungan baik bagi daerah maupun bagi negara.

    "Saya akan laporkan ICDX ini karena kami menduga ICDX tidak memberikan keuntungan sama sekali baik bagi daerah maupun bagi negara," ketusnya.

    Dirinya pun optimis presiden akan mendengarkan masukan yang akan disampaikannya. Untuk itu, ia berharap presiden segera mengambil langkah kebijakan yang baru terkait perdagangan timah dunia ini. "Semua tergantung presiden, tapi pastinya presiden akan mendengarkan apa yang menjadi laporan saya, dan saya sudah punya langkah persoalan ini. Sehingga presiden akan ambil kebijakan yang baru," tuturnya.    

    Sementara, pada rapat tertutup dengan para pengusaha timah baik swasta maupun BUMN yang ada di Babel itu, Ketua Harian Asosiasi Eksportir Timah Indonesia (AETI), Eka Mulya menilai kewenangan pembubaran perdagangan timah melalui ICDX merupakan kewenangan pemerintah pusat.

    "Kita di daerah ini kalau memberikan masukan sih boleh-boleh saja, hanya saja pembubaran perdagangan timah melalui ICDX merupakan kewenangan pemerintah pusat," jelasnya.

    Menurut Eka, selama ini transaksi ekspor timah melalui ICDX tidak ada kendala. Sehingga dirinya berharap kedepan dengan adanya wacana pembubaran ini, tidak akan menghambat terhadap proses aktifitas ekspor timah.

    "Selama ini baik mau lewat ICDX atau apa sama saja tidak ada masalah, kami AETI hanya berharap adanya wacana pembubaran ini, tidak akan menghambat terhadap proses aktifitas ekspor timah," tandasnya.

    Terpisah, pengamat pertimahan Babel, Bambang Herdiansyah menilai wacana pembubaran ICDX yang rencananya akan disampaikan oleh gubernur Babel ke Presiden RI nanti dalam rapat terbatas adalah hal yang biasa, sepanjang pemerintah daerah sudah menyiapkan langkah atau kebijakan strategis dalam mengatur tata niaga pertimahan.

    "Sah-sah saja kalau ada wacana pembubaran ICDX, namun apakah pemerintah sudah mempunyai langkah strategis dalam mengatur tata niaga pertimahan ini. Karena tujuan awal berdirinya bursa ini adalah menjadikan Indonesia sebagai negara penentu harga timah dunia," katanya.

    Jangan sampai nantinya, dikatakan Bambang wacana ini digulirkan namun langkah atau kebijakan strategis belum dimiliki. Sehingga akan berdampak buruk terhadap tata niaga pertimahan. "Jangan sampai nanti sudah diwacanakan ternyata solusi nya belum ada. Atau bisa saja langlah sudah ada namun dalam tata niaga pertimahan nya lebih buruk dari ICDX," tuturnya.

    Dirinya menilai selama ini tidak pernahmuncul wacana pembubaran ICDX, hanya saja ada komplain dari member ICDX, itu saja tidak disampaikan secara formal. Untuk itu ia meminta kepada pemerintah daerah memikirkan kembali dampak dari wacana pembubaran ICDX.

    "Tidak ada muncul wacana pembubaran ICDX, yang ada hanya komplain dari anggotanya itu saja seperti curhat sehingga ICDX tidak tahu persoalan yang harus dibenahi," tukasnya.(bai)





Berikan Komentar

Pangkalpinang Lainnya
Gubernur Apresiasi, PLN Serahkan Bantuan Rumah Layak Huni
Gubernur Apresiasi, PLN Serahkan Bantuan Rumah Layak Huni
Selasa, 19 November 2019 19:25 WIB
PANGKALPINANG - Gubernur provinsi kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman mengapresiasi PLN atas kontribusinya membantu pemerintah daerah mewujudkan harapan warga Kampung
Pers Alat Pemersatu Bangsa, Kasum TNI : Itu Kewajiban Tidak Bisa Ditawar Lagi !
Pers Alat Pemersatu Bangsa, Kasum TNI : Itu Kewajiban Tidak Bisa Ditawar Lagi !
Minggu, 17 November 2019 18:23 WIB
JAKARTA - Kepala Staf Umum (Kasum) TNI, Letjen Joni Supriyanto menegaskan, Pers sebagai alat pemersatu bangsa dan itu tidak bisa
Insan Pers Babel Berduka, Ketua Setwil FPII Babel Tutup Usia
Insan Pers Babel Berduka, Ketua Setwil FPII Babel Tutup Usia
Minggu, 17 November 2019 10:51 WIB
PANGKALPINANG - Innalillahi Wainnalillahi Rojiiun. Kabar duka menyelimuti keluarga besar wartawan Bangka Belitung (Babel). Pasalnya, rekan sejawat sekaligus Ketua Satwil
Tinjau Berbagai Permasalahan, Menteri Kelautan dan Perikanan RI Kunker Ke Babel
Tinjau Berbagai Permasalahan, Menteri Kelautan dan Perikanan RI Kunker Ke Babel
Sabtu, 16 November 2019 19:34 WIB
PANGKALPINANG - Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Edhy Prabowo melakukan kunjungan kerja (kunker) ke beberapa wilayah pelabuhan perikanan di Provinsi