Potongan Tubuh & Puing Pesawat Ditemukan


Potongan Tubuh & Puing Pesawat Ditemukan

BATAM - Dua hari sudah upaya pencarian serpihan dan korban pesawat Polri, Sky Truck bernomor P. 240 SKTRU-CK 28. Dari pencarian itu baru tiga orang jasad korban yang ditemukan, kendati dalam kondisi yang tidak utuh.

Direktur Polisi Air Polda Kepri, Kombes Pol Teddy JS mengatakan, upaya pencarian yang sudah dilakukan selama dua hari belakangan ini. Tim gabungan yang terdiri dari Polri, TNI dan Basarnas telah berhasil menemukan jasad korban yang sudah tak utuh lagi dan beberapa barang-barang milik penumpang pesawat.

    Dalam penemuan itu didapatkan sejumlah puing yang diduga pecahan pesawat Polri yang jatuh tersebut. "Pencarian di empat sektor di sekitar titik kordinat dan hari pertama tim berhasil temukan jenazah dan sudah dikirim ke RS Bhayangkara Polda Kepri di Batam," ujar Teddy kepada Batam Pos (Radar Bangka Group), Senin (5/12).

    Dia menyebutkan, kendala utama yang dihadapi saat ini oleh tim di lokasi pencarian, yakni sistem komunikasi dengan posko tidak terjangkau. "Kendala serius hanya satu. Kami di lokasi pencarian tak bisa komunikasi dengan tim posko," ujarnya. Hal itu disebabkan lokasi titik koordinat hilangnya pesawat tidak memiliki jaringan telekomunikasi yang baik. Hasil temuan tim gabungan, kata Teddy semuanya sudah dievakuasi dan diamankan. Untuk satu jenazah korban dibawa ke RS Bhayangkara Polda Kepri untuk diindentifikasi sementara serpihan dan barang lain yang ditemukan diduga dari pesawat yang hilang dibawa ke posko Basarnas Tanjungpinang.

Mengenai dugaan penyebab hilangnya pesawat Skytruck milik Polisi itu, tim gabungan belum bisa menyimpulkan apapun. Sementara itu informasi lain yang didapat Batam Pos di lokasi pencarian, diduga kuat  Pesawat tipe M28 Skytruck buatan Polandia itu meledak di udara sebelum jatuh dan hilang. "Makanya susah ditemukan karena sudah jadi serpihan semuan saata ledakan terjadi," kata salah satu sumber di lokasi pencarian. 

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri, Kombes Martinus Sitompul secara terpisah mengaku, pihaknya sudah menemukan puing pesawat berukuran tiga meter. Adapun hal yang membuat mereka yakin puing itu adalah bagian dari pesawat yang mereka cari, karena ada sebuah tulisan di puing itu. "Ada tulisan Skytruck. Saya lupa, ada tulisan skytruck di kepingan sepanjang tiga meter,” beber Martinus di gedung Humas Polri.

Martinus juga menerangkan, selain menemukan puing pesawat buatan Polandia tahun 2004 itu, petugas di lapangan juga menemukan sejumlah potongan tubuh. Dipastikan berasal dari 13 korban yang ikut terjatuh bersama pesawat pada Sabtu (3/12).

“Untuk itu belum diketahui (potongan tubuh siapa), masih dicocokan,” tutur dia. Perwira menengah ini juga menerangkan, salah satu kendala yang dihadapi petugas di lapangan adalah arus laut. “Arus laut dari Samudera Hindia kan besar,” tambah dia.

Martinus juga mengatakan pesawat Polri M-28 Skytruck dengan nomor registrasi P-4201 itu dalam kondisi baik. "Sudah digunakan oleh Polri sejak 2004, kondisi baru, buatan Polandia. Sudah beberapa kali ikut kegiatan kemanusiaan maupun operasional kepolisian, misalnya tsunami di Aceh," katanya.

    Sementara dalam operasi penegakan hukum, kata Martinus, digunakan untuk operasi illegal fishing, illegal loging, dan operasi di Poso. "Pesawat dalam kondisi baik dan terus digunakan polisi udara dalam mendukung tugas Polri," tuturnya. Ia menjelaskan bahwa pesawat yang dijadwalkan tiba pukul 11.00 WIB di Pangkalpinang itu, hilang kontak dengan bandara di Kepulauan Riau pada pukul 10.15 WIB. "Dalam hal ini, ketika lost contact dan diupayakan dihubungi, dinyatakan hilang," tuturnya.

Menurutnya, pesawat tersebut terbang dari Pondok Cabe, Tangerang Selatan pada Sabtu, (3/12) pukul 06.15 WIB menuju Pangkalpinang dengan membawa 16 anggota Polri, dengan pilot AKP Budi Waluyo.

"Semua anggota Polri yang akan ditugaskan untuk change crew. Pergantian dilakukan setiap bulan terhadap polisi yang di-BKO-kan. Kemudian tiga personel itu turun di Pangkalpinang sekitar Pukul 08.10 WIB," katanya.

Polri pun mendapat kabar pada pukul 11.00 WIB bahwa pesawat ditemukan di Pulau Mensanak, di perairan wilayah Kepulaian Riau.

"Tentu dalam hal ini dilakukan upaya pencarian. Hari pertama (Sabtu, 3/12) sudah tahu lokasi jatuh, ditemukan ransel, dan ada dokumen Skytruck berikut surat perintah di pilot," ucap Martinus. Pada hari kedua (Minggu 4/12), sudah ditemukan potongan badan pesawat sekitar tiga meter dan dipastikan itu badan pesawat Skytruck.

Selain itu, juga ditemukan potongan tubuh. "Hari ini dilakukan upaya penyelaman untuk mencari korban dan barang-barang lainnya. Sudah dikerahkan beberapa kapal, di antaranya 16 unit kapal, dua unit helikopter, dua unit pesawat udara, dan 150 personel dari berbagai instansi," kata Martinus.

Ia pun menyatakan sampai saat ini belum ada kemungkinan korban selamat karena sudah ditemukan beberapa potongan tubuh.(elf/jpg)





Berikan Komentar

Pangkalpinang Lainnya
787 Orang di Babel Masih Jalani Isolasi
787 Orang di Babel Masih Jalani Isolasi
Rabu, 24 Februari 2021 20:07 WIB
PANGKALPINANG – Sebanyak 787 pasien positif virus corona (Covid-19) tengah menjalani isolasi dan karantina pada Selasa (23/2/2021). Dengan demikian, orang
Tingkat Kepatuhan 3M Warga Babel Sangat Rendah
Tingkat Kepatuhan 3M Warga Babel Sangat Rendah
Senin, 22 Februari 2021 22:08 WIB
PANGKALPINANG - Tingkat kepatuhan masyarakat dalam menjaga jarak dan menghindari kerumunan di tempat kerumunan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel)
"Kami Dijamin Pak Gubernur"
"Kami Dijamin Pak Gubernur"
Kamis, 18 Februari 2021 09:09 WIB
SIMPANG KATIS - Puluhan sapi berjejer rapi. Perawakan padat berisi. Semua tampak sehat dan segar. Sulit untuk tidak berdecak kagum
Wisma Ranggam dan Pesanggrahan Menumbing jadi target Cagar Budaya Nasional
Wisma Ranggam dan Pesanggrahan Menumbing jadi target Cagar Budaya Nasional
Kamis, 18 Februari 2021 09:07 WIB
AIR ITAM - Wisma Ranggam dan Pesanggrahan Menumbing, merupakan bangunan bersejarah kebanggaan masyarakat Bangka Belitung yang berada di Muntok, Kabupaten